Sabtu, 21 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Events

‘Lembu Sura’ Ikut Kenduri Nanas di Lereng Kelud

09 September 2019, 18: 21: 33 WIB | editor : Adi Nugroho

nanas kelud

TOKOH LEGENDA: Kontingen dari SMPN 1 Ngancar mengusung nanas yang dibentuk menjadi patung Lembu Sura, tokoh dari legenda Gunung Kelud, dalam rangkaian acara Kenduri Nanas kemarin. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Ratusan pengunjung yang memadati kawasan Wisata Gunung Kelud dimanjakan dengan keberadaan puluhan ribu buah nanas kemarin. Buah khas daerah lereng Kelud itu tak sekadar dipamerkan. Tapi juga dibagi-bagikan ke pengunjung.

Yang menarik lagi, nanas yang berjumlah lebih dari 10 ribu buah itu tak hanya dibentuk menjadi tumpeng raksasa saja. Tapi juga menjadi aneka bentuk replika binatang dan tokoh-tokoh dalam legenda Gunung Kelud.  Tak pelak, acara tahunan inipun kian memikat pengunjung.

Khusus tahun ini, Pemkab Kediri memang punya cara berbeda untuk mengangkat acara yang masuk rangkaian Festival Kelud ini. Tak sekadar menyusunnya menjadi tumpeng raksasa seperti tahun sebelumnya. Tapi juga menggelar lomba adu bagus dalam membentuk patung dari buah nanas.

nanas kelud

BERBAGI: Warga berebut nanas usai acara. (Didin Saputro - radarkediri.id)

“Yang pertama tentunya kami ingin mempromosikan pariwisata Kabupaten Kediri. Termasuk melalui potensi produk unggulan berupa nanas dari Kecamatan Ngancar ini,” kata Asisten Bidang Perekonomian Mamik Amiyati.

Mamik berharap dengan adanya festival ini bisa mendongkrak popularitas dari buah nanas yang memang produk unggulan Kabupaten Kediri. Agar semakin dikenal masyarakat luas. Apalagi salah satu nanas unggulan Gunung Kelud, yakni nanas madu, memiliki ciri khas dengan rasa yang istimewa.

“Dan tidak kalah dengan nanas-nanas dari daerah lain. Harapan kami tidak hanya dijual produknya saja tapi juga bisa diolah menjadi produk bernilai jual tinggi,” harapnya.

Sementara itu, tumpeng nanas tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya tumpeng pendukung tidak dilombakan, untuk tahun ini setiap perwakilan desa dan instansi se-Kecamatan Ngancar mengkreasikan tumpeng dengan kreativitas masing-masing. Yang terbaik dan yang paling kreatif yang menang.

Kemarin tumpeng pendukung memang terlihat lebih menarik. Karena dibentuk dalam beragam kreasi. Seperti bentuk sapi, garuda, Lembu Sura, bebek, bahkan bentuk buah nanas berukuran jumbo juga menghiasi seputaran tumpeng raksasa.

Ditemui di sela acara, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Anang Widodo mengungkapkan, di tahun keempat festival nanas ini, hal yang menarik adalah adanya piala bergilir dari bupati.

“Harapannya dengan piala bergilir, semua bisa berlomba-lomba dan semangat terkait pengembangan nanas itu sendiri,” ujarnya.

Lomba kemarin diikuti 22 peserta. Mereka datang dari lembaga, koperasi, dan masing-masing desa di Kecamatan Ngancar. Anang berharap dengan piala bergilir, kreativitas masyarakat dalam merancang tumpeng nanas semakin meningkat.

“Dan yang paling ingin kami capai adalah spirit pengembangan nanas, menunjukkan kebanggaan bahwa wilayah kita (Lereng Kelud, Red) ini memang sentra nanas,” papar Anang.

Anang menambahkan, setidaknya ada lebih dari 10 ribu buah nanas yang terkumpul dalam acara bertajuk Kenduri Nanas itu. Buah-buah itu kemudian dibagikan melalui berbagai kreasi yang ditampilkan. Pembagiannya tak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Pengunjung berada di luar barikade yang mengelilingi tumpeng nanas. Sementara di dalam ada petugas yang membagikannya kepada pengunjung.

Tentu saja, saat pembagian itulah yang paling ditunggu-tunggu. Kerumunan warga memadati area parkir bawah loket Gunung Kelud tersebut. Mereka tampak antusias untuk bersiap menjulurkan tangan menerima nanas yang dibagikan. Tentu sebelum pembagian, ada sesepuh Lereng Gunung Kelud Mbah Ronggo yang mengawali dengan berdoa bersama.

Kemarin pemenang untuk lomba kreativitas tumpeng nanas itu dimenangkan oleh Kelompok Tani Margo Makmur dari Dusun Margorejo, Desa Manggis. Kreasi yang ditampilkan adalah berupa buah nanas raksasa. Kreasi tersebut dibuat dengan 500 buah nanas yang ditata selama dua hari.

Bagi pengunjung, acara tersebut punya daya tarik tersendiri. Dwi Supriyono, salah seorang pengunjung, mengungkapkan keseruan acara festival kemarin. Ia mengaku bahwa acara semacam ini sangat menarik.

“Sengaja ke sini (menyaksikan kenduri nanas). Ternyata seru dan menyenangkan. Bukan masalah nanas, tapi keseruan rebutan,” ujar pria asal Kecamatan Plemahan saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri usai acara.

Ia berharap acara festival nanas ini bisa terus diadakan dari tahun ke tahun. Termasuk jumlah nanas yang, menurutnya, bisa ditambah.

Untuk diketahui selain acara utama tumpeng dan festival nanas. Kemarin juga ada pameran produk UMKM dan unggulan dari seluruh kecamatan di Kabupaten Kediri. Termasuk ada 700 gelas susu gratis yang dibagikan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia