Sabtu, 21 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Motor Oleng, Penjual Mi Ayam Tewas

Polisi Masih Lakukan Pendalaman

09 September 2019, 12: 48: 15 WIB | editor : Adi Nugroho

Kecelakaan

EVAKUASI: Anggota Unit Lakalantas Polres Nganjuk mengamankan sepeda motor yang dikendarai Eko Prasetyo, 55. Jenazah penjual mi asal Desa Kedungrejo, Tanjunganom itu ditutupi daun pisang sebelum polisi membawa ke RSUD Nganjuk, kemarin. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

TANJUNGANOM, JP Radar Nganjuk-Kecelakaan maut kembali terjadi di Jl Raya Surabaya-Solo, kemarin. Eko Prasetyo, 55, asal Desa Kedungrejo, Tanjunganom ditemukan tergeletak tak bernyawa di desa setempat sekitar pukul 14.30. Diduga, dia mengalami kecelakaan tunggal saat melintas di jalur padat tersebut.   

 Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, mayat Eko pertama kali ditemukan oleh rombongan komunitas pecinta helm yang tengah melintas di sana. Adalah Imam, 24, anggota komunitas pecinta helm asal Jombang yang memilih berbalik arah saat melihat seorang pria tergeletak di tepi jalan. “Kami penasaran, lalu kembali ke sini,” kata Imam yang mengaku sengaja kembali setelah melihat sesosok pria tergeletak di tepi jalan, kemarin sore.

Saat Imam dan rombongannya melintas di sana, belum ada satu pun warga setempat yang ada di sana. Saat itu, menurut Imam tubuh Eko sudah tergeletak di tepi jalan dengan kepala bersimbah darah. Adapun motor Yamaha Mio J bernopol AG 3621 VG berada sekitar lima meter dari mayat pria tua itu. “Setelah rombongan kami berhenti, warga baru berdatangan,” lanjut pria berambut cepak ini.    

Selang beberapa menit kemudian, polisi dari Pos Barong datang ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan. Perwira Unit Lantas Pos Barong Ipda Imron Rosidi yang dikonfirmasi tentang kecelakaan tunggal kemarin sore mengatakan, polisi sudah menghubungi pihak keluarga.

Dari sana diketahui jika Eko sempat pamit kepada keluarga untuk pergi sebentar sekitar pukul 12.30. Dengan meminjam motor kerabatnya, pria yang bekerja sebagai penjual mi itu tak menceritakan tujuannya. “Tidak ada yang tahu tujuannya,” ungkap Imron.

Terkait kecelakaan maut yang menimpa Eko kemarin, Imron menduga musibah itu terjadi karena motor yang dikemudikan Eko oleng. Akibatnya, Eko kehilangan kendali dan tubuhnya terlempar.

Akibatnya, tubuh Eko membentur aspal. Termasuk kepalanya. Nahasnya, Eko tidak menggunakan helm saat berkendara. Hal itu pula yang diduga menyebabkan dia mengalami luka parah di kepala dan meninggal di tempat kejadian perkara (TKP).

Ditanya tentang kemungkinan terjadinya kasus tabrak lari yang menimpa Eko, Imron mengaku belum bisa memberikan penjelasan. Pasalnya, saat kejadian kecelakaan tidak ada satu pun saksi yang melihat peristiwa tersebut.

Makanya, hingga kemarin Unit Kecelakaan Satlantas Polres Nganjuk masih melakukan olah tempat kejadian perkara. Termasuk mengumpulkan keterangan tambahan dari para saksi. “Jasad korban dibawa ke RSUD Nganjuk untuk dilakukan visum,” tandasnya.

Pantauan koran ini, motor Yamaha Mio J yang dikendarai Eko hanya mengalami kerusakan di bagian sebelah kiri. Sejumlah goresan pada mesin dan bodi kirinya. Selanjutnya, setang sebelah kiri juga patah. Selebihnya, motor tidak mengalami kerusakan parah.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia