Sabtu, 21 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Politik

DLHKP Akan Perluas Area Sisi Utara TPA Kediri

08 September 2019, 17: 57: 29 WIB | editor : Adi Nugroho

sampah kediri

MENGGUNUNG: Sampah di TPA Kediri. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Dinas Lingkugan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri terus berupaya menanggulangi persoalan sampah di daerahnya. Selain membangun tempat pembuangan akhir (TPA) baru, mereka juga akan mempeluas area TPA Klotok di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto.

Kepala DLHKP Kota Kediri Didik Catur mengatakan, rencana lokasi perluasan terletak di sisi utara TPA Klotok II. Luasnya sekitar 34 hektare (ha). “Kami rencanakan memperluas zona TPA di sebelah utara,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Didik mengungkapkan, perluasan kawasan TPA itu sebagai solusi penanggulangan masalah sampah di Kota Tahu. Pasalnya, dengan volume sampah yang masuk sekitar 140 ton per hari, usia TPA II diperkirakan hanya sampai 2023.

Setelah itu, daya tampung TPA yang dioperasionalkan pada 2016 tersebut sudah melebihi kapasitas (overload). “Kami harus siapkan sebelum kapasitas TPA penuh,” ujarnya.

Untuk diketahui, DLHKP terus melakukan upaya pengelolaan sampah. Tahun ini, dinas yang beralamat di Jl Mayor Bismo, Kota Kediri itu sudah melelang proyek pembangunan TPA Klotok III seluas 1,6 hektare (ha). Lokasinya berada di sebelah selatan TPA I.

Dengan anggaran sekitar Rp 8,2 miliar, TPA yang dianggarkan dari APBD Pemkot Kediri ini diperkirakan hanya berumur dua tahun. Karena itulah, pada 2021, TPA sudah tidak mampu lagi menampung sampah di Kota Kediri. Di luar rencana tersebut, DLHKP juga menyiapkan rencana jangka panjang. Salah satunya adalah membangun TPA regional bersama Pemkab Kediri.

Didik mengungkapkan, perluasan TPA nanti berfungsi pengelolaan sampah. Selain untuk pembuangan sampah, pihaknya juga memanfaatkan untuk sarana dan prasarana (sarpras) lain.

Karena itulah, pihaknya tidak perlu membeli lahan dari warga. Sebab, nanti pemanfaatan lahan sebagian merupakan aset pemkot dan milik masyarakat. “Kami tidak perlu membeli lahan. Ada yang milik pemkot dan warga,” kata pria yang sudah menjabat kepala DLHKP Kota Kediri selama tujuh tahun ini.

Untuk pemanfaatan lahan tersebut, Didik mengatakan, pihakanya akan mengusulkan tata ruang perluasan TPA. Sehingga ke depan, lahan puluhan hektare itu dapat dijadikan zona kuning di TPA Klotok.

“Mudah-mudahan dengan perluasan TPA, pengelolaan sampah di Kota Kediri semakin baik,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia