Sabtu, 21 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Sportainment

Untung Masih Ada Wimba di Persik Kediri

Gol Semata Wayang Jadi Kunci Kemenangan

07 September 2019, 14: 25: 10 WIB | editor : Adi Nugroho

persik vs persis

KEREK POSISI: Para pemain Persik Kediri melakukan selebrasi setelah berhasil mencetak gol di gawang Persis Solo dalam pertandingan grup timur Liga 2 di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, sore kemarin. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri– Hasil positif kembali diraih Persik Kediri di Stadion Brawijaya. Tanpa kehadiran Septian Satria Bagaskara dan Dodi Alekvan Djin yang dipanggil timnas U-23, skuad Macan Putih berhasil menundukkan Persis Solo, kemarin.

Gol semata wayang Wimba Sutan mengerek posisi mereka ke peringkat kedua klasemen sementara grup timur Liga 2. Meski meraup 23 poin sama seperti yang dimiliki Mitra Kukar, tetapi Naga Mekaes –julukan Mitra- unggul head to head.

Karena itulah, klub asal Tenggarong, Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut yang kemarin menang tipis 1-0 atas Persiwar, memuncaki klasemen sementara.

Kemenangan Persik atas Persis Solo di depan dukungan ribuan Persikmania tidak didapat dengan mudah. Absennya Bagas dan Alex, sangat terlihat di awal permainan. Di babak pertama, Persis unggul penguasaan bola. Bahkan, tim tamu mampu menciptakan peluang-peluang berbahaya.

Hanya saja, kedisiplinan pemain Persis sepanjang 30 menit pertama akhirnya runtuh setelah itu. Serangan cepat dari sayap kanan yang dikomandoi Alfian Agung sukses membuat Persik unggul. Umpan silangnya ke mulut gawang, langsung disambut sundulan manis dari Wimba Sutan di menit ke-41.

Setelah gol itu, permainan tim Macan Putih terus membaik. Setelah turun minum, beberapa kali peluang di depan gawang berhasil diciptakan. Sayang, Sandrian yang masuk di menit ke-70 gagal memperbesar keunggulan.

Setidaknya ada dua peluang di depan gawang yang gagal dikonversi menjadi gol. Begitu pula peluang dari beberapa gelandang.

Namun terlepas dari permainan tim yang bagus, Persik harus berterima kasih kepada gelandang energik Taufiq Febriyanto. Pemain asal Sleman itu tampil luar biasa kemarin sore. Selain menjadi jangkar dengan tekel-tekelnya yang bersih, Taufik juga sesekali melakukan akselerasi ke garis pertahanan Laskar Sambernyawa –julukan Persis Solo.

Tak jarang, gocekannya itu membuat pertahanan lawan terbelah. Di lini tengah, pemain nomor punggung 8 itu juga dominan. Permainan Taufiq mengingatkan pada Hariyanto, gelandang pengangkut air Persib Bandung asal Sidoarjo.

Asisten Pelatih Persik Alfiat memuji permaian skuadnya. Semua pemain sangat displin dan tanggungjawab. Di awal babak pertama, dia memang sengaja mencari kelemahan lawannya. Karena itu, Persik tidak terlalu ngotot menyerang. “Tapi alhamdulillah, kami mencuri satu gol (di babak pertama),” katanya.

Di babak kedua, lanjut Alfiat, pressing ketat yang diterapkan membuat Persis tak punya peluang menciptakan gol. “Kami minta anak-anak pressing ke atas,” ujarnya.

Dia mengakui, ketidakhadiran Bagas dan Alex karena mengikuti training center (TC) timnas U-23 memag sedikit berpengaruh. Sebab dua pemain muda itu merupakan pemain inti Persik. “Mereka pemain yang dibutuhkan tim. Tapi demi negara, kami harus melepasnya,” ungkap Alfiat.

Sementara itu, Choirul Huda, pelatih Persis Solo, mengakui keunggulan Persik. Menurut dia, kurangnya konsentrasi di lini belakang akhirnya dimanfaatkan pemain lawan. Peluang di awal pertandingan juga gagal menjadi gol.“

Kami kurang konsentrasi. Itu menjadi kesalahan kami sore ini (kemarin, Red),” ujarnya.

Meski demikian, dia tetap mengapresiasi pemainnya. Sebab, dengan skuad yang pincang, Persis tetap merepotkan tuan rumah. “Lima pemain pilar kami absen. Di antaranya satu gelangdang dan dua sayap,” kata Choirul.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia