Sabtu, 21 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Features

Di Balik Kecelakaan Maut yang Renggut Tiga Nyawa di Blabak, Pesantren

Soni Senang Bercanda, Yulia Baik

07 September 2019, 14: 18: 57 WIB | editor : Adi Nugroho

kecelakaan kediri maut

TINGGAL KENANGAN: Tanda spray painting korban meninggal dari petugas Unitlaka Satlantas Polres Kediri Kota masih membekas di Jalan Kapten Tendean, Blabak, kemarin. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

Share this          

Kecelakaan maut di Jl Kapten Tendean, Lingkungan Balekambang, Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren menewaskan tiga orang. Yulia Sari dan Velin Yasmine, anaknya, serta M. Gufron Soni, adiknya. Bagaimana sosok para korban di mata kerabat dan tetangga?

IQBAL SYAHRONI. Kabupaten, JP Radar Kediri

Jumat siang itu (6/9), suasana di kediaman Yulia Sari Setyowati di Dusun Pule Selatan, Desa Pule, Kecamatan Kandat ramai dikunjungi para tetangga. Duka, haru, seolah menyelimuti rumah yang tepat berada di sebelah jalan dusun tersebut.

Bunyi kendaraan terdengar nyaring hingga pelataran. Para tetangga dan keluarga terlihat sedang berbelasungkawa di bangunan rumah yang menghadap arah selatan itu.

Sesosok lelaki muda, yang mengenakan jaket putih mempersilakan wartawan koran ini untuk duduk bersantai terlebih dahulu. Lelaki dengan senyum ramah itu memperkenalkan diri sebagai Aditya Pradani, adik ipar Yulia Sari Setyowati. Dia adik kandung Eriansyah Saputra, 32, suami Yulia. “Duduk sini dulu lho Mas,” ujarnya dengan logat khas Surabaya.

Memang, pria yang akrab dipanggil Dani itu datang langsung dari Surabaya pada malam hari setelah mendengar kabar kakak iparnya, Yulia Sari Setyowati, adik iparnya M. Gufron Soni Kurniawan, dan keponakannya yang masih balita, Velin Yasmine, meninggal dunia akibat kecelakaan pada Kamis (5/9) malam.

Dani datang ke Kediri sekitar pukul 02.00 WIB, Jumat (6/9) dini hari. Saat itu, ternyata ketiga korban sudah dimakamkan oleh pihak keluarga. Ia mengetahui kabar tersebut dari kakaknya, Eriansyah Saputra, yang juga suami Yulia. “Saya datang sekitar jam 02.00 dini hari, bersama kakak saya, dan teman saya dari Surabaya. Ternyata almarhum dan almarhumah sudah dimakamkan,” ungkapnya.

Dani menceritakan, kedekatannya dengan Soni, adik iparnya. Hubungan keduanya bisa dibilang sangat akrab. Keduanya saling berbagi hobi dalam dunia mobile game. “Saya kalau ke Kediri, Soni pasti ngajakin main game Mas. Main PUBG (salah satu mobile game, Red),” paparnya.

Selain itu, Dani juga merindukan sosok Soni yang kerap bercanda dan bermain bersamanya saat di Kediri. Meski tinggal di Surabaya, hubungan keduanya tidak terputus. Mereka sering bertukar sapa lewat aplikasi chatting WhatsApp.

Lain Soni, lain pula dengan Yasmin. Dani juga merindukan sosok anak kecil yang kerap melakukan video call dengan Yasmin. Meski menggunakan telepon milik Yulia, namun Yasmin juga sudah terlihat.  Ia mengingat bahwa sesosok balita yang menjadi keponakannya itu juga sudah memasuki usia sekolah di pendidikan anak usia dini (PAUD).

Kadang, jika Dani sedang mengikuti lomba sepeda BMX di Kota Kediri, Erik bersama dengan Soni dan Yasmin juga datang menyemangati. “Sering datang pas lomba di Gumul (SLG) Mas, rame pokoknya, manut-manut anaknya nggak rewel kalau ketemu,” ujarnya sembari mengingat-ingat.

Kenangan-kenangan seperti itu yang akan terus terbayang di pikiran Dani tentang keluarganya. Sembari bercerita, sesekali, Dani menerima tamu dari tetangga, maupun dari keluarga yang berkunjung.

Sementara itu, Ketua RW 03 Dusun Pule Selatan, Desa Pule, Kecamatan Kandat Setyono menjelaskan bahwa memang semasa hidup, Lia, sapaan akrab Yulia Sari, dikenal sebagai orang yang grapyak, supel, dan baik terhadap sesama.

Meski menjabat baru beberapa tahun sebagai ketua RW, Setyo mengatakan, dirinya asli warga RW 03, sama dengan Lia. “Umur saya sudah 52, kalau Lia sepantaran anak saya yang pertama,” imbuh Setyo saat ditemui di rumahnya.

Setyo juga mengungkapkan bahwa semasa hidupnya, Lia kerap berkumpul dan aktif dalam acara yang diadakan di desa. Dengan tidak memberi jarak antar warga, Lia juga mudah berbaur dengan siapa saja. Selain itu, Lia juga dikenal akrab dengan seluruh warga.

Sedangkan Soni juga dikenal sebagai anak yang penurut dengan orang tua. Soni sendiri juga sering bermain dengan teman-teman seusianya yang juga anggota karang taruna desa. “Kadang ngumpulnya di depan pohon rambutan depan rumahnya, kalau ada orang lewat juga disapa, baik dan sopan Soni ini,

Kabar tentang meninggalnya Lia, Soni, dan Yasmin baru diketahui oleh Setyo saat ia sedang melakukan doa bersama bagi salah satu tetangganya yang juga meninggal pada Kamis (5/9) pagi. “Paginya saya dan warga menguburkan jenazah, malamnya sedang tahlilan, lalu mendengar kabar bahwa Lia, anaknya, dan adiknya meninggal akibat kecelakaan di Kota,” papar Setyo.

Hingga pukul 15.30 WIB, rumah jenazah masih ramai dikunjungi oleh keluarga dan kerabat dari para korban. Bahkan, teman-teman Soni juga datang bergantian untuk berbelasungkawa.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia