Sabtu, 21 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Kasus Mutilasi Budi: Duga Berisi Baju, eh, Mayat Tak Berkepala

06 September 2019, 18: 26: 22 WIB | editor : Adi Nugroho

pembunuhan budi

DISIDANG: Aris Sugianto, 23, dan Aziz Prakoso, 34, terdakwa kasus pembunuhan dan mutilasi Budi Hartanto. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Betapa kagetnya Imam Khoiri, 49, saat membuka koper yang tergeletak di bawah jembatan. Semula, warga Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar itu mengira koper itu berisi baju. Ternyata, setelah didekati, yang ada di koper itu justru tubuh manusia tanpa kepala.

Cerita Khoiri itu muncul dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Budi Hartanto, warga Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, kemarin. Saat bersaksi di ruang Cakra PN Kabupaten Kediri itu, pencari rumput itu mengulang kembali kejadian yang dia alami pada 3 April silam.

“Saya kira tas (itu) berisi baju. Karena bayak orang membuang (barang-barang) di sana. Tidak hanya baju,” jawabnya ketika ditanya majelis hakim yang diketuai M. Fahmi.

sidang budi pembunuhan

DI DEPAN HAKIM: Tiga saksi dalam kasus pembunuhan Budi Hartanto memberi keterangan di depan majelis hakim, di PN Kediri. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Dalam sidang kemarin, jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan tiga orang saksi. Selain Khoiri, saksi lainnya adalah Agus, 42, dan Mujianto, 42. Semuanya warga Desa Karanggondang.

Menurut para saksi, mereka tidak secara bersamaan menemukan koper itu. Yang tahu keberadaan koper itu pertama adalah Khoiri dan Agus. Sedangkan Mujianto adalah perangkat desa. Yang melaporkan penemuan mayat itu ke polisi.

Setelah ditanya JPU M. Iskandar kronologi penemuan, Khoiri pun bercerita runtut. Pagi itu dia berniat menjalani aktivitas rutinnya setiap hari. Dia melewati Jembatan Karanggondang untuk menuju ke sawah. Nah, pada saat melintas itulah, dalam jarak dua puluhan meter, dia melihat ada tas koper besar yang tergeletak di bawah jembatan.

“Namun saat itu saya tidak langsung turun (ke bawah jembatan),” terang Khoiri.

Tidak lama kemudian, lewat Agus yang mengendarai sepeda motor. Dia juga hendak pergi ke sawah. Khoiri kemudian memanggil Agus. Memintanya agar mendekat. Setelah itu keduanya mendekati lokasi tas yang awalnya diduga berisi baju itu.

Ketika berada dua meter dari koper tersebut, betapa kagetnya kedua orang itu. Sebab, yang terlihat adalah bagian jari manusia muncul dari lubang koper yang tak tertutup sempurna itu. Sontak, keduanya kembali ke atas dan melaporkan ke Mujianto yang saat itu ada di kantor desa.

Mendapatkan laporan tersebut, Mujianto ke lokasi kejadian. “Setibanya di lokasi kejadian, saya langsung memfoto tas tersebut langsung melaporkan ke polsek,” terang kasi pemerintahan ini.

Saat memfoto, Mujianto tidak membuka koper tersebut. Hanya saja, ia juga melihat jari kaki keluar dari lubang koper tersebut. Tidak lama setelah kejadian tersebut dilaporkan, polisi langsung datang ke TKP.

Karena rasa penasarannya, Khoiri dan Agus masih berada di lokasi kejadian.

“Saya penasaran jenis kelamin, yang berada di dalam koper,” ungkap Khoiri.

Rasa penasaranya terungkap, setelah petugas membuka koper. Jenazah tanpa busana diketahui laki-laki dari jenis kelaminnya.

Sidang kemarin berakhir sekitar pukul 15.00 WIB. Sidang akan kembali dilangsungkan Kamis (12/9). Agendanya masih dengan keterangan para saksi.

“Untuk saksi yang didatangkan selanjutnya, kalau tidak dari keluarga korban dari keluarga terdakwa,” terang JPU Zanuar Irham, setelah sidang selesai.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini berawal saat penemuan mayat pada April silam. Mayat itu ternyata adalah Budi. Yang dibunuh oleh dua orang yang kini jadi terdakwa, Aris Sugianto, 23, dan Aziz Prakoso, 34. Dari pengakuan terdakwa, Budi mereka bunuh karena menyerang mereka setelah marah-marah tak diberi uang. Aris dan korban sebelumnya melakukan persetubuhan sesama jenis. Karena itulah Budi meminta uang imbalan seperti yang dijanjikan. Namun, kenyataannya tak diberi.

Setelah dibunuh, tubuh Budi dimasukkan koper sebelum dibuang. Karena tak muat, kedua terdakwa memanggal kepala korban dan membuangnya secara terpisah. Lokasi pembunuhan di Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia