Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI
Persik vs Persis

Panpel Persik Harus Berkaca dari Pengalaman

06 September 2019, 14: 56: 44 WIB | editor : Adi Nugroho

septian bagaskara striker persik

TAJAM: Septian Satria Bagaskara saat melewati pertahanan PSIM Jogjakarta. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Polisi tak ingin keteledoran panpel Persik saat pertandingan Persik v PSIM lalu terulang. Saat itu, batu-batu bisa masuk ke arena pertandingan dibawa oleh para suporter. Nah, saat menjamu Persis Solo sore nanti, polisi akan melakukan pemeriksaan ketat pada penonton yang masuk Stadion Brawijaya.

“Pengecekan terhadap barang bawaan nantinya juga akan bersinergi dengan petugas kepolisian,” papar Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Kamsudi kemarin.

Selain itu, polisi juga tak ingin kecolongan lagi. Mereka akan menambah jumlah petugas keamanan. Bila sebelumnya dari polisi hanya mengerahkan 180-an personel, dalam pertandingan sore nanti jumlah petugas yang disiapkan mencapai 250 personel. Mereka akan berjaga mulai tempat parkir hingga pintu masuk ke stadion.

kerusuhan suporter

JANGAN TERULANG: Suporter sempat masuk lapangan usai laga Persik vs PSIM. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Total, jumlah petugas yang akan mengamankan pertandingan bisa lebih dari itu. Sebab, masih ada petugas gabungan yang berasal dari TNI, Brimob, satpol PP, dan dari dishub. “Dari K-9 juga ada sepuluh personel,” terangnya

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Widodo mengakui sempat kecolongan saat pertandingan Senin lalu. Pasalnya, selain jumlah Brajamusti yang melebihi kuota, ternyata batu dan botol mineral bisa masuk ke Stadion Brawijaya. Karena itu, untuk mencegah kejadian terulang, mereka akan memperketat pengamanan sebelum penonton masuk ke stadion.

Widodo mengakui sebenarnya di setiap pertandingan, penonton dilarang membawa kembang api dan benda-benda lainnya. Namun begitu laga berlangsung, pihaknya memang tidak mengantisipasi aksi lempar-lemparan antarsuporter. “Besok (hari ini, Red) akan kami perketat,” kata Widodo kepada koran ini kemarin.

Pascabenrtok empat hari lalu, panpel langsung berkoordinasi dengan Polresta Kediri. Widodo mengatakan, sesuai surat dari polresta, pihaknya melarang Pasoepati – suporter Persis –datang ke Kediri. “Itu pencegahan awal. Karena terus terang, Kediri masih trauma dengan kejadian kemarin (kontra PSIM),” ungkapnya.

Widodo mengaku, suporter Persis bisa memaklumi larangan itu. Dari hasil komunikasi, mereka mematuhi imbauan polisi untuk tidak hadir di stadion. Meskipun selama ini Pasoepati dan Persikmania punya hubungan yang baik. “Kami harus menyampaikan maaf kepada teman-teman Solo. Syukur, mereka memahami,” katanya.

Dengan larangan tersebut, kata Widodo, pihaknya tidak ingin ada penonton yang memakai atribut Persis. Kalaupun nanti petugas mendapati suporter yang nekat mengenakan jersey atau atribut Persis, panpel dan polisi terpaksa harus memulangkan.

Lalu bagaimana jika ada suporter Solo yang masuk ke stadion? Selama tidak mengenakan atribut klub, panpel tidak mempermasalahkan. “Kami anggap sebagai penonton biasa,” katanya.

Menurut Widodo, hal itu belum cukup untuk mencegah kerusuhan terulang. Karenanya, pihaknya sepakat bersama kepolisian untuk memperketat penonton yang akan masuk ke stadion. Sekalipun itu Persikmania. “Kami akan lakukan penggeledahan,” ujar Widodo.

Untuk persiapan itu, panpel akan menyiapkan sebanyak 11 ribu kantong plastik. Jadi botol minuman dan benda-benda dianggap berbahaya seperti batu dan mercon bakal disita sebelum masuk ke stadion. “Kami masukkan kantong plastik,” ungkapnya.

Sementara itu, Persik berpeluang menumbangkan Persis di Brawijaya, sore ini. Selain bermain di kandang, ketidakhadiran Pasoepati –julukan suporter Persis-pascabentrok suporter, Senin lalu (2/9), membawa keuntungan tersendiri bagi Macan Putih.

Dukungan penuh Persikmania bakal membuat semangat Faris Aditama dkk semakin berlipat. Apalagi jika mampu meraih tiga poin, Persik bisa merebut tahta klasemen sementara Grup Timur Liga 2 dari PSIM Jogjakarta. Saat ini, tim kebanggaan Kediri itu memiliki 20 poin. Dari Laskar Mataram –julukan PSIM- hanya berselisih 1 poin.

Optimisme itu pula yang diletupkan asisten pelatih Johan Prasetyo. Mantan bomber Persik ini mengatakan, skuadnya sudah siap menghadapi Persis di pekan ke-14, sore ini. Sebagai tuan rumah, target kemenangan menjadi harga mutlak untuk direbut. “Setiap tuan rumah pasti ingin mengamankan tiga poin. Itu yang kami lakukan besok (hari ini, Red),” kata Johan.

Di luar persiapan tim, Johan mengakui pascakerusuhan antarsuporter di akhir laga melawan PSIM memang memengaruhi psikologis pemain. Sebab, pemain yang seharusnya bisa merayakan kemenangan bersama Persikmania setelah laga, justru harus langsung masuk ke ruang ganti. “Memang ada pengaruh. Saat itu (pertandingan lawan PSIM) di luar perkiraan kami,” ungkapnya.

Meski demikian, Johan ingin pemainnya menampilkan permainan terbaik. Soal susunan pemain, pelatih tidak banyak merubah formasi. Septian Satria Bagaskara tetap diplot menjadi ujung tombak. Sementara di tengah, akan diisi oleh Faris, Krisna Bayu Otto, dan Edo Febriansyah.

Di lini belakang, Budiardjo Thalib yang masih belum bisa menemani skuadnya sore nanti akan memasang tiga bek. Mereka adalah Risna Prahalabenta, Ibrahim Sanjaya, dan Dodi Alekvan Djin.

Untuk merebut kemenangan dan memuncaki klasemen, Johan mengaku, pemainnya perlu bekerja keras. Dukungan dari sekitar 9 ribu Persikmania akan menambah motivasi mereka untuk menang.

Di saat Persik mendapat dukungan suporter, Persis harus gigit jari. Pelatih Choirul Huda mengakui timnya dirugikan dengan larangan Pasoepati datang ke Kediri. Sebab, support pemain ke-12 itu sangat penting untuk menambah motivasi pemainnya. “Yang jelas kami sangat dirugikan. Tapi kami yakin Pasoepati tetap mendoakan di manapun,” katanya.

Soal teknis pertandingan, Choirul mengaku Persik merupakan tim yang solid. Serangan dari kedua sayapnya sangat berbahaya. Apalagi di lini depan, mereka punya Bagas yang sekarang sudah mengoleksi 7 gol. “Bagas pemain yang bagus,” ungkapnya.

Selain mewaspadai pemain individu Persik, Persis juga harus kehilangan dua pemainnya karena akumulasi kartu. Keduanya adalah Okky Dery dan Susanto. Namun Choirul masih yakin dengan kekuatan 18 pemainnya yang dibawa ke Kediri.

Menurutnya, semua tim di Liga 2 bisa saling mengalahkan. Meskipun, posisi di klasemen di bawah Persik, hal itu tidak menjadi jaminannya. “Kekuatan di grup timur sama rata. Bahkan, Tuban (Persatu) pun bisa mengalahkan tim papan atas. Itu yang menjadi motivasi kami,” ujarnya.

Di samping itu, Persis juga diuntungkan dengan masa recovery pemain. Skuadnya punya waktu istirahat seminggu setelah melawan Persiba, 27 Agustus lalu. Sedangkan Persik hanya tiga hari. “Pemain kami sangat fit,” tuturnya.

Hal itu pula yang diamini pemain tengah Dedi Cahyono. Dia mengaku, akan tampil all-out untuk mengalahkan Persik. “Kami sudah siap untuk besok,” kata Dedi.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia