Sabtu, 21 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Features

Dimas, Peselam Muda yang Mengharumkan Kota Kediri di Porprov Jatim

Nyaris Kalah di Estafet, Pecah Rekor di 100 M

06 September 2019, 14: 20: 16 WIB | editor : Adi Nugroho

selam kediri

ASET BERHARGA: Dimas menyuapi pelatih Supriyono saat acara syukuran Cabor Selam usai Porprov Jatim 2019 beberapa waktu lalu. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

Jelang bergulirnya Porprov, kaki Dimas sempat terkilir. Membuatnya nyaris tak berangkat ke Porprov. Tekad kuatnya tak hanya membuat dia membawa pulang medali emas. Tapi juga mencetak rekor porprov.

 

MOCH. DIDIN SAPUTRO, Kota, JP Radar Kediri.

 

Insiden cedera yang menimpa Dimas Putra Wirananda, peselam muda Kota Kediri sempat menjadi kekhawatiran bagi pelatih Supriyono. Apalagi kurang dua minggu lagi Porprov Jatim, sebagai perhelatan olahraga terbesar di Jawa Timur, akan digelar. Perasaan tak karuan membayangi pelatih gaek ini.

“Kaki Dimas terkilir di sekolah saat futsal,” ujarnya.

Supriyono tak bisa membayangkan, bagaimana tim selam Kota Kediri tanpa keberadaan Dimas. Peselam yang menjadi salah satu andalan untuk memperoleh medali emas di setiap kejuaraan. Hal itu membuatnya berpikir keras untuk mempersiapkan segala sesuatu jelang Porprov.

“Satu minggu sebelum lomba terpaksa Dimas harus tetap mengikuti latihan,” kata Supriyono.

Karena terkilir, latihan itupun tanpa gerakan kaki. Karena jika tetap memaksakan menggerakkan kakinya di dalam air akan berakibat fatal. “Ya latihannya saat menyelam pakai tangan saja,” imbuh Supriyono.

Ia menyebut, olahraga selam, selain beban diri sendiri juga beban menggunakan fin. Dan itu yang membuat nomor selam ini cukup berat dibanding renang.

Mendapat tiga  medali emas menjadi target bagi Kota Kediri di cabor selam. Salah satu pundi-pundi emas itu menurut Supriyono mengandalkan Dimas. Karena itulah latihan jelang pertandingan terus dilakukan remaja 17 tahun tersebut.

“Kami berdoa terus, tanpa adanya Dimas ya tidak mungkin bisa mencapai seperti ini,” ujar pelatih.

Dan tepat satu hari sebelum pertandingan, pelatih mencoba mengecek waktu yang bisa dicapai oleh Dimas. “Waktunya hampir mendekati limit yang ia punyai. Jadi waktu hari H Alhamdulillah untuk 100 meter ia bisa mendapat emas,” serunya mengenang saat jerih payah Dimas mendapatkan waktu tercepat itu.

Hanya saja, untuk nomor 200 meter, karena kaki Dimas yang belum sepenuhnya sembuh, harapan untuk mendapat emas pupus. Dimas hanya bisa membawa medali perak pada even empat tahunan ini.

“Sebenarnya pada estafet Paijo (sapaan Dimas, Red) kondisinya sudah tidak memungkinkan. Namun terpaksa kami turunkan karena target emas kurang satu,” jelasnya.

Dimas memang merupakan anak yang ceria. Terlihat saat ia bercanda bersama teman-temannya usai latihan selam di Kolam Renang Pagora saat itu. “Selalu siap,” cetus.

Dengan semangatnya itu Dimas pun mampu membuktikan. Termasuk pada nomor estafet, nomor yang sempat tidak menjadi pertimbangan bisa mendapat emas lebih. Hanya saja, di nomor tersebut Dimas ditaruh di paling belakang.

Kota Kediri sempat tertinggal pada perenang ketiga. Namun dengan semangat Dimas sebagai perenang terakhir, tentu memiliki tanggung jawab yang besar. Dan ternyata Dimas mampu menyalip lawannya. Meski belum bisa mendapat emas lagi namun tim Selam Kota mendapat medali perak pada nomor ini.

Dimas mengakui memang awalnya kecewa karena tidak bisa menjaga kondisinya jelang Proprov. Ia harus terkilir karena kegiatan futsal. “Ya sempat down juga, karena Porprov saat itu semakin dekat,” ujar siswa SMAN 2 Kota Kediri tersebut.

Ia mengaku, tak ingin mengecewakan pelatih dan orang tua menjadi modal menumbuhkan semangatnya untuk menggapai prestasi itu. Support dari teman-temannya juga menjadi hal yang luar biasa, yang membuatnya bangkit. Bahkan dalam ajang Porprov kemarin Dimas juga memecahkan rekor dengan mencatat waktu tercepat.

“Dari awal saya berfikir bahwa dukungan dari orang tua sangat penting. Saya selalu bersungguh-sungguh baik saat latihan maupun bertanding,” kata anak pasangan Lukman Wahyudi dan Sri Wilujeng ini.

Dimas kini menjadi modal Kota Kediri untuk menggapai prestasi cabor ini di tahun selanjutnya. Menjadi aset yang sangat potensial. Menjadi salah satu atlet berprestasi yang selalu bangga dan ingin mengharumkan nama Kota Kediri.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia