Sabtu, 21 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Luka Vicky Dinilai Janggal

Sidang Lanjutan, Hadirkan Kadir dan 5 Saksi

06 September 2019, 10: 40: 02 WIB | editor : Adi Nugroho

Sidang

PASRAH: Sutiwo digelandang petugas kembali ke tahanan sementara usai sidang di PN Nganjuk, kemarin. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Jaksa penuntut umum (JPU) berupaya menguak fakta mendalam di sidang lanjutan kasus pembunuhan Vicky Febrin Piawai, kemarin. Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi tersebut menghadirkan lima orang. Mereka menuturkan kejanggalan-kejanggalan yang didapati dalam kasus yang awalnya dilaporkan kecelakaan lalu lintas itu.

          Enam saksi yang dihadirkan JPU Endang Dwi Rahayu dan Ratri Eka Yuliana berasal dari beberapa latar belakang. Yaitu, Alek Bintoro dan Heru Susanto, anggota Polres Nganjuk. Ada pula dr Dian dan Tri Utoyo, perawat dari RS Bhayangkara. Dua orang lainnya adalah Agung, ayah kandung Vicky, serta Kadir, orang yang membawa Vicky ke rumah sakit.

          Di depan majelis hakim, para saksi membeberkan kejanggalan dalam kasus pembunuhan yang menghebohkan warga Nganjuk pada 29 Maret lalu itu. Seperti dikatakan oleh Alek, anggota Unitlaka, Satlantas Polres Nganjuk.

“Dari lukanya memang aneh. Mencurigakan untuk kejadian kecelakaan lalu lintas,” ujar Alek yang malam itu menangani laporan kecelakaan Vicky.

Meski curiga melihat luka di tubuh perempuan berambut lurus itu, Alek mengaku tetap membuat laporan kejadian sebagai kecelakaan lalu lintas. Pun, di saat yang sama dia curiga jika peristiwa tersebut diduga sebuah pembunuhan.

Kecurigaan lainnya diungkapkan oleh dr Dian, dokter yang menangani Vicky di RS Bhayangkara. Meski bukan dokter bedah atau ahli visum, dia menilai luka yang diderita perempuan berkulit putih itu aneh. “Di dahi korban terdapat luka sayatan yang masih basah meski tidak mengeluarkan banyak darah,” tutur Dian dalam keterangannya.

Luka aneh itu diperkirakan sepanjang 5-7 sentimeter. Luka lain di tubuh Vicky juga dinilai rapi oleh Dian untuk sebuah kecelakan lalu lintas. Terlebih, di leher Vicky juga didapati luka memar. “Leher korban memar warna biru,” terang perempuan berkerudung tersebut.

Sementara itu, Kadir, saksi yang pertama kali datang ke lokasi kejadian mengatakan, dia ditelepon oleh sopir truk dan kernet yang mendapati tubuh Vicky tergeletak pertama kali. Di depan majelis hakim, pria yang disebut-sebut sebagai teman dekat Vicky itu sempat mengecek denyut nadi perempuan yang tengah mengandung tersebut. “Masih ada denyut nadinya. Tapi temponya tidak menentu,” aku pria yang di ponsel Vicky dinamai Ayah itu.

Sempat berada di lokasi selama 20 menit, Kadir kebingungan harus membawa Vicky ke RS. Sebab, ring road di Desa Putren, Kecamatan Sukomoro itu tengah sepi. Beruntung, beberapa saat kemudian muncul mobil dari Madiun menuju Malang yang bersedia mengantar ke rumh sakit.

  Sementara itu, jika lima saksi lain mengungkap kejanggalan penemuan mayat Vicky, Agung, ayah Vicky memberi kesaksian tentang kedekatan Sutiwo, terdakwa kasus pembunuhan, dengan anaknya. Pria yang rambutnya mulai memutih itu mengaku tak mengenal langsung Sutiwo.

Meski demikian, dia mendapati seorang pria yang diduga Sutiwo sering mendatangi Vicky. Dia tidak pernah ke dalam rumah. Melainkan menunggu di dalam mobil di seberang jalan. “Sering, lebih dari lima kali. Setiap saya tanya ke Vicky, ia hanya menjawab (pria yang datang, Red) juragan beras dari Sukomoro,” beber Agung.

Untuk diketahui, sidang yang dimulai pukul 11.15 kemarin berakhir sekitar pukul 13.30. Dalam sidang lanjutan Kamis (12/9) depan, JPU masih akan menghadirkan saksi tambahan.

Menanggapi persidangan kemarin, Achmad Yani, penasihat hukum Sutiwo mengungkapkan, dirinya akan mengikuti prosedur persidangan. Ke depan, dia juga sudah menyiapkan saksi jika diminta oleh majelis hakim. “Saksi dari rekan kerja dan tetangga terdakwa. Dengan begitu kita bisa mengetahui bagaimana keseharian terdakwa. Baik di lingkungan kerja maupun rumah,” terang Yani.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia