Sabtu, 21 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Rekonstruksi, Supar Peragakan 13 Adegan

Bela Suaminya, Dasitun Bawa Balok Kayu

06 September 2019, 10: 35: 58 WIB | editor : Adi Nugroho

Tersangka

SESUAI BAP: Supar, 48, tersangka kasus pembunuhan terhadap Damin, 69, memperagakan adegan pembacokan terhadap sang paman dalam rekonstruksi, kemarin. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

REJOSO, JP Radar Nganjuk-Polres Nganjuk menggelar rekonstruksi pembunuhan Damin, 69, di Desa Musirlor, Rejoso, kemarin pagi. Dalam reka ulang tersebut, Supar, 48, tersangka pembunuhan, diminta memperagakan 13 adegan.

Reka ulang dimulai sekitar pukul 10.00, kemarin. Dalam kesempatan itu polisi juga menghadirkan Dasitun, 52, istri Damin, dan Sunyoto, 72, tukang pembuat septic tank asal Desa Setren Rejoso. Sebelum meminta Supar memeragakan adegan pemukulan berujung maut itu, rekonstruksi dibuka dengan percakapan antara Supar dan Sunyoto.

Supar yang kemarin memakai balaclava, meminta Sunyoto untuk tidak membangun septic tank melampaui garis yang ada. “Waktu itu saya sedang ngukur, karena ada teguran dari Supar, saya minta dia menyampaikannya langsung kepada Pak Damin,” ujar Sunyoto meyakinkan Supar jika dirinya hanya tukang.

Saat keduanya tengah berbincang, Damin keluar dari belakang rumah

sambil memanggul ganco. Dari dalam rumahnya, Supar lantas berteriak agar tidak membangun toilet melewati garis tanah yang ada. Tetapi, dijawab penolakan oleh Damin. “Korban menjawab, lah lemah iki wes tak tuku (tanah ini sudah kubeli, Red)” kenang Sunyoto.

Hal itu pula yang membuat Damin merasa berhak menggunakan tanah tersebut. Pertengkaran dimulai dari sini. Sebab, Supar tidak merasa menjual tanahnya. Melainkan, hanya menjaminkan sertifikat tanah kepada sang paman setelah dia meminjam uang Rp 23 juta.

Setelah empat tahun berselang, Supar tak kunjung bisa melunasi utangnya. Sebab, pinjaman yang semula hanya puluhan juta rupiah itu diminta dikembalikan hingga Rp 200 juta.

Jawaban Damin siang itu membuat Supar marah. Dia keluar rumah membawa parang dan mendekati Damin. Keduanya langsung bertengkar. Sunyoto yang melihat itu tidak berani melerai. Sebab, keduanya membawa senjata.

Supar yang tersulut emosi lantas menebas leher Damin menggunakan parang hingga tersungkur. “Saat Supar membacok pertama dan Pak Samin hampir jatuh, saya lari,” terang tukang ini kepada koran ini kemarin.

Pembacokan pertama itu terjadi pada adegan ke enam. Bukannya berhenti, Supar kembali melayangkan parangnya ke leher bagian belakang hingga Damin terbaring bersimbah darah. Tebasan ke tiga mengarah ke kaki Damin.

Saat adegan itu berlnagsung, Dasitun, istri Damin, keluar dari pintu dapur rumah. “Saya mau ditusuk sama dia (Supar, Red),” teriak perempuan berjilbab ini.

Sebelum Supar mengacungkan parangnya ke arah sang bibi, sebenarnya Dasitun membawa sebuah balok kayu. Dia berniat melawan Supar. Tetapi, melihattersangka yang sudah mengacungkan senjata tajam itu, Dasitun lari dan meminta bantuan warga.

Adegan itu sekaligus mengakhiri kekejaman Supar. Dia memilih meninggalkan lokasi kejadian. Dia membawa parang menuju ke rumah Kepala Dusun Ngrapah Muji untuk menyerahkan diri. Pria yang bekerja serabutan ini pun akhirnya diamankan di Polsek Rejoso pada Sabtu (17/8) lalu.

Kapolres AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta melalui Kasat Reskrim Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan mengatakan, semua adegan sesuai dengan keterangan yang diberikan penyidik. “Tidak ada fakta baru,” ucap Nikolas.                   

Melihat kronologi dalam rekonstruksi kemarin, Nikolas semakin yakin dalam menerapkan sangkaan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Ancaman hukumannya maksmial 15 tahun penjara. Terpisah, penasehat hukum Supar, Prayogo Laksono mengungkapkan, dirinya sudah mempelajari kronologi kejadian lewat konstruksi. “Dari reka ulang yang sudah dijalankan tidak ada berbeda dengan keterangannya,” ucap Prayogo.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia