Sabtu, 21 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Kembalikan Fungsi Lapangan Upacara

Rehab Alun-Alun, Dinas LH Akan Robohkan Pilar

06 September 2019, 10: 22: 32 WIB | editor : Adi Nugroho

Alun

PERSIAPAN REHAB: Kepala DLH Nganjuk Tri Wahju Kuntjoro bersama staf mengecek taman air mancur di sisi utara Alun-Alun Nganjuk. Pilar dan tiang lampu di sana akan dirobohkan. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Pemkab Nganjuk segera merealisasikan rehab Alun-Alun Nganjuk untuk mengembalikan fungsi sebagai tempat upacara. Kemarin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tri Wahju Kuntjoro mengecek kondisi alun-alun untuk persiapan proses rehab.

          Datang bersama stafnya, Tri langsung melihat kondisi beberapa tiang dan taman air mancur yang ada di bagian utara alun-alun. Tidak hanya itu, dia juga menghitung tiang lampu yang mengelilingi taman air mancur.

          Kepada koran ini, mantan Camat Nganjuk itu menjelaskan, dinas LH akan melakukan penyesuaian agar alun-alun bisa digunakan untuk upacara seperti beberapa tahun silam. “Tiang lampu ini nanti akan dirobohkan,” ujarnya sembari menunjuk tiang yang sudah diberi tanda cat warna merah itu.

          Berdasar inventarisasi dinas LH, total ada 29 tiang lampu yang akan dirobohkan. Meski dipastikan akan dicabut dari alun-alun, menurut Tri dinas LH akan tetap memfungsikan tiang lampu tersebut. “Lokasinya dipindah. Mungkin akan dipasang mengelilingi alun-alun. Tidak di tengah seperti sekarang,” lanjutnya.

          Tak hanya merobohkan tiang lampu, dalam proyek rehab yang dimulai September ini, 10 pilar di dua kolam air mancur juga akan dirobohkan. Sebagai gantinya, dinas LH akan memberi pot berisi tanaman agave.

          Tanaman dengan ciri daun yang menarik itu dinilai Tri akan menambah keindahan kolam air di sana. “Perawatannya mudah. Agave juga tahan dengan cuaca panas,” terang Tri sembari menyebut agave lebih cocok ditanam di sana.

Sementara itu, selain berencana merobohkan tiang lampu dan pilar kolam air mancur, dinas LH juga akan mengubah taman bermain di sebelah timur. Yaitu, dengan menimbun arena bermain itu agar tinggi tanah sejajar dengan sekelilingnya.

Kondisi arena bermain yang jauh lebih rendah dinilai berbahaya. Dengan ketinggian disejajarkan, ke depan lokasi tersebut juga bisa digunakan untuk upacara. Lalu, bagaimana dengan fasilitas permainan di sana? Ditanya demikian, Tri menyebut beberapa sarana permainan akan ditiadakan.

Pertimbangannya, kondisi alat permainan di sisi timur alun-alun itu sudah berkarat. “Faktor keselamatan dan fungsinya tidak mendukung lagi,” jelas Tri sembari menyebut sarana fasilitas permainan di sana tetap akan dicatat oleh

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Nganjuk.

          Dikatakan Tri, konsep rehabilitasi alun-alun mengedepankan efisiensi budget. Dinas LH berupaya mengembalikan fungsi alun-alun untuk upacara, tanpa mengesampingkan fungsi sekarang.

          Makanya, sejumlah pohon besar yang saat ini ada di alun-alun sisi utara, dipastikan tidak akan ditebang. “Tidak akan saya utak-atik (pohonnya, Red). Tetap seperti sekarang,” beber Tri tentang proyek rehab senilai Rp 180 juta tersebut.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia