Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Program Bantuan Pendidikan Tistas: SMA/SMK Boleh Narik tapi Sewajarnya

Solusi untuk SMA/SMK yang Belum Menerima

04 September 2019, 18: 32: 27 WIB | editor : Adi Nugroho

Anggaran Tistas SMA SMK Kediri

CERIA: Suasana aktivitas siswa di salah satu sekolah di Kediri. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

 KOTA, JP Radar Kediri – Terlambatnya pencairan program bantuan pendidikan gratis dan berkualitas mendapat respons dari Dewan Pendidikan Kota Kediri (DPK). Mereka meminta SMA/SMK bisa melakukan penarikan ke orang tua siswa asalkan nominalnya wajar.

Ketua DPK Kediri Heri Nurdianto mengatakan, pihaknya mendukung penuh program tersebut. Pasalnya, dengan tistas, sekolah tidak membebankan lagi sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) kepada siswa-siswanya. “Kami apresiasi program tistas dari pemprov,” kata Heri kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Hanya saja, yang perlu digarisbawahi, menurutnya, program dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa itu telat dicairkan di tahun ini. Pemicunya, anggaran biaya penunjang operasional penyelenggara pendidikan (BPOPP) itu baru dibahas di perubahan APBD 2019 pemprov. “Karena ada masa transisi dari gubernur lama ke baru,” ungkapnya.

Akibatnya, tistas tidak bisa diterima sekolah tepat waktu di awal tahun ajaran 2019/2020 pada Juli lalu. Padahal sejak awal, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdispendik) Jatim Wilayah Kediri melarang sekolah menarik iuran SPP. Sementara di sisi lain, sekolah mengeluarkan biaya operasional setiap bulannya.

Mengenai keluhan SMA/SMK di Kota Kediri itu, Heri meminta sekolah lebih fleksibel dalam menyikapi keterlambatan tistas. Karena itu, pihaknya tidak mempermasalahkan ketika ada sekolah melakukan penarikan. Asalkan ada kebijaksanaan bersama antara komite dan wali siswa. “Pungutan dilakukan sewajarnya saja,” ungkap pria asal Kecamatan Mojoroto ini.

Karena sifat penarikan sementara untuk menalangi biaya operasional, Heri mengatakan, uang tersebut bisa dikembalikan lagi ke orang tua siswa. Kalaupun tidak dikembalikan, bisa dirupakan tabungan. “Yang penting, semuanya harus dibuat transparan,” katanya.

Selain melakukan terobosan dengan melakukan penarikan, Heri melanjutkan, sekolah dapa mencarikan sumber dana lain. “Misalnya sekolah punya jejaring dengan perbankan. Bisa pinjam bank,” ungkap pria yang aktif di Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Kediri ini.

Untuk diketahui, di SMA di Kota Kediri memilih opsi untuk mencari pinjaman. Baik ke perorangan `maupun koperasi. Setelah tistas cair, uang akan dikembalikan.

Di tahun mendatang, Heri berharap program tistas masih berjalan. Karena tidak lagi menggunakan APBD perubahan, maka seharusnya tistas bisa cair tepat waktu. “Sehingga tidak perlu mencari dana di luar untuk kelancaran penyelenggaraan pendidikan,” katanya.

Seperti diberitakan, tistas diprediksi akan cair pada minggu kedua bulan ini. Pernyataan itu muncul dari Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim periode 2014-2019 Suli Da’im. Dia menyatakan pembahasan APBD perubahan selesai pada 27 Agustus lalu.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia