Jumat, 18 Oct 2019
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI

Penyebab Rusuh di Laga Persik Kediri vs PSIM Jogjakarta

Puluhan Suporter Terluka dan Dilarikan ke RS

03 September 2019, 17: 38: 25 WIB | editor : Adi Nugroho

mobil terbalik persik vs psim

SIAPA PELAKUNYA?: Sejumlah mobil yang terbalik karena kerusuhan di sekitar Stadion Brawijaya Kediri. (Dwiyan - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Kerusuhan suporter pecah di akhir laga Persik melawan PSIM Jogjakarta di pekan ke-13 Liga 2 kemarin (2/9). Setidaknya 20 orang harus dilarikan ke rumah sakit (RS) karena terkena lemparan batu. Bahkan, kericuhan yang dimulai dari dalam stadion itu merembet keluar. Bahkan, kerusakan juga terjadi di Tirtoyoso Park yang berada di sebelah utara stadion.

Aksi itu berawal dari lempar-lemparan batu antarsuporter. Persisnya terjadi di menit ke-90. Saat itu Persik sudah unggul 2-0 dari PSIM. Sebelum peluit panjang dibunyikan, terlihat Brajamusti –julukan suporter PSIM- mulai melempari Persikmania yang ada di tribun utara dengan batu.

Setelah itu, situasi semakin tidak terkendali. Meski sudah diperingatkan panitia pelaksana (panpel), lemparan batu masih terjadi di sisi utara. Beberapa suporter menjadi korban. Mereka dilarikan ke RS dengan luka bocor di kepala.

kerusuhan persik vs psim jogjakarta

BOCOR: Salah satu suporter yang terluka. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Tidak berhenti di situ. Setelah di dalam stadion mulai kondusif, mereka justru melanjutkan aksi lempar-lemparan lagi di luar. Tepatnya di depan taman rekreasi Tirtoyoso. Bahkan, panpel mengabarkan sejumlah suporter PSIM melakukan perusakan di tempat itu. “Tirtoyoso dirusak,” kata Panpel Persik Widodo kemarin.

Terkait insiden itu, Widodo sangat menyayangkan. Sampai tadi malam, setidaknya ada 20 suporter lebih yang dilarikan ke RS. Baik dari Persikmania maupun Brajamusti. “Di semua rumah sakit. Di (RSUD) Gambiran, Bhayangkara, Aura Syifa (Kecamatan Ngasem). Rata-rata luka bocor,” katanya.

Padahal, menurut Widodo, sebenarnya petandingan berjalan aman selama 90 menit. “Tidak ada kericuhan. Di lapangan, pemain juga tidak ada gesekan,” ungkap pria yang akrab disapa Widodo Hunter ini.

Widodo mengaku, tidak mengetahui persis pemicu kericuhan di tribun utara. Namun yang pasti, aksi lempar-lemparan itu berlangsung sangat cepat. Dari pantauan koran ini, aksi saling lempar-lemparan kecil itu mulai terjadi di akhir babak kedua.

Soal batu yang masuk stadion, Widodo tidak mengetahuinya. Yang jelas, sejak awal panpel melarang benda-benda seperti batu, botol, dan pentungan masuk ke stadion. “Kami juga kaget. Kenapa tiba-tiba bisa ada batu di dalam,” ujarnya.

Kejadian tersebut membuat Persik dan PSIM merugi. Widodo mengatakan, Persik bisa dijatuhi sanksi dari PT Liga Indonesia. Konsekuensinya, kepolisian bisa tidak memberikan izin pertandingan kandang di Stadion Brawajiya. “Kita semua rugi. Manejemen Persik maupun PSIM,” ujarnya.

Di luar kericuhan, Persik dan PSIM sebenarnya menampilkan permainan yang apik sejak awal laga. Kedua tim berani bermain cepat dan terbuka. Di babak pertama, Macan Putih lebih banyak menciptakan peluang. Namun sampai turun minum, skor masih kacamata.

Di babak kedua, permainan Persik semakin trengginas. Mereka melakukan serangan dari sisi kanan, kiri maupun tengah. Puncaknya, di menit ke-60, Septian Satria Bagaskara berhasil menceploskan gol setelah memanfaatkan kesalahan koordinasi bek dan kiper PSIM.

Lima menit berselang, Bagas kembali mencatatkan namanya di papan skor. Lagi-lagi kiper I Putu Pager Wirajaya melakukan kesalahan. Tendangan keras kaki kiri Edo Febriansyah di sisi kanan yang lepas langsung disambar striker nomor 10 itu di depan gawang.

Asiten Pelatih Persik Alfiat memuji permainan skuadnya. Sejak babak pertama, Faris Aditama sudah bermain bagus. Hanya gol baru tercipta di babak kedua. “Yang membedakan, babak kedua anak-anak lebih semangat. Akhirnya kami bisa membuka gol,” ujarnya.

Sementara itu, arsitek PSIM Aji Santoso tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Menurut Aji, kekalahan tersebut disebabkan kesalahan pemain belakang dan blunder kiper. “Tadi dilihat sendiri. Bola lepas dari tangkapan kiper,” katanya.

Aji sudah mengevaluasinya. PSIM akan mendatangkan kiper dan bek baru pada 5 September nanti. “Kami butuh pemain berkualitas di lini belakang. Kami sudah siapkan di posisi penjaga gawang dan stoper,” ucapnya.

Raihan tiga angka itu membuat Persik naik di posisi kedua klasemen sementara Grup Timur Liga 2 dengan 20 poin. Anak asuh Budiardjo itu menempel PSIM di posisi puncak dengan selisih 1 poin saja.

Lempar Batu di Tribun Utara

-         Persik unggul pada menit ke -60 dan 65. Suporter kedua tim mulai terlibat saling lempar batu. Meskipun intensitas belum tinggi.

-         Jelang peluit akhir, lemparan batu semakin sering. Suporter PSIM melempari Persikmania dengan batu. Aksi ini dibalas oleh kubu suporter tuan rumah.

-         Puluhan suporter yang terluka dilarikan ke rumah sakit.

-         Saat kerusuhan di dalam stadion bisa diredam, aksi lempar batu justru terjadi di luar stadion. Termasuk di sekitar lokasi taman wisata Tirtoyoso Park yang memang berdekatan dengan stadion.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia