Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Anggota Polwan Gantung Diri di Pohon Nangka?

Polisi Belum Beri Keterangan Resmi

03 September 2019, 17: 17: 44 WIB | editor : Adi Nugroho

Kasus Gantung Diri

Kasus Gantung Diri (radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Suasana duka terlihat di salah satu rumah di Jalan Papandayan, Lingkungan Plongko, Kelurahan Pare, Kecamatan Pare, kemarin. Ucapan belasungkawa juga terlihat menghiasi rumah milik Aiptu Sulis Setyowati, 50, itu.  Tidak hanya warga yang melakukan takziah, rumah bercat hijau itu terlihat dijaga oleh polisi.

Kemarin, pemilik rumah yang juga anggota Sat Intelkam Polres Kediri itu ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Ironisnya, kabar yang beredar, Sulis ditemukan meninggal dengan kondisi tergantung di pohon nangka di pekarangan milik tetangganya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian tragis tersebut terjadi Senin (2/9) sekitar Pukul 05.00 WIB. Pertama kali diketahui oleh seorang tetangganya.

Informasi bahwa korban ditemukan dalam kondisi seperti itu dibenarkan oleh Camat Pare Anik Wuryani. Saat dihubungi koran ini, Wunik mengatakan memang mendapat informasi tersebut. “Berdasarkan keterangan dari Puskesmas Pare, yang bersangkutan dinyatakan gantung diri,” kata Anik yang dihubungi via telepon kemarin sore.

Namun, ketika hal ini dikonfirmasikan ke polisi, belum ada jawaban yang pasti. Kasubag Humas Polres Kediri Iptu Purnomo tak bisa dihubungi. Permintaan konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp juga tak berbalas.

Beberapa warga yang tinggal di sekitar lokasi membenarkan tentang kejadian bunuh diri itu. “Tidak tahu apakah itu murni gantung diri atau pembunuhan, katanya masih ditangani yang berwenang,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga itu menambahkan, selama ini mendiang tinggal bertiga di rumah tersebut. Bersama dengan suaminya yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Kediri periode 2014-2019. Juga ada seorang pembantu di rumah tersebut.

Apakah selama ini ada masalah di keluarga tersebut, tetangga itu mengaku tak tahu. "Kalau kata orang sini baik-baik saja. Tapi tidak tahu kondisi di dalam keluarganya," jawabnya.

Ia menambahkan, saat ini kasus tersebut memang menjadi masalah internal keluarga. Bahkan dari keterangannya, pihak keluarga sudah mengikhlaskan dan tidak melanjutkan kasus ini. "Katanya keluarga sudah nerima," ujarnya kepada wartawan koran ini.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia