Sabtu, 22 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Jamaah Haji Kota Kediri Tiba, Terisak karena Kangen Cucu

02 September 2019, 19: 39: 16 WIB | editor : Adi Nugroho

haji kediri

HARU: Seorang jamaah haji Kota Kediri dipeluk anggota keluarganya setibanya di lokasi kedatangan, di Aula Al Muktamar Ponpes Lirboyo, kemarin pagi. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Jamaah haji seakan tak sabar hendak bertemu keluarganya saat tiba di Aula Al Muktamar Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo kemarin pagi (1/9). Rasa kangen yang membuncah pun membuat suasana kedatangan itu penuh dengan keharuan.

Memang, kedatangan jamaah haji kemarin diwarnai dengan isak tangis dan derai air mata. Begitu turun dari bus yang mengangkut mereka, para syuhada haji itu segera mendatangi keluarga yang telah menunggu. Adegan saling berangkulan pun terlihat. Banyak di antara mereka yang mengucurkan air mata.

Sebanyak 262 jamaah haji Kota Kediri itu tiba di aula ponpes sekitar pukul 06.30 WIB. Armada yang membawa jamaah kelompok terbang (kloter) 39 itu sebanyak tujuh bus.

Para keluarga dan kerabat yang menunggu sudah berada di lokasi sejak sebelum subuh. Karena itu, begitu satu per satu bus masuk area ponpes, keluarga langsung berdiri di sisi selatan aula. Begitu jamaah turun, mereka segera berpelukan untuk melepas rindu. Tangis pun pecah. Saat mengambil koper di tengah aula pun beberapa jamaah masih terlihat menyeka air matanya.

Agus Prayono, jamaah asal Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, mengaku sudah rindu dengan salah seorang cucunya. Karena itu, setelah bertemu kemarin dia tidak kuat membendung air matanya. “Saya sangat rindu,” kata pria 60 tahun ini sambil terisak.

Untuk diketahui, jamaah haji Kota Kediri terbang ke Tanah Suci pada 19 Juli lalu. Artinya, para jamaah berpisah dengan keluarga dan kerabatnya sekitar 1,5 bulan.

Selama di Arab Saudi, Agus mengaku, sudah sering berkomunikasi dengan keluarganya di rumah. Namun tetap saja hal itu belum cukup mengobati rasa rindu selama sebulan lebih. “Alhamdulillah sekarang bisa bertemu lagi,” katanya.

Hal senada disampaikan Aminingsih, jamaah asal Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren. Perempuan 45 tahun ini mengaku bersyukur bisa berkumpul lagi bersama keluarganya. “Kangen anak-anak,” kata Aminigsih yang berangkat haji bersama suaminya.

Sementara itu, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri Tjitjik Rahmawati mengatakan, jamaah sebenarnya bertolak ke Tanah Air pada Sabtu lalu (31/8). Kemudian mereka sampai di Asrama Haji Sukolilo Surabaya sekitar pukul 23.30. “Setelah pengecekan di asrama, jamaah baru menuju Kediri,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, seluruh jamaah dalam kondisi sehat. Karenanya, tidak ada yang tertinggal di Makkah maupun di Surabaya. Mereka juga bisa pulang bersama rombongan masing-masing di bus. “Tidak perlu pakai ambulans,” ucapnya.  

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia