Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Show Case

Grebeg Suro di Gronjong Wariti

Kirab Gunungan Raksasa

02 September 2019, 13: 27: 18 WIB | editor : Adi Nugroho

gronjong wariti

KIRAB: Ratusan warga berbaris mengelilingi wilayah Desa Mejono dengan berpakaian adat jawa. (Erzha Yuli - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP RADAR KEDIRI – Gronjong Wariti, salah satu tempat wisata air di Desa Mejono yang dulunya dianggap angker, saat ini mulai banyak dikunjungi masyarakat. Bahkan kesan kotor yang sempat membuat tempat ini tak dilirik pun tak lagi terligat. Aliran sungai sangat jernih dan kolam-kolam yang telah diisi banyak ikan.

Semua perubahan itu berasal dari kerja keras warga. Mulai dari pembersihan aliran sungai hingga membangun berbagai wahana.

Sebagai bentuk rasa syukur atas perubahan baik dan berkah itu, masyarakat mengadakan acara tahunan yang disebut Grebeg Suro. Ini kali kedua dilakukan oleh masyarakat Desa Mejono. Umumnya acara ini dijalankan pada perayaan tahun baru islam, tepatnya di Minggu Wage menurut kalender Jawa. 

gronjong wariti

SESAJI: Salah satu tokoh adat memimpin doa bersama warga di pembatas desa. (Erzha Yuli - radarkediri.id)

Ratusan warga berkumpul di area wisata Gronjong Wariti Minggu pagi (1/9). Perangkat desa bersama tokoh adat setempat membawa sesajen untuk di doakan terlebih dulu. Sesajen tersebut dibawa menggunakan perahu melewati aliran sungai menuju ke pembatas desa. Orang-orang di sekeliling lokasi itu pun turut berdatangan mendoakan secara khusyuk.

Beberapa tumpeng telah dipersiapkan untuk diarak keliling desa oleh warga sekitar. Tumpeng-tumpeng tersebut berisi beraneka sayur mayur dan buah.  Dengan ukuran yang sangat besar hasil bumi itu dibopong para lelaki. Seringkali mereka membawa tumpeng tersebut dengan berjoget dengan diiringi lagu dangdut. Begitu pun mereka wanita menggendong sayuran dan buah-buah secara berjajar. Terlihat mereka begitu rukun berjalan mengelilingi desa dan mengenakan pakaian adat Jawa.

Setelah tumpeng-tumpeng tersebut dibawa keliling desa, tibalah saatnya masyarakat berebut berbagai hasil bumi. Dari yang tua hingga muda asyik merebutkan sayur dan buah yang menghiasi tumpengan besar itu. Mereka berebut dengan perasaan yang sangat gembira.

Warga setempat meyakini dengan melaksanakan budaya seperti ini mampu memberikan dampak positif. “Semoga dengan adanya Grebeg Suro ini Gronjong Wariti akan lebih bagus lagi,” ungkap Riyadi,warga setempat sekaligus ketua Gronjong Wariti.

Beliau menjelaskan sejak di bukanya wisata air ini perekonomian warga semakin lebih baik. Warga yang mulanya bercocok tanam dan berternak kini mendapatkan tambahan lainnya. Seperti membuka warung di sekitar wisata hingga menggerakkan wahana bermain yang ada. “Kita berharap Gronjong Wariti ini mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat Mejono,” puungkasnya.

(rk/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia