Sabtu, 22 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Jamaah Haji Kabupaten Kediri Sudah Tiba, Yang Kota Pulang Besok

31 Agustus 2019, 16: 54: 21 WIB | editor : Adi Nugroho

haji kediri

TIBA DI KEDIRI: Jamaah haji Kloter 36 SUB Kabupaten Kediri turun dari bus yang menjemputnya dari asrama Haji Sukolilo, Surabaya kemarin malam. Kloter 36 masuk halaman Pemkab Kediri sekitar pukul 21.00 WIB. Diikuti kloter 37 dan 38 dengan selang waktu 2 ja (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Pelaksanaan ibadah haji rombongan jamaah asal Kabupaten Kediri telah selesai. Mereka telah sampai pada Kamis (29/8) dini hari. Secara umum pelaksanaan haji tahun ini semakin lancar.

Plh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri Enim Hartono menyampaikan, sebelumnya ada enam jamaah yang tanazul atau pulang lebih awal. Sementara yang meninggal empat  orang.

"Tanazul kemarin karena ada yang sakit dan ada keperluan seizin pemerintah," katanya.

haji

TIBA DI KEDIRI: Jamaah haji Kloter 36 SUB Kabupaten Kediri turun dari bus yang menjemputnya dari asrama Haji Sukolilo, Surabaya kemarin malam. Kloter 36 masuk halaman Pemkab Kediri sekitar pukul 21.00 (Didin Saputro - radarkediri.id)

Untuk yang pulang dahulu karena ada keperluan adalah anggota DPRD Kabupaten Kediri terpilih. Yakni melaksanakan pelantikan 24 Agustus lalu. Sementara yang lain, rata-rata pulang karena gangguan kesehatan.

Kloter 36 tiba lebih dahulu. Tepatnya pada 21.00 WIB. Tahun ini untuk penataannya, menurut Enim, lebih mudah. Sebab koper jamaah telah datang lebih dahulu di kantor pemkab. Beberapa menit sebelum rombongan jamaah datang.

Sehingga, panitia lebih mudah mendistribusikan ke pemiliknya sebelum keluarga menjemput di lapangan belakang kantor Pemkab Kediri. "Saat jamaah turun, hanta tinggal mengambil koper-koper itu," ujarnya.

Sementara jamaah susulan, lanjut Enim, tiba bersama kloter-kloter yang diikuti. Jumlahnya tak banyak. Mereka tergabung dengan kloter daerah lain. Seperti Surabaya dan Lamongan. "Sesuai rombongan yang diikuti. Kalau Kloter 40 ya hari Sabtu dan seterusnya," ungkapnya.

Selama di Tanah Suci, secara umum Enim menyampaikan, tidak ada kendala berarti. Hanya beberapa prediksi cuaca yang tidak menentu yang semestinya lebih diperhatikan. "Secara umum lancar. Antarjamaah juga saling menjaga. Sehingga kita lihat saat pulang sehat sehat semua," jelasnya.

Enim berpesan, jamaah bisa istirahat yang cukup. Untuk mengembalikan kondisi kesehatan usai aktivitas haji yang padat." Menerima tamu tentu saja, tapi juga harus dibatasi dan diimbangi dengan istirahat yang cukup, "pesannya.

Setelah ini, ia berharap, jamaah haji semakin meningkatkan ibadah. Di Kabupaten Kediri total yang berangkat ada 1.152 dan terbagi tiga kloter. Yakni kloter 36 dengan 262 jamaah. Kloter 37 dengan 445 jamaah dan kloter 38 sebanyak 445 jamaah.

Sementara itu, jamaah haji Kota Kediri menyusul pulang hari ini (31/8). Mereka terbang dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, pagi. Sesuai jadwal, jamaah tiba di aula Al Muktamar Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, besok dini hari.

    Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kota Kediri Tjitjik Rahmawati mengatakan, sebanyak 262 jamaah dijadwalkan meninggalkan Tanah Suci sekitar pukul 08.45 Waktu Arab Saudi (WAS), pagi ini. Dengan perjalanan sekitar 10 jam, jamaah tiba di Bandara Juanda, Surabaya, sekitar pukul 23.30. “Kami langsung menuju asrama dulu,” ujarnya.

    Di Asrama Haji Sukolilo, lanjut Tjitjik, ada pelepasan dari Kanwil Kemenag Jatim. Selain itu, mereka juga mengecek terakhir sebelum pulang ke rumah masing-masing. Dengan agenda tersebut, jamaah Kota Kediri baru tiba di aula Al Muktamar Ponpes Lirboyo sekitar pukul 04.30, Minggu besok (1/9). “Jadi tanggal 1 (September) baru sampai di rumah,” ungkap Tjitjik yang saat ini berada di Tanah Suci.

    Untuk penjemputan hanya dibatasi satu orang untuk setiap keluarga yang bisa masuk area aula. Mereka mendapat stiker penjemputan. Pasalnya, hari itu juga seluruh koper akan diserahkan ke masing-masing jamaah.

Sebelumnya koper harus dikumpulkan di bandara Jeddah pada 25 Agustus. Setelah itu, mereka tidak lagi membawa koper. “Besok (hari ini, Red) waktu ke bandara, tinggal membawa tas tenteng,” ujarnya.

    Lebih jauh, Tjitjik mengatakan, seluruh jamaah dalam kondisi sehat. Kalaupun sakit hanya batuk dan pilek. Karena itu tidak ada yang ditinggal di Makkah. “Alhamdulillah semua bisa pulang. Tidak ada yang dirawat,” katanya.

    Kemarin, setelah salat Jumat semua jamaah melaksanakan tawaf perpisahan. Jika sebelumnya ada yang memilih beribadah di kamar, untuk ibadah kali ini, mereka ke Masjidilharam. “Ini sebagai pertanda jamaah akan meninggalkan Kota Suci. Seperti tuntunan Nabi Muhammad,” pungkasnya.               

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia