Selasa, 22 Oct 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Komisi E DPRD Jatim: Banyak yang Mengadu Soal Pencairan Tistas SMA/SMK

31 Agustus 2019, 13: 55: 20 WIB | editor : Adi Nugroho

Anggaran Tistas SMA SMK Kediri

EDUKASI: Kepala SMAN 2 Kota Kediri Sony Tataq Setya memberi motivasi kepada para anak didiknya di kelas. (Anwar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) memastikan anggaran program pendidikan gratis dan berkualitas (tistas) SMA/SMK bisa dicairkan pertengahan September. Ini menyusul tuntasnya pembahasan perubahan APBD 2019 bersama pemprov.

Meski dipastikan cair dalam waktu dekat, kalangan dewan meminta sekolah segera menuntaskan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS). Tanpa hal itu, sekolah tidak bisa menerima biaya penunjang operasional penyelenggara pendidikan (BPOPP).

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Suli Da’im mengaku, banyak mendapat keluhan dari sejumlah SMA/SMK soal terlambatnya pencairan dana tistas. Pasalnya, program dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa itu merupakan pengganti sumbangan pembinaan pendidikan (SPP). “Banyak yang mengadu ke dewan,” katanya.

Akbat terlambatnya tistas yang seharusnya diterima di tahun ajaran baru pada Juli lalu, sejumlah sekolah harus mencari pinjaman. Termasuk SMA di Kota Kediri. Pinjaman itu digunakan untuk menopang biaya operasional sekolah. Pasalnya, cabang dinas pendidikan (cabdispendik) pemprov wilayah Kediri melarang SMA/SMK menarik iuran SPP.

Atas kondisi itu, Da’im meminta, sekolah tidak perlu risau. Sebab, pihaknya memastikan anggaran tistas sebesar Rp 2 triliun se-Jatim itu bisa dicairkan pada minggu kedua September. “Ya kira-kira minggu kedua,” ungkap politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Kepastian itu didapat setelah DPRD dan pemprov menuntaskan pembahasan perubahan APBD 2019 pada Selasa lalu (27/8). “Setelah dievaluasi, biasanya dua minggu bisa dicairkan (perubahan anggaran keuangan),” tandas aktivis Pemuda Muhammadiyah ini.

Untuk itulah, Da’im berharap, sekolah segera merampungkan RKAS. Pasalnya, dari laporan yang diterima dewan, banyak SMA/SMK yang belum menuntaskan syarat pencairan tistas itu.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 (Smada) Kediri Sony Tataq Setya mengaku, sekolahnya sudah menyusun RKAS. Hanya saja, draf laporannya belum diunggah secara online ke provinsi. “Teknisnya dari sekolah dilaporkan ke cabdispendik lalu ke provinsi,” urainya.

Terkait pengunggahan laporan tersebut, Sony mengungkapkan, pihaknya menunggu petunjuk teknis (juknis) dari provinsi. Sebab sampai hari ini, juknis tistas belum turun. “Jadi nanti kami tahu mana yang boleh dan tidak boleh digunakan anggarannya,” ungkapnya.

Namun begitu, Sony mengaku, kegiatan di sekolahnya tetap jalan. Hanya jika sebelumnya bisa melaju 80 kilometer (km) per jam, saat ini untuk sementara sekitar 30 km/jam. “Ya sedikit tertatih. Tapi semuanya berjalan,” pungkas mantan kepala SMAN 3 Kota Kediri ini.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia