Selasa, 19 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Ngebut, Laka Maut Terjadi Lagi di Ngadiluwih

Oleng, Honda Beat Terjang Kijang

30 Agustus 2019, 18: 00: 09 WIB | editor : Adi Nugroho

Kecelakaan Ngadiluwih

Kecelakaan Ngadiluwih (radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Sikap berkendara yang ugal-ugalan kembali jadi biang terjadinya kecelakaan lalu lintas yang berujung maut. Seorang pengendara motor asal Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, harus meregang nyawa setelah terlibat kecelakaan dengan Toyota Kijang. Menurut saksi mata, motor yang ngebut menjadi awal petaka tersebut.

Korban meninggal adalah Renik Setiana, 36. Wanita ini meninggal dengan luka parah di beberapa bagian tubuh. Selain darah yang mengucur di bagian kepala, korban juga menderita patah kaki.

“Saat itu Renik melaju dengan kencang. Diduga korban tidak bisa mengendalikan kendaraanya sebelum kecelakaan,” terang Kasihumas Polsek Ngadiluwih Aiptu Anwar Sanusi.

Kecelakaan itu terjadi Selasa (27/8) sekitar pukul 17.45. Lokasinya di selatan pertigaan traffict light Ngadiluwih. Masih masuk wilayah Desa Purwokerto.

Menurut keterangan saksi mata, jalanan tidak terlalu padat saat hari menjelang petang itu. Renik memacu kendaraan matic-nya dengan kencang. Nahasnya, saat melintas di tempat kejadian, wanita tersebut seperti tak bisa mengendalikan kendaraannya. Laju Honda Beat bernopol AG 4173 GW tersebut oleng. Badan motor juga berada terlalu ke kanan. Memasuki jalur kendaraan dari arah yang berlawanan.

Padahal, saat itu meluncur pula Toyota Kijang warna hijau bernopol AG 1783 HF dari arah berlawanan. Mobil itu dikemudikan oleh Mubaiyin, 65, warga Desa/Kecamatan Ngadiluwih.

Karena juga melaju dengan kencang, Mubaiyin terkejut saat ada motor yang menuju ke arahnya. Dia pun tak sempat menghindar. Akibatnya, tabrakan adu muka tak terelakkan. Motor Renik menghantam bagian depan mobil.

Benturan dua kendaraan yang terjadi dengan keras itu membuat tubuh Renik terlempar ke aspal. Tubuh dan kepalanya menghantam jalan. Membuat luka parah di kepala dan kaki. Korban masih bernyawa saat kejadian. Setelah sempat ditolong warga sekitar, polisi kemudian membawa korban ke RSUD Gambiran Kota Kediri. Sayang, nyawa Renik tak tertolong. Dia mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit tersebut pada Rabu (28/8) dini hari. Atau beberapa jam setelah kejadian.

“Saat ini kasus kecelakaan kami limpahkan ke Unit Laka Lantas Polres Kediri,” jelas Anwar. Untuk kepentingan pemrosesan kasus lebih lanjut, barang bukti berupa sepeda motor dan mobil diamankan di Mapolres.

Sementara itu, kecelakaan di atas menjadi kasus kecelakaan maut kedua di wilayah Polsek Ngadiluwih dalam dua hari. Sebelumya juga terjadi kecelakan adu kambing yang memakan korban jiwa. Lokasinya di Jembatan Wijaya Kusuma, Desa Bangle, Kecamatan Ngadiluwih. Kecelakaan itu terjadi Senin (26/8) lalu.

Yang terlibat kecelakaan adalah motor nopol AG 6934 yang dikendarai M. Affan. Dia bertabrakan dengan Galih yang mengendarai Honda Scoopy bernopol AG 6934 CF. Saat itu Affan meninggal di lokasi kejadian.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia