Selasa, 19 Nov 2019
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI

Tumbang di Martapura, Macan Putih Tertahan di Posisi 3

29 Agustus 2019, 18: 38: 09 WIB | editor : Adi Nugroho

persik kediri

ADU SPRINT: Yusuf Meilana (ungu) berusaha melewati hadangan pemain Martapura FC dalam pertandingan kemarin di Stadion Deman Lehman, Martapura. (M. IDRIS JIAN SIDIK/RADAR BANJARMASIN for radarkediri.id)

Share this          

MARTAPURA, JP Radar Kediri – Sontekan Faris Aditama di akhir babak kedua gagal membawa pulang 1 poin bagi Persik kemarin. Meskipun bola menerjang jala gawang Martapura FC, wasit menganulir gol tersebut. Alasannya, pemain Persik bernomor punggung 13 itu dianggap offside. Dan, akhirnya, sampai peluit dibunyikan, tuan rumah Martapura FC unggul 1-0.

Dengan kekalahan itu, Persik memang masih bercokol di posisi ketiga klasemen sementara Grup Timur Liga 2 dengan 17 poin. Namun, jaraknya dengan Persewar hanya terpaut 2 poin. Masalahnya, jumlah laga Macan Putih lebih banyak dibanding tim asal Papua itu.

Sebenarnya, meski main di Stadion Demang Lehman, Septian Bagaskara dkk lebih unggul dalam penguasaan bola. Di babak pertama, beberapa kali Persik mengancam gawang Martapura FC. Sayang, peluang tersebut gagal dikonversi jadi gol. Justru, Martapura berhasil mencuri gol lewat tendangan Pratama di menit ke-26.

Setelah gol tersebut, permainan Persik sebenarnya semakin membaik. Terutama di babak kedua. Puncaknya, menjelang akhir pertandingan, bench pemain Persik sempat bersorak. Sebelum dianulir, bola rebound di depan gawang Martapura, langsung disambar Faris Aditama menjadi gol.

Manajer Persik Benny Kurniawan mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit. Versi Benny, seharusnya gol Faris sah. “Itu bukan offside. Karena Faris muncul dari belakang setelah bola rebound,” kata Benny kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Meski dikecewakan wasit, Benny meminta pemainnya tetap tegak. Masih ada pertandingan lawan PSIM Jogjakarta, Senin depan (2/9), di Stadion Brawijaya. “Mau bagaimana lagi. Kami harus segera bangkit untuk menyongsong laga berikutnya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Asisten Pelatih Alfiat. Dia mengakui gol Faris bukan offside. “Itu seharusnya gol buat kami,” kata Alfiat setelah pertandingan.

Dia mengaku, permainan anak asuhnya di babak kedua sangat baik. Karena itu, gol penyeimbang yang kemudian dianulir itu sebenarnya pantas bagi Persik. “Kami menilai wasit kurang fair,” ujarnya.

Alfiat menambahkan, Persik tidak akan melayangkan protes ke komisi wasit. Namun dia meminta perangkat pertandingan lebih fair ke depan. Jangan sampai insiden putaran pertama terulang kembali di leg kedua. “Kita terima kekalahan. Di luar kepemimpinan wasit yang tidak fair, Martapura juga bermain sangat baik,” katanya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia