Selasa, 19 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Waspada Penipuan CPNS

Belum Ada Info Rekrutmen

28 Agustus 2019, 13: 33: 35 WIB | editor : Adi Nugroho

CPNS

(Grafis Nakula Agie Sada - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Maraknya kabar tentang rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang beredar di media sosial (medsos) langsung direspons oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Nganjuk. Mereka meminta masyarakat berhati-hati. Sebab, hingga saat ini belum ada kabar lebih lanjut tentang rekrutmen abdi negara tersebut. 

          Kabid Pengadaan dan Mutasi BKD Nganjuk Agus Heri Widodo mengatakan, setelah mengirimkan usulan formasi ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) awal Agustus lalu, sejauh ini belum ada kabar lebih lanjut dari pusat. “Kami belum menerima surat resmi terkait rekrutmen CPNS dan Kemenpan RB,” ujar Agus.

Karenanya, Agus meminta masyarakat untuk berhati-hati bila menerima kabar tentang rekrutmen CPNS. Terutama yang marak beredar di medsos. Termasuk pesan berantai di grup WhatsApp.

Grafis

(Grafis Nakula Agie Sada - radarkediri.id)

Dari beberapa pesan tentang rekrutmen CPNS, diakui Agus beberapa di antaranya sangat tidak masuk akal. Misalnya, penerimaan pegawai tanpa ada tes atau ujian terlebih dahulu. “Itu jelas bohong. Sebaiknya masayrakat memantau informasi dari sumber resmi. Bisa di situs pemkab atau dari kementerian,” imbaunya mencegah agar masyarakat tak tertipu.

Untuk diketahui, Juli lalu Pemkab Nganjuk sudah mengajukan Untuk diketahui, sebelumnya, pada awal Juli lalu, BKD sudah mengusulkan sebanyak 550 formasi ke Kemenpan RB. Rinciannya, rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) sebanyak 385 formasi dan CPNS sebanyak 165 formasi.

Dalam perjalanannya, pemkab dikumpulkan di Kemenpan RB pada akhir Juli lalu. Di sana, mereka diberitahu tentang perubahan mekanisme usulan formasi CPNS. Yaitu, jumlah pegawai yang pensiun tahun 2018 ditambah 150. Dengan jumlah pegawai yang pensiun mencapai 591 orang, berarti pemkab bisa merevisi usulan menjadi 741 formasi. 

BKD, lanjut Agus yang ditanya tentang perubahan formasi tersebut menjelaskan, pihaknya sudah mengirim revisi formasi CPNS ke Kemenpan RB. Hanya saja, hingga akhir Agustus ini masih belum ada pemberitahuan tentang jumlah formasi yang disetujui. “Belum ada kabar,” terangnya.

Sesuai mekanisme, kata Agus, Kemenpan RB akan menganalisa ulang usulan formasi dari daerah. Ada beberapa indikator yang digunakan kementerian sebelum menurunkan jumlah formasi.

Bahkan, analisa persetujuan formasi pegawai tidak hanya dilakukan satu instansi saja. Melainkan gabungan dari empat instansi. Yakni Kemenpan RB, Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Kesehatan.

Karenanya, hingga kemarin BKD masih menunggu kabar lebih lanjut dari pemerintah pusat. Selain menunggu jumlah formasi, mereka juga menunggu kabar tentang jadwal rekrutmen.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia