Jumat, 20 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Events

Kirab Berkuda dan Sungkem Leluhur Bumi di Menang

24 Agustus 2019, 14: 31: 43 WIB | editor : Adi Nugroho

desa menang

SEMARAK: Peserta kirab pasukan berkuda dan pawai mobil memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan di area Sendang Tirta Kamandanu, Desa Menang, Kecamatan Pagu. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Kirab pasukan berkuda menyemarakkan perayaan Hari Kemerdekaan di kawasan Sendang Tirta Kamandanu yang berlokasi di Desa Menang, Kecamatan Pagu. Di area sumber mata air yang dikenal dengan petilasan Sri Aji Jayabaya itu sekaligus diadakan upacara Sungkem Leluhur Bumi Kediri dan Sungkem Leluhur Kediri.

“Dengan kegiatan tersebut merupakan salah satu cara menunjukkan rasa cinta tanah air Indonesia,” terang Gatot Sapta, ketua acara kirab dan sungkem leluhur bumi ini.

          Kegiatan berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB. Meski begitu, sebelumnya puluhan warga sudah tampak memadati Sendang Tirta Kamandanu. Selain di sana, mereka juga terlihat tengah menunggu di sepanjang jalan yang akan dilewati oleh peserta kirab pasukan berkuda. “Saya menunggu di sini saja, nanti juga lewat sini,” ujar Sumarni, 40, warga Menang, yang antusias menonton acara itu.

sendang tirtakamandanu

MENARIK: Pasukan berkuda saat semarakkan Hari Kemerdekaan di kawasan Sendang Tirta Kamandanu. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Sebagai warga setempat, dia mengaku, sangat senang dengan kegiatan khas desanya memperingati perayaan Hari Kemerdekaan. Selain menjadi sebuah hiburan, acara tersebut menjadi pengingat budaya leluhur.

Bersama dengan ibu-ibu lainnya, Sumarni menunggu rombongan kirab sambil duduk di kursi. Sementara itu, di lokasi Sendang Tirto Kamandanu warga tengah menyaksikan upacara Sungkem Leluhur Bumi Kediri dan Sungkem Leluhur Kediri.

Peserta kirab tak hanya muda-mudi. Namun juga orang tua. Mereka menggunakan busana adat. Sebelum menjalani kirab, mereka terlebih dahulu melakukan ritual. Warga yang penasaran, melihat ritual tersebut dari balik pagar. Upacara berlangsung dengah khidmat.

Setelah melakukan upacara, rombongan langsung menuju kereta kuda. Total ada enam kereta kuda dan dua mobil yang ikut pawai.  Sebelum pasukan berkuda bergerak, Gusti Pangeran Guber yang berasal dari Solo bersama dengan Gatot mengelilingi area sendang menunggang kuda.

Setelah mengelilingi area sendang sebanyak satu kali, dikawal oleh anggota Polsek Pagu rombongan kuda langsung bergerak. Rute kirab dimulai dari Desa Menang munuju arah barat. Dari Desa Wates, Pagu menuju ke arah utara, yaitu Desa Pagu. Tepatnya di Dusun Padangan.

Kemudian rombongan menuju arah timur ke Desa Sitimerto dan berakhir di lokasi awal. “Berhenti, aku mau naik,” teriak anak-anak sekitar ketika kirab kuda sedang lewat.

Namun karena kursi kereta kuda penuh, mereka hanya bisa melihat sambil melambaikan tangan. Sesekali, mereka mengikuti langkah rombongan. Sebelum kembali ke lokasi sendang, rombongan terlebih dahulu berhenti di area petilasan Sri Aji Jayabaya. Di lokasi tersebut, mereka melakukan ritual Sungkem Leluhur Kediri.

“Dengan acara ini dapat membangkitkan rasa jati diri kita,” terang Gusti Pangeran Guber yang merupakan ketua Forum Cinta Tanah Air.Setelah dilakukan kirab dan upacara, malam harinya sekitar pukul 21.00 di lokasi sendang diadakan pergelaran wayang kulit.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia