Sabtu, 21 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Sungai Bodor Dipenuhi Pembalut dan Popok

Warga Keluhkan Bau Tak Sedap

24 Agustus 2019, 14: 29: 20 WIB | editor : Adi Nugroho

sampah sungai

LAUTAN SAMPAH: Seorang anak laki-laki nekat masuk ke aliran sungai Bodor yang dangkal untuk mengambil bola. Selain dipenuhi sampah, sungai Bodor mengeluarkan bau tak sedap sejak Agustus ini. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

PACE, JP Radar Nganjuk - Warga Desa Plosoharjo, Pace mengeluhkan bau tak sedap di sepanjang aliran sungai Bodor. Pasalnya, sejak sungai yang berhulu di gunung Wilis itu mengering, tumpukan sampah di sana mengeluarkan bau yang menusuk hidung.

          Sunarto, 54, warga setempat mengatakan, sejak aliran sungai mengecil pada awal musim kemarau akhir Juli lalu, sampah semakin menumpuk di aliran sungai Bodor. “Sampah ini hanya bisa bersih kalau aliran sungainya besar atau diterjang  banjir,” ujarnya.

          Lebih jauh pria yang akrab disapa Sunar ini menjelaskan, warga di sekitar sungai tidak bisa berbuat banyak soal menumpuknya sampah di sana. Sebab, mayoritas sampah berasal dari orang luar desa Plosoharjo.

          Mereka membuang sampah saat melintasi sungai. Karena perilaku itu, berbagai jenis sampah mulai bangkai hewan, kotoran hewan, hingga pembalut dan popok  pun memenuhi sungai. “Yang paling banyak sampah pembalut dan popok bayi (diapers, Red),” lanjut Sunar.

          Belakangan, warga setempat tidak hanya disuguhi pemandangan tumpukan sampah. Melainkan juga harus mencium bau tak sedap dari sana sepanjang hari. “Dulu kalau mancing di sungai Bodor ini ikannya bisa dimasak, sekarang saya jadi jijik karena tumpukan sampah ini terlalu banyak,” terangnya sambil menutup hidung.

          Kenapa warga tidak melakukan pembersihan sungai dari sampah? Ditanya demikian, Sunar menyebut warga mau membersihkan sampah. Tetapi, mereka juga berharap dilakukan pengerukan sedimen sungai selama musim kemarau.

          Sehingga, saat musim hujan warga di tepi sungai tidak terkena musibah banjir seperti yang rutin terjadi setiap tahun. Tidak hanya itu, warga juga meminta pemkab membuat aturan yang tegas bagi pembuang sampah sembarangan. Misalnya, dengan mengenakan denda. Selanjutnya, warga bisa memberi imbalan kepada warga yang menangkap pembuang sampah di sungai.

Terpisah, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nugroho yang dikonfirmasi tentang tumpukan sampah di sungai Bodor mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan. “Sebelum nanti masuk musim hujan, sampah yang ada di sungai Bodor itu harus bersih semua,” tuturnya.

Masalah sampah, lanjut Nugroho, tidak hanya menjadi tanggung jawab BPBD. Karenanya, dalam waktu dekat dia akan berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup (LH), balai besar wilayah sungai (BBWS) dan dinas pekerjaan umum penataan ruang (PUPR).

Dikatakan Nugroho, ancaman bencana banjir merupakan kewenangan BPBD. Kemudian, pengelolaan sampah adalah kewenangan dinas LH. Adapun pengerukan sedimen merupaan domain BBWS atau dinas PUPR. “Kami akan berkoordinasi agar bisa bersama-sama menyelesaikan masalah ini,” terangnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia