Senin, 16 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Politik

BPBD Asesmen Belasan Desa

September Nanti Diprediksi Kebutuhan Air Naik

24 Agustus 2019, 12: 13: 56 WIB | editor : Adi Nugroho

Kekeringan

UNTUK KONSUMSI: Warga Desa Tempuran, Ngluyu mengangkat air bersih yang baru diambil dari tandon. Mulai kemarin warga akan mendapat kiriman secara rutin hingga musim penghujan tiba. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGLUYU, JP Radar Nganjuk-Terus bertambahnya desa yang mengalami kekeringan diantisipasi oleh badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). Yaitu, dengan melakukan asesmen ke belasan desa yang rawan kekeringan. Sehingga, kesulitan air yang menimpa warga bisa segera dideteksi.

Sesuai hasil pemetaan BPBD Nganjuk, total ada 13 desa rawan kekeringan di Kota Angin. Dari belasan desa tersebut, empat di antaranya sudah mengalami kekeringan Agustus ini.

Bagaimana dengan sembilan desa lainnya? Nugroho m,engatakan, hingga kemarin masih belum ada desa yang memberi laporan ke BPBD. Meski demikian, pihaknya akan melakukan jemput bola. “Kami lakukan asesmen ke desa yang masuk peta rawan kekeringan,” ujar Nugroho.

Tim di BPBD Nganjuk, lanjut Nugroho, siap turun ke daerah yang sudah dipetakan sebelumnya. “Kami lakukan pemantauan dan jika diperlukan langsung dilakukan asesmen,” lanjutnya.

Sementara itu, kemarin BPBD melakukan dropping air ke Desa Gampeng, Desa Tempuran dan Desa Lengkonglor, Ngluyu. Dari tiga desa tersebut, air paling banyak dikirimkan ke Desa Gampeng sebanyak empat tangki. Adapun Desa Tempuran dan Lengkong Lor, masing-masing mendapat dua tangki dan satu tangki.

Jika kemarin BPBD baru mengirim tujuh tangki ke Ngluyu, Nugroho memprediksi kebutuhan air bersih akan bertambah banyak pada September nanti. Alasannya, saat ini masih ada sumur warga yang mengeluarkan air. Yaitu, sumur dengan kedalaman 16 meter.

Adapun sumur warga lainnya sudah mengering. Sebagian ada yang mengeluarkan air tetapi sudah keruh dan kotor. “September nanti semua sumur diprediksi akan kering total,” terangnya.

Dikatakan Nugroho, sebenarnya di Desa Tempuran ada tandon beton dari proyek sanitasi air bersih oleh Provinsi Jatim. Sayangnya, di musim kemarau seperti sekarang, tandon tidak lagi bisa mengalirkan air ke rumah warga. Sebab, air yang diambil dari sumber Ubalan itu tidak mencukupi.

Untuk diketahui, selain mengirim air bersih untuk tiga desa di Ngluyu, kemarin tim BPBD juga mengirim air bersih ke Desa Ngepung, Lengkong. Total ada dua tangki air yang dikirim ke desa langganan kekeringan tiap musim kemarau itu. “Pengiriman dilakukan setiap hari, kami berangkat dari pagi sampai sore,” beber Nugroho.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia