Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Events

Anugerah Desa: Naungi Usaha Mikro hingga Bikin Band

22 Agustus 2019, 17: 00: 31 WIB | editor : Adi Nugroho

anugerah desa puncu

POTENSIAL: Perangkat Desa Asmorobangun melihat karyawan melayani konsumen di pom mini yang dikelola BUMDes. (Bagus Choco - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Anak muda di Desa/Kecamatan Puncu benar-benar aktif dan kompak. Sejumlah kegiatan masuk dalam program Getar Jiwa. Kepanjangan dari Gerakan Karang Taruna Jaya Kreatif, Beriman, dan Bertaqwa.

Program itu menaungi usaha mikro yang dipelopori anggota hingga band karang taruna. “Kami memiliki banyak usaha, kebetulan yang memiliki anak muda,” papar Hendro, ketua Karang Taruna Mahardika dari Desa Puncu. Usaha tersebut di antaranya budidaya anggrek, rajutan, hingga daur ulang sampah. “Kami juga rutin memberi santunan lansia dan yatim piatu,” sambungnya.

Karang taruna ini memiliki band. Peralatan diberi donatur dari warga desa. Tak hanya band tetapi juga orkes. Biasanya melayani hajatan di desa. Kepala Desa Puncu Hengki Dwi Setyawan mengakui, kekompakan anak muda desanya. Itu karena desa terus mewadahi kepentingan mereka.

KREATIF: Salah satu produk hasil karya karang taruna Mahardika dari Desa Puncu

KREATIF: Salah satu produk hasil karya karang taruna Mahardika dari Desa Puncu (Bagus Choco - radarkediri.id)

Dukungan penuh diberikan karena kegiatan diyakini mengurangi konflik di antara anak muda. “Dampaknya sangat terasa. Kenakalan remaja pun berkurang,” jelas Hengki.

Memang, sejarahnya, setiap dusun memiliki kelompok-kelompok anak muda. Khawatir terjadi persaingan yang memicu konflik, desa akhirnya mewadahi dalam karang taruna. Sampai saat ini, anggotanya 150 orang.

Tak hanya fasilitas, desa pun rutin memberi bantuan uang. Pada 2019 ini diberikan anggaran Rp 9 juta untuk bantuan keuangan dan peralatan. Ada pula fasilitas promosi produk-produk unggulan yang digagas anggota karang taruna. “Kami gelar pelatihan dan ajak karang taruna tiap ada pameran,” jelasnya.

Karena potensi yang besar inilah, dalam Anugerah Desa, Puncu pilih kategori Pembinaan Anak Muda. Nominator kategori Pengelolaan BUMDes 2017 ini berharap bisa meraih prestasi lebih baik lagi.

Sementara itu, Desa Asmorobangun memilih kategori pengelolaan BUMDes untuk Anugerah Desa 2019. Unit usaha yang diajukan adalah Mini Pom. Ada dua mini pom yang dikelola dan telah menghasilkan keuntungan. “Mini Pom potensial karena jarak desa jauh dari SPBU Pertamina,” terangnya. BUMDes hanya bersaing dengan mini pom yang dikelola warga secara pribadi.

Keuntungan pun sudah masuk pendapatan asli desa. “Nilainya di kisaran Rp 1,5 juta. Karena sebagian masih diputar untuk operasional,” terang Antohari, manager BUMDes Bangun Jaya Makmur.

Desa saat ini juga merintis desa wisata Kampung Jawa yang juga diharapkan bisa memberikan tambahan pendapatan untuk desa. Karena itulah, desa wisata juga dimasukkan unit usaha BUMDes.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia