Minggu, 22 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Cerai di Kalangan PNS Kediri Masih Tinggi

20 Agustus 2019, 18: 35: 16 WIB | editor : Adi Nugroho

Perceraian di Kediri

Perceraian di Kediri (radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Angka perceraian di kalangan pegawai negeri sipil (PNS) masih tinggi. Bila dibandingkan tahun sebelumnya angka perceraian di kalangan abdi negara ini meningkat signifikan. Bila setahun lalu angka perceraian para ambtenaar itu sebanyak 31 kasus, hingga Juli lalu perkara yang masuk Pengadilan Agama (PA) Kota Kediri sebanyak 34. Angka ini masih bisa bertambah hingga akhir tahun nanti.

Menurut Hadiyatullah, panitera PA, memang dari 34 perkara itu belum semuanya tuntas. Ada beberapa kasus yang berkasnya belum lengkap. Sehingga belum ada putusan. “Dari beberapa PNS yang mengajukan perceraian di pengadilan agama, ada yang telah mendapatkan persetujuan dan ada yang belum mendapatkan rekomendasi dari Pemkot,” ungkap Hadi.

Yang menarik, masih menurut Hadi, dari angka perceraian itu paling dominan adalah gugat cerai. Yaitu keinginan bercerai yang dilakukan oleh pihak wanita. Dia mencontohkan, selama semester awal tahun ini jumlah gugatan yang sudah diputus mencapai 24 kasus. Dari jumlah itu, hanya lima yang merupakan cerai talak, atau kasus perceraian yang diajukan oleh pihak suami. Sementara sisanya merupakan cerai gugat.

Lalu, apa penyebab paling banyak dari kasus-kasus perceraian itu? Menurut Hadi, persoalan keluarga masih banyak menjadi pemantik. Dan itu kebanyakan disebabkan adanya cekcok atau pertengkaran. dan pemicu pertengkaran itu sebagaian besar karena terjadi perselingkuhan.

”Angka perceraian yang diakibatkan cekcok memang mengalami kenaikan yang signifikan dalam tiga tahun terakhir,” terangnya.

Hadi kemudian menyodorkan angka permintaan cerai dari pihak wanita dalam tiga tahun terakhir itu. Yaitu, pada 2016 terjadi 133 kasus, pada 2017 terjadi 167 kasus, dan pada tahun lalu ada 215 kasus.

Wakil Panitera PA Katimun menambahkan, angka perceraian secara umum di Kota Kediri relatif masih tinggi. Meskipun ada penurunan dalam dua tahun terakhir, yaitu dari 701 kasus di 2017 menjadi 656 kasus tahun lalu. Dari angka itu, cerai gugat juga masih mendominasi.

Katimun menilai masalah ekonomi masih menjadi faktor penyebab paling besar.  Di antaranya menyangkut kurangnya tanggung jawab menafkahi dari suami selaku kepala keluarga.Tak hanya itu, Katimun menilai banyaknya istri yang menjadi tenaga kerja Indonesia atau merantau ke luar kota juga menjadi penyebabnya.

“Selama sang istri bekerja ke luar negeri, ternyata suaminya berselingkuh dan menghambur-hamburkan kiriman uang istrinya. Banyak istri yang mengajukan perceraian hanya karena masalah seperti itu,” ungkapnya.

Pihaknya pun mengakui, faktor pemicu perceraian selain masalah ekonomi dan cekcok juga karena adanya faktor pihak ketiga. Juga karena muncul kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). “Kebanyakan perceraian karena faktor cekcok dan faktor ekonomi. Mayoritas diajukan kaum perempuan dengan rentang usia berkisar 25-40 tahun,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, angka perceraian talak di Kota Kediri pada 2016 sebesar 139 kasus. Kemudian, pada 2017 sebanyak 184 kasus. Dan pada 2018 sebanyak 155 kasus.

Sementara, angka perceraian gugat pada 2016 sebanyak 443 kasus. Pada 2017 terjadi 517 kasus. Dan pada 2018 mencapai 510 kasus.

Dari jumlah itu, pemicu faktor ekonomi mencapai 350 perkara pada 2016. Kemudian menjadi 289 perkara di tahun berikutnya. Dan hanya terjadi 265 kasus pada tahun lalu.

Berbeda dengan pemicu cerai karena cekcok. Justru meningkat dari tahun ke tahun. Misalnya, pada 2016 ada 113 pasangan bercerai karena pertengkaran. Kemudian meningkat pada 2017 menjadi 167 kasus. Dan pada 2018 lebih banyak lagi, sebanyak 215 perceraian.

Pihak PA mengaku terus berupaya menekan angka perceraian itu. “Kami berharap pada masyarakat agar mengurungkan niatnya untuk bercerai. Kalau memang ada permasalahan dalam rumah tangga bisa diselesaikan dengan baik-baik dengan mediasi,” ujar pria asal Ponorogo ini.

Memilih Berpisah

2018                              Jumlah PNS cerai          31

                                      Talak          9, Cerai Gugat 22

2019 (hingga Juli)                    Jumlah PNS cerai 34 (3 berkas belum tuntas)

                                      Talak 16, cerai gugat 18

Sumber : PA Kota Kediri

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia