Minggu, 22 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Tewas karena Tulang Leher Patah

Pembunuh Damin Diancam 15 Tahun Penjara

19 Agustus 2019, 19: 52: 16 WIB | editor : Adi Nugroho

pembunuhan

TEMPAT KEJADIAN PERKARA: Dua anak bermain di belakang rumah Damin yang menjadi lokasi pembacokan pria tua itu. Hingga kemarin polisi belum melepas police line yang dipasang sejak Sabtu (17/8) lalu. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Supar, 48, harus mendekam di tahanan dalam waktu yang lama. Pasalnya, setelah diperiksa penyidik secara maraton, pria paruh baya asal Desa Musirlor, Rejoso itu ditetapkan sebagai tersangka setelah menghabisi nyawa Damin, 69, pamannya.

          Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan mengatakan, tindakan Supar yang telah menghilangkan nyawa pamannya diancam dengan pasal 338 KUHP atau pembunuhan. “Tindakan yang dilakukan tersangka adalah spontanitas,” ungkap Iptu Nikolas sembari menyebut ancaman hukumannya 15 tahun penjara.

              Lebih jauh pria yang akrab disapa Niko ini berujar, awalnya ada indikasi tindakan Supar sudah direncanakan. Sebab, dia menghampiri Damin sambil membawa parang. Tetapi, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan para saksi, hal tersebut terbantahkan. Supar membawa parang karena kesal dan marah kepada Damin. “Tidak direncanakan,” lanjut perwira yang sebelumnya bertugas di Polda Jatim itu.

              Kekesalan dan kemarahan Supar membuatnya terlibat cekcok mulut dengan Damin. Pertengkaran keduanya dipicu masalah utang piutang. Diduga, saat itu Supar terlalu emosi dan membacok Damin hingga tewas.

              Dalam pemeriksaan diketahui jika Supar membacok Damin sebanyak empat kali. Tetapi, hanya tiga bacokan yang bisa mengenai. Sebab, di bacokan pertama Damin berhasil menghindar. “Kena bagian leher, kepala dan kaki,” terang pria yang akrab disapa Niko tersebut.

              Sementara itu, setelah peristiwa berdarah itu mayat korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Moestadjab untuk proses otopsi. Mayat pria tua itu baru dipulangkan kemarin dan langsung dimakamkan.

              Berdasar hasil otopsi pula, Damin dipastikan meninggal akibat luka bacok di lehernya. “Tulang leher ke tiga dan ke empatnya patah kena bacok,” papar perwira berusia 27 tahun itu sembari menyebut Damin kehabisan darah dan pusat pernapasannya terputus.

              Seperti diberitakan, pembacokan yang berujung pada tewasnya Damin itu terjadi akibat masalah utang piutang. Supar memiliki utang Rp 23 juta kepada Damin dengan jaminan sertifikat. Sedianya Supar membayar utang tersebut kepada sang paman.

              Tetapi, dia dimintai uang yang jumlahnya naik berlipat. Yaitu, nilainya menjadi lebih dari 200 juta. Masalah semakin meruncing saat Damin berencana membuat septic tank di belakang rumahnya.

Supar berusaha mencegah hal tersebut karena merasa tanah tempat septic tank masih miliknya. Rupanya, permintaan itu tak dihiraukan oleh Damin. Supar menjadi emosi dan nekat membacok pamannya hingga tewas.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia