Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Events

Anugerah Desa: Ubah Angker Jadi Potensi Wisata

19 Agustus 2019, 18: 10: 42 WIB | editor : Adi Nugroho

gua keling

WISATA ALAM: Kades Rofi’i melewati celah tebing Gua Keling. (KHOIRUL HAMAMI for radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Dulu, kawasan Kali Keling ini dikenal angker. Tak ada orang yang berani melewatinya. Tapi, berbeda dengan Kepala Desa Keling, Kecamatan Kepung Rofi’i Lukman. Berbekal literatur tentang sejarah Majapahit di Keling, Rofi’i pun membuka jalur di sisi timur Kali Keling yang ternyata berupa gua dan tebing yang indah.

Temuan inilah yang selanjutnya dimanfaatkan Rofi’i untuk membuka wisata baru di desanya. Tak main-main, dia sengaja memasukkan wisata desa ini menjadi unit baru di BUMDes. Legalitas pun diupayakan terpenuhi. “Kami juga membuat perdes terkait wisata ini,” t erangnya.

Saat ini, wisata turbing yang menyusuri Kali Keling sejauh2,5 meter ini pun sudah berjalan. Tepatnya awal Januari 2019. “Rata-rata tiap bulan sudah ada pendapatan sampai Rp 1,2 juta,” terang Ahmad Hanif, sekretaris BUMDes.  Tarif yang dikenakan untuk pwarga yang ingin memanfaatkan tubing kali keling adalah Rp 50 ribu per orang. Hanif menjelaskan salah satu unit usaha ini memang menambah daftar sumber pemasukan untuk BUMDes. “Saat ini kami masih terus mengembangkan,” jelasnya.

Meski baru berjalan sekitar tujuh bulan, Desa Keling, Kecamatan Kepung pun memberanikan diri untuk ikut Anugerah Desa dengan kategori Pengelolaan Wisata. “Selama ini, apa yang kami lakukan juga sudah menarik minat dari televisi nasional,” promo Ahmad.

Jika Desa Keling di kategori pengelolaan wisata, maka berbeda dengan Desa Brumbung dan Desa Kepung. Desa Brumbung mengajukan diri sebagai peserta dalam kategori pelayanan kesehatan. Khususnya untuk posyandu jiwa. “Kami satu-satunya posyandu jiwa yang ada di Kecamatan Kepung,” terang Kepala Desa Brumbung, Kepung Siti Nurhanik.

Saat ini, memang baru enam penderita yang aktif. Meski begitu, keberadaan posyandu jiwa memang benar-benar membantu para penderita untuk merawat kesehatannya. “Kalau lainnya memang harus kami datangi,” terangnya. Jumlah ini masih jauh di bawah target temuan yang diperkirakan mencapai 30 penderita.

Sedangkan di Desa Kepung berusaha menyinergikan antara anak muda dan orang tua dalam menguri-uri budaya. Khususnya kerawitan. Sejumlah tampilan ditunjukkan warga Desa Kepung di balai desa saat kunjungan tim Anugerah Desa, kemarin. “Sebanyak 90 persen benar-benar warga sini (Kepung),” terang Yahudi, kepala Desa Kepung.  Harapannya sinergi ini akan bisa melestarikan kebudayaan Jawa.  

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia