Sabtu, 21 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Kekeringan Ancam 9 Desa

Masih Diusulkan, Belum Dapat Bantuan Program

19 Agustus 2019, 18: 05: 38 WIB | editor : Adi Nugroho

KURANG AIR: Penyaluran bantuan BPBD Kabupaten Kediri.

KURANG AIR: Penyaluran bantuan BPBD Kabupaten Kediri. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Sembilan desa di Kabupaten Kediri berpotensi mengalami kekeringan atau kekurangan air bersih tahun ini. Selain berada di daerah yang sulit air, kesembilan desa tersebut juga belum tersentuh bantuan program untuk mengantisipasinya.

Meskipun begitu, pihak Pemkab Kediri menegaskan telah memproses program bantuan antisipasi krisis air bersih di sembilan desa tersebut. “Kami sudah mengajukannya untuk tahun 2019 ini,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Randy Agatha Sakaira kepada Jawa Pos Radar Kediri, kemarin.

Menurut Randy, sembilan desa tersebut berada di empat kecamatan yang tersebar di timur maupun barat sungai. Potensi paling banyak justru berada di wilayah timur sungai. Yakni di Kecamatan Kepung, Kandangan, dan Puncu. Sedangkan yang di barat sungai berada di Kecamatan Semen.

Potensi kekeringan atau krisis air bersih diakui Randy memang berada di wilayah dataran tinggi. Di Kabupaten Kediri terpencar di dua titik. Yakni desa-desa di lereng pegunungan Kelud dan Wilis.

“Di lereng gunung atau ketinggian memang masih potensial mengalami kekeringan. Dalam hal ini krisis air bersih,” imbuh ayah dua anak tersebut.

Potensi kekeringan dan krisis air bersih itu tak bisa lepas dari dampak musim kemarau. Di Kabupaten Kediri, musim kemarau baru memasuki sekitar satu bulan. Pasalnya, pada Juli lalu masih beberapa kali turun hujan.

Meskipun begitu Randy menegaskan bahwa di Kabupaten Kediri belum ada laporan kekeringan. Baik berupa krisis air bersih maupun kekeringan lahan pertanian. “Sampai detik ini belum ada laporan terkait kekeringan tersebut,” tegas pria yang hobi adventure tersebut.

“Dari pemkab sendiri memang telah memberikan bantuan dan program untuk mencegah kekeringan itu di banyak titik. Seperti halnya pipanisasi maupun sumur bor dalam,” sambung Randy.

Masih dari sumber yang sama, pihaknya mengaku tetap akan siaga selalu jika dibutuhkan oleh masyarakat. “Kalau pun ada krisis air bersih, setiap hari dalam 24 jam kami siap untuk membantu,” paparnya.

Lalu bagaimana dengan pengurangan debit air? Berdasarkan prediksi Randy, pengurangan debit air sendiri sudah pasti ada. Mengingat sekarang telah memasuki musim kemarau.

Hanya saja, ukuran pengurangan debit air itu sendiri seberapa banyak, ia mengaku belum mengadakan penelitian lebih lanjut. “Pengurangan debit air itu sudah pasti. Namun masih dalam batas wajar. Belum sampai menimbulkan krisis air bersih,” terang Randy.

Kemarau Mengancam

 

Kecamatan          Desa

Semen                  Bobang

                            Semen

Puncu                   Asmorobangun

                            Satak

Kandangan             Bukur

                             Jerukgulung

                             Blumbang

                             Medowo

Kepung                 Kebonrojo 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia