Minggu, 22 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Proyek Jembatan Mrican: Lebar Jalan ke Jembatan Baru Mrican 16 Meter

15 Agustus 2019, 18: 00: 25 WIB | editor : Adi Nugroho

jembatan mrican

PUING: Andik, warga Desa Jongbiru, Gampengrejo menghabiskan sore bersama putrinya di bekas jembatan Mrican, kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo, dengan wilayah Kota Kediri semakin matang. Selain proyek tersebut sudah masuk tahap lelang, pembangunan jalan menuju jembatan juga segera dimulai.

Tanda-tanda proyek tersebut segera dimulai adalah proses pengukuran jalan yang sudah dilakukan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR). Dari hasil pengukuran itupula kemungkinan besar jalan baru tersebut bakal memakan rumah warga.

Tanah dan bangunan warga yang terdampak memiliki luasan yang berbeda-beda. Namun, berdasarkan keterangan Kades Jongbiru Nuraikan, proyek pelebaran jalan itu total lebarnya bisa mencapai 16 meter.

“Di ambil dari titik tengah jalan. Lalu diukur masing-masing 8 meter,” terang Nuraikan, saat dihubungi Jawa Pos Radar Kediri melalui sambungan telepon kemarin siang.

Namun, tidak semuanya akan difungsikan sebagai jalan raya. Menurut keterangan Nuraikan, sebagian juga akan digunakan untuk saluran irigasi atau selokan. Kemungkinan, lebar badan jalan akses ke jembatan nanti sekitar 14 meter.

Terkait rencana pelebaran itu, Nuraikan menyebut telah dilakukan sosialisasi ke masyarakat. Agar bisa mengurangi potensi konflik. Hasilnya, warga sangat mendukung pelaksanaan proyek.

“Warga justru antusias dan mendukung dengan rencana pembangunan ini. Yang penting harus ada kompensasi yang jelas kalau dari warga. Ganti untunglah,” ujar Nuraikan.

Hingga saat ini, dia menambahkan, belum ada keputusan yang keluar terkait berapa nilai ganti rugi yang akan diberikan kepada warga terdampak. Antara pihak pemkab dan warga masih akan melakukan pertemuan lagi. Waktunya dalam waktu dekat. Salah satu yang dibahas kemungkinan adalah soal harga uang pengganti tanah warga yang terkena proyek pelebaran jalan.

Meskipun begitu, pengukuran sendiri telah dilakukan sejak minggu lalu. “Hanya sebatas diukur dan ditandai saja terlebih dahulu. Untuk itung-itungannya (kompensasi, Red) masih akan dibahas lagi,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu warga yang terdampak pelebaran tersebut adalah warung sate kambing milik Mujiyatun. Warung ini bersebelahan dengan Kantor Desa Jongbiru. Di warung tersebut juga telah ada tanda batas bangunan yang terdampak. Tanda itu berupa cat semprot  warna merah.

“Beberapa hari lalu ada petugas yang ke sini bersama perangkat desa. Tanda merah ini adalah batas yang terkena pelebaran jalan,” ungkap Mujiyatun sambil menunjuk tanda merah yang ada di lantai dan tembok.

Dengan demikian, tanah dan bangunan miliknya akan dipotong sekitar tiga meter. Mulai dari teras depan warungnya.

Meskipun begitu, ia dapat menerima rencana pelebaran tersebut dengan bijak. Pasalnya dengan pelebaran jalan dan pembangunan Jembatan Mrican sendiri disadarinya akan membawa banyak dampak positif.

“Ya tinggal disesuaikan lagi warungnya. Dulu waktu jembatan masih bisa digunakan, jalanan ramai. Pengunjung yang ke sini juga banyak,” kenang Mujiyatun, yang berharap warungnya bisa kembali ramai seperti dulu.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia