Minggu, 18 Aug 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal
PERISTIWA

Rumah Lansia Ambruk Disapu Angin

14 Agustus 2019, 16: 52: 10 WIB | editor : Adi Nugroho

rumah ambruk

HARUS MENGUNGSI: Warga bersiap membersihkan puing-puing rumah Simus yang ambruk kemarin. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

LENGKONG, JP Radar Nganjuk - Apes dialami Simus, 65. Rumah warga Desa Ngepung, Lengkong itu ambruk sekitar pukul 10.00 kemarin akibat disapu angin. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

          Kasi Pemerintahan Desa Ngepung Supriyono mengatakan, awalnya korban hendak mengganti rumahnya. Jika saat ini berdinding kayu, dia berencana menggantinya dengan berdinding batu bata. Dia (Simus, Red) ini salah satu warga yang mendapat bantuan bedah rumah dari pemerintah daerah,” ujar Supriyono kepada wartawan koran ini.

          Karenanya, Simus menyiapkan pemasangan fondasi rumah. Dia mengganjal bangunan rumah tanpa menurunkan genting dan atap. Saat tengah menyiapkan fondasi itu, tiba-tiba angin kencang menerjang lingkungan setempat.

          Bangunan yang sudah rapuh dan tua itu tak kuat menahan terpaan angin yang kencang. Rumah yang semua konstruksinya kayu itu pun langsung ambruk. “Saat kejadian korban ada di dekat rumah. Dia langsung lari,” lanjut Supriyono.

          Tak hanya Simus, dua anggota keluarga lainnya juga selamat. Kini, ketiganya harus mengungsi dan tidur di rumah tetangga. Sebab, bangunan rumahnya rata dengan tanah.

          Pantauan koran ini kemarin siang, puluhan warga bergotong royong ikut membersihkan puing-puing rumah Simus. Bersama polisi dan TNI, mereka mengangkat sejumlah material bangunan yang tidak bisa digunakan lagi.

          Supriyono menegaskan, Simus tidak akan mengungsi dalam waktu lama. Sebab, warga setempat berkomitmen membantu untuk mendirikan kembali rumah pria tua itu. “Pemerintah desa akan mengerahkan warga agar membantu membangun rumahnya,” tegas Supriyono.

          Untuk diketahui, di Desa Ngepung, Ngluyu, penerima bantuan program perbaikan rumah tidak layak huni mencapai puluhan orang. Perbaikan rumah ditargetkan bisa tuntas Agustus ini. “Kami dari desa berharap tidak ada lagi musibah seperti ini (rumah ambruk, Red),” terang Supriyono.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia