Minggu, 18 Aug 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Kirim Dua Tangki Air ke Ngepung

Baru Bisa Mengisi Sembilan Tandon Warga

14 Agustus 2019, 16: 45: 53 WIB | editor : Adi Nugroho

kekeringan

MENYEMUT: Warga Dusun Sendanggogor, Desa Ngepung, Lengkong mendatangi tandon air di lingkungan mereka yang kemarin siang diisi air bersih oleh BPBD Nganjuk. Dropping akan kembali dilakukan hingga beberapa bulan ke depan. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

LENGKONG, JP Radar Nganjuk - Warga di Dusun Sendanggogor, Desa Ngepung, Lengkong bisa sedikit lega. Setelah dua bulan kesulitan mencari air bersih, sekitar pukul 10.00 kemarin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengirim dua tangki air bersih ke sana.

          Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Nganjuk Hendro Djoko Soedarsono melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Amal Ediantoro mengatakan, dropping air bersih totalnya mencapai 9.000 liter. Meski demikian, jumlah tersebut belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air bersih 277 KK atau 859 jiwa di sana.

          Karenanya, hari ini mereka berencana mengirim air bersih tambahan.“Jumlah (kebutuhan air bersih, Red) naik dari pengajuan awal yang berjumlah 200 KK,” ujar Amal.  

          Jika kemarin mereka mengirim dua tangki air bersih, rencananya hari ini dan besok BPBD akan mengirim jumlah air yang sama ke Dusun Sendanggogor, Desa Ngepung. Dengan demikian, dia berharap kebutuhan air bersih bisa segera terpenuhi.

          Selanjutnya, pada hari keempat BPBD akan melakukan evaluasi. Di antaranya untuk menentukan apakah mereka perlu mengirim jumlah air yang lebih banyak atau tetap. “Kami memprediksi bantuan air bersih akan dikirim hingga Oktober nanti,” terang Amal sembari menyebut pengiriman air bersih sudah sesuai dengan SK perubahan status darurat bencana kekeringan.

          Untuk diketahui, saat pendistribusian air bersih Kepala Desa Ngepung, Dwiyana Bekti mengoordinasikan teknis penyaluran. Termasuk menentukan titik tandon mana saja yang akan diisi.

Sebab, pada pengiriman hari pertama kemarin, BPBD hanya bisa mengisi sembilan dari total 16 tandon di dusun tersebut. “Tandon yang belum diisi (air, Red) akan dikirim besok (hari ini, Red),” tandas Amal tentang tandon-tandon lain yang kosong.

          Sementara itu, Dwi yang melihat langsung dropping air mengatakan, di desanya ada tiga dusun yang menjadi langganan kekeringan. Selain Sendanggogor, ada Dusun Jomblang dan Dusun Ngepung.

          Dari tiga desa tersebut, hingga pertengahan Agustus ini hanya Dusun Sendanggogor yang membutuhkan bantuan air bersih. Adapun kebutuhan air di dua dusun lainnya sudah tercukupi.

          Perempuan yang kemarin mendampingi pengisian tandon, mengingatkan warganya agar tidak menyalahgunakan bantuan air bersih. Di antaranya, untuk memberi minum hewan atau untuk pembangunan rumah. “Ini khusus untuk air konsumsi bukan juga untuk mandi,” lanjut perempuan berusia 27 tahun itu mengingatkan warga.

          Dalam kesempatan kemarin Dwi juga meminta perangkatnya untuk ikut memantau pemanfaatan air. Hal itu untuk memastikan warga benar-benar menggunakan air bersih untuk minum dan memasak.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia