Minggu, 18 Aug 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Ancam dengan Parang, Tukang Parkir Disidang

13 Agustus 2019, 19: 01: 39 WIB | editor : Adi Nugroho

sidang pengancaman senjata tajam

DENGAR KETERANGAN: Lilip Pujiono mendengarkan keterangan saksi di ruang Kartika, Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri, kemarin. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

NGASEM, JP Radar Kediri – Membawa parang di warung, Lilip Pujiono, 41, harus berhadapan dengan meja hijau. Pasalnya, senjata tajam (sajam) tersebut dipakai pria asal Dusun Djengkol, Desa Plosokidul, Plosoklaten itu untuk mengancam Jalal Riyanto, 40, tetangganya sedusun.

“Ini bukan zaman Majapahit,” ujar Hakim Ketua Agus Tjahjo Mahendra saat menyidangkan Pujiono di ruang Kartika, Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri.

Kemarin (12/8), Jaksa Penuntut Umum (JPU) M. Iskandar mendatangkan Jalal. Dia menerangan, kejadiannya pada 10 Mei 2019. Sekitar pukul 22.00 dia minum kopi di warung Paiton. Tiba-tiba Pujiono yang bekerja sebagai tukang parkir menghampiri. Di tangannya bawa parang.

Pujiono mengancam Jalan. “Padahal saya tidak merasa memiliki masalah, dia bilang karena saya melotot,” ungkapnya.

Dalam keadaan mabuk, Pujiono menantang. Namun, Jalal tidak merespons.  Paiton pun melerai dan mengatakan akan memberitahu ketua RT. Tetapi Pujiono malah menantang.

Setelah dibujuk, Ketua RT Mujiono mengantar Pujiono pulang. Tetapi sebentar kemudian, ia kembali ke warung dan mengacung-acungkan parang. Kejadian tersebut lantas dilaporkan ke Polsek Plosoklaten.

Akibat perbuatannya, JPU menjerat terdakwa dengan pasal 2 Undang-Undang Darurat Nomor 12/1951 tentang membawa senjata tajam dan pasal 335 ayat (1) ke 1 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia