Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Events

Prodamas Award: Seperti Berjalan di Bawah Air Terjun

Bentuk KUBE, Omzetnya Jutaan Rupiah

13 Agustus 2019, 18: 13: 19 WIB | editor : Adi Nugroho

ringinanom prodamas

INDAH: Juri Prodamas Award melihat lukisan air terjun di tembok jalan RT 04/RW 01 Kelurahan Ringinanom. (Endro Purwito - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri- Penjurian lapang Prodamas Award 2019 memasuki pekan ketiga. Telah banyak program yang ditunjukkan para rukun tetangga (RT) kepada tim juri. Mayoritas, mereka mengungkapkan bahwa banyak kemanfaatan setelah munculnya Prodamas.

Kemarin, penjurian tetap tersebar di tiga kecamatan. Untuk wilayah Kecamatan Pesantren, juri dari Pemkot Andri Hermawan dan Toto Ardianto ditemani juri dari Jawa Pos Radar Kediri fokus di Kelurahan Pesantren. Sementara untuk Mojoroto, giliran Kelurahan Mrican yang menjadi sasaran penilaian.

Berbeda dengan dua kecamatan tersebut, untuk wilayah Kecamatan Kota, penjurian dilakukan di tiga kelurahan. Yakni Kemasan, Pakelan, dan Ringinanom.

Prodamas Award

MAKIN KOMPAK: Ibu-ibu anggota KUBE Intan Asri, di RT 01/ RW 08 Kelurahan Mrican menunjukkan kue buatan mereka. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Penjurian di Kelurahan Mrican berlangsung di dua RT, RT 04/ RW 06 dan RT 01/ RW 08. Masing-masing dari bidang berbeda, infrastruktur dan ekonomi.

Bidang infrastruktur diajukan oleh RT 04/ RW 01. Mereka fokus pada pembangunan jalan berupa pavingisasi. Ketua RT Karyono mengungkapkan, kondisi jalan dilingkungannya sebelum dilakukan paving sangat buruk. Banyak lubang yang membuat pengendara tidak nyaman. “Kondisi sebelum dipaving juga becek saat hujan,” ungkapnya.

Tak ingin kondisi serupa terjadi, Karyono mengungkapkan bahwa untuk pemilihan paving ketika memperbaiki jalan haruslah dengan kualitas bagus. Ia menyebut bahwa pemilihan paving langsung dari perusahaan yang jelas menggunakan mesin saat mencetaknya.

“Dan kami bisa menjamin kualitas yang baik untuk jalan. Sayang kalau hanya satu tahun rusak,” paparnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Menurutnya, pemilihan paving harus yang lebih kuat dayanya. Termasuk dalam hal pemasangan yang harus sesuai prosedur. Penggunaan pasir dengan dipadatkan menjadi hal utama ketika memasang paving.

Menurut ketua RT 57 tahun itu, adanya Prodamas sangat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat. “Mudah-mudahan prodamas ini bisa terus berlanjut,” harapnya.

Kemanfaatan Prodamas juga dirasakan RT 01/RW 08. Di lingkungan tersebut, dana prodamas sebagian digunakan untuk pemberdayaan ibu-ibu. Yakni pemberdayaan untuk bidang ekonomi.

Ketua RT Andri Iriawan mengatakan, di RT yang dipimpinnya, anggaran prodamas sekitar Rp 5 juta digunakan untuk pelatihan memasak. “Kami datangkan ahli masak dari luar untuk melatih ibu-ibu di sini. Hal itu diharapkan menambah skill ibu-ibu dan bisa menghasilkan produk berupa kue,” kata Andri kepada tim juri.

Dari hasil pelatihan, lanjut Andri, ibu-ibu memiliki ide dan membentuk kelompok usaha bersama (KUBE). Mereka yang tidak bekerja akhirnya bisa bergabung dengan KUBE dan membuat kue. “Pemasarannya melalui sistem offline dan online,” jelasnya.

Produk dari kube tersebut berbagai macam, di antaranya lemper, pizza, terang bulan, roti bolu, juga ada pesanan katering. Pemesannya berasal hingga luar kota dengan omzet mencapai jutaan rupiah.

Sementara itu di salah satu RT di Kelurahan/Kecamatan Pesantren yang dikunjungi tim penilai Prodawas Award memfokuskan anggarannya untuk membenahi infrastuktur di lingkungannya. Salah satu alasannya ternyata karena pernah ada pencurian.

Hal itu seperti diungkapkan Yudi Setiawan, ketua RT 38/07. Menurutnya, berada di area perumahan Wisma Asri II, warganya memang pernah jadi korban pencurian. “Karena pagar di barat belum ada, sempat ada sepeda warga sini yang dicuri,” ujarnya.

Karena itulah, dengan adanya anggaran Prodamas, warga mulai berembuk untuk membenahi hal itu. Keamanan menjadi prioritas. Mulai dari pembangunan pagar, pembenahan dua poskamling, gudang RT, hingga pemasangan pintu besi dan kawat berduri di pagar perumahan. “Kami juga memasang CCTV. Tahun 2018 lalu ada penambahan kapasitas hard disk sebesar 6 GB, sehingga bisa lebih lama nyimpennya,” beber Yudi.

Dengan pembenahan yang terus berkelanjutan, Yudi mengatakan tak hanya keamanan, tapi kenyamanan lingkungan juga bertambah. “Kami punya slogan RT-ku Aman, Nyaman, dan Rapi,” tandasnya.

Selain di RT ini, tim penilai juga berkunjung ke dua RT lainnya, yakni RT 24/RW 04 dan RT 12/RW 02. Di RT 24/RW 04dana Prodamas juga difokuskan untuk pembangunan infrastruktur lingkungan. Mulai dari pavingisasi hingga pembuatan tiga titik resapan air untuk mengatasi genangan air saat musim penghujan. Sedangkan di RT 12/RW 02, pengadaan gerobak angkut, kursi, hingga tikar dan taplak meja sangat bermanfaat bagi kehidupan sosial warganya.
Di RT 03/RW 02 Kelurahan Kemasan, Kecamatan Kota warganya menyepakati pengadaan alat musik rebana, alat kesehatan, dan umpak bendera lengkap dengan tiang benderanya.Menurut Ketua RT Rakhmad Santoso, program tersebut sesuai dengan hasil rembuk warga.

“Sejak menerima perlengkapan musik rebana bantuan dari Prodamas, kami sudah tidak meminjam lagi. Sekarang anak-anak dan remaja di sini sudah bisa berlatih dan main sendiri,” papar Rakhmad yang kemarin didampingi Ketua PKK RT 03 Kemasan Sri Astuti.

Di RT 04/RW 01 Kelurahan Ringinanom diwujudkan proyek infrastruktur mempercantik dinding gang II di Jl Panglima Sudirman, Kota Kediri. Tembok gang yang dahulu rusak berat itu direhab bagus. Kemudian digambar dengan nuansa alam air tejun pegunungan.

“Kini kondisi gang sudah bersih. Sudah tidak ada lagi orang yang pipis sembarangan di situ (dinding yang dicat bergambar). Justru di situ kerap dijadikan tempat untuk foto selfie,” kata Ketua RT 04 Ringinanom MuryanaSagita ketika menemui tim juri Prodamas Award 2019.

Sedangkan di RT 09/RW 02 Kelurahan Pakelan melanjutkan program pemberdayaan ekonomi warganya. Hal itu diwujudkan dengan pengadaan alat bentang untuk membatik, bahan perwarna, waterglass, dan bahan kain batik. “Dengan tambahan perlengkapan membatik itu, kapasitas anggota kelompok batik di sini meningkat. Dari yang semula hanya bikin satu kain batik, bertambah menjadi dua sampai tiga,” kata Ketua RT 09/RW 02 Pakelan Suhardi.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia