Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Gudang Terop Prambon Dilalap si Jago Merah

Api dari Tungku Bekas Pembakaran Hewan Kurban

13 Agustus 2019, 12: 52: 11 WIB | editor : Adi Nugroho

Kebakaran

GOTONG ROYONG: Warga membantu petugas PMK memadamkan bara api di dalam gudang milik Slamet Riyadi, 39, di Desa Sugihwaras, Prambon, kemarin pagi. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

PRAMBON, JP Radar Nganjuk-Si jago merah mengamuk di gudang terop milik Slamet Riyadi, 39, asal Desa Sugihwaras, Prambon, dini hari kemarin. Akibat kejadian tersebut, ruangan berisi rangkaian besi, tenda dan peralatan pesta hangus terbakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 03.00 kemarin. Awalnya warga mengira ada pencuri kambing yang menyasar lingkungan mereka. Sebab, saat kejadian banyak kambing yang mengembik.

Jumali, 59, termasuk salah satu warga yang keluar rumah karena mendengar kambing kompak mengembik di pagi buta. Begitu keluar rumah, dia melihat kobaran api di gudang milik Slamet. “Saya berteriak meminta tolong dan memberi tahu tetangga,” ujar pria tua itu, kemarin.

Teriakan Jumali yang keras berhasil membangunkan warga. Mereka langsung berbondong-bondong ikut memadamkan api di bangunan besar itu. Sebagian lainnya melapor ke Polsek Prambon dan diteruskan ke UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar).

Sekitar pukul 03.30, dua unit mobil petugas memadamkan kebakaran (PMK) tiba di lokasi. Melihat api yang sudah membakar semua bagian gudang, mereka langsung melakukan pemadaman dari beberapa sisi.

Dengan kondisi api yang terus membesar, petugas damkar terpaksa mengambil air dari mesin disel di pemukiman warga. “Untung ada suplai air di sini. Sangat membantu pemadaman,” ujar Koordinator Lapangan PMK Nganjuk Andik Mardianto. 

Lebih jauh Andik mengatakan, si jago merah melahap habis ruang tengah gudang yang berisi berbagai jenis perlengkapan terop. Keberadaan berbagai jenis kain dan peralatan mudah terbakar lainnya, membuat api dengan mudah membesar. “Satu ruangan berisi gabah berhasil kami amankan,” lanjut Andik sembari menyebut ada tiga ruangan di gudang yang hangus.

Saking besarnya api, pemadaman baru bisa dilakukan sekitar pukul 07.00 atau selang tiga jam kemudian. “Beruntung api tidak menyebar ke bangunan lainnya,” tandas Andik.

Terpisah, Kapolsek Prambon AKP Yantono mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya, kebakaran diduga dipicu tungku api bekas pembakaran hewan kurban Minggu (11/8) siang. “Di tungku masih ada bara api yang menyala,” kata Yantono sembari menyebut sebelumnya ruangan itu digunakan untuk membakar hewan kurban.

Dengan banyaknya ruangan berisi perlengkapan terop yang terbakar, kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta. “Kami mengimbau warga berhati-hati setelah melakukan aktivitas bakar-bakar. Pastikan api sudah benar-benar padam,” pintanya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia