Minggu, 18 Aug 2019
radarkediri
icon featured
Events

Bupati-Wali Kota Beri Pesan tentang Makna Idul Adha

12 Agustus 2019, 13: 33: 24 WIB | editor : Adi Nugroho

sapi kurban kediri

BERONTAK: Panitia kurban di Masjid Jami Ash Sholihin, Desa/Kecamatan Ngasem berusaha mengendalikan seekor sapi yang berusaha kabur saat hendak disembelih. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

   KABUPATEN, JP Radar Kediri – Idul Adha menjadi kesempatan emas bagi umat muslim untuk berbagi kepada sesama. Yang bisa menjadi momentum untuk meningkatkan kebersamaan sekaligus soliditas berbangsa dan bernegara.

Setidaknya makna itulah yang diharapkan oleh dua kepala daerah saat mengikuti salat Id kemarin pagi. Di Masjid An-Nur Pare, Bupati Haryanti berharap agar momentum Idul Kurban ini bisa meningkatkan rasa empati. Sedangkan di Stadion Brawijaya, Wali Kota Abdullah Abu Bakar berpesan agar Idul Adha bisa menumbuhkan soliditas masyarakat dan meningkatkan keikhlasan.

Ditemui usai menyerahkan hewan kurban ke panitia di Masjid An-Nur, Bupati berharap dalam merayakan Idul Adha setidaknya warga kelas menengah bisa menyisihkan rezeki. Dengan berkurban minimal satu ekor kambing. “Harapannya warga, terutama yang kurang mampu, hingga pelosok daerah bisa menikmati daging kurban ini,” ucapnya.

“Mudah-mudahan hewan kurban yang kita sembelih hari ini bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” sambungnya.

Selain Bupati Haryanti, yang salat di Masjid An-Nur adalah Wakil Bupati Masykuri dan Ketua Tim Pertimbangan Percepatan Pembangunan (TP3) Kabupaten Kediri yang juga suami Bupati Haryanti, Sutrisno. Dalam kesempatan itu, Bupati Haryanti juga menyerahkan sapi kurban seberat 1 ton.

Masykuri, dalam sambutan sebelum pelaksanaan salat Id menyampaikan bahwa Hari Raya Kurban menjadi momen yang ditunggu banyak orang. Terutama umat muslim. Hari yang penuh berkah untuk saling berbagi. Termasuk hari untuk merenungkan keteladanan Nabi Ibrahim. Saat menerima perintah mengurbankan putranya, Nabi Ismail.

“Kita renungkan untuk tunduk sepenuhnya dalam kebesaran Allah,” ujarnya dalam sambutan mewakili bupati.

Menurutnya, perintah untuk mengorbankan putranya itu sebagai bentuk ketaatan. Termasuk menunjukkan bahwa ketaatan kepada Allah adalah segalanya. “Mudah-mudahan setelah Idul Adha ini kita bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah,” harapnya.

Salat Id di Masjid An-Nur kemarin diikuti ribuan jamaah. Mereka tumpah hingga ke pelataran masjid. Bertindak sebagai imam dan khotib adalah Rois Syuriah PCNU Kabupaten Kediri KH Busyro Karim.

Tahun ini, Pemkab Kediri juga menyebar hewan kurban ke sejumlah masjid. Di Masjid An-Nur pemkab menyerahkan seekor sapi dan 3 ekor kambing. Sedangkan yang disebar ke sejumlah panti asuhan, pondok pesantren, masjid, dan sekolah luar biasa (SLB) sebanyak 37 ekor.

Sementara itu, Wali Kota Abdullah Abu Bakar mengatakan bahwa Hari Raya Idul Adha punya kekhasan. Yaitu disertai ibadah kurban dan ibadah haji.  “Mari jadikan dua momentum tersebut sebagai upaya menumbuhkan rasa memiliki, meningkatkan kesolidan, serta keikhlasan,” ujar Abu dalam sambutan sebelum salat Id di Stadion Brawijaya, Kota Kediri.

"Selain ibadah kurban, Hari Raya Idul Adha juga dikaitkan dengan kewajiban menunaikan ibadah haji bagi yang mampu dan memenuhi syarat,” imbuhnya.

Menurut Abu, sikap Nabi Ibrahim memberikan pelajaran bagaimana kedudukan manusia di hadapan Allah SWT. Bahwa kedudukan manusia itu sama. Tidak ada yang membedakan kecuali iman dan takwanya.

“ Mari bersama berdoa untuk saudara-saudara yang sedang menunaikan ibadah haji (agar) diberikan kekuatan dan keselamatan. Serta dapat menjadi haji yang mabrur,” tutur Abu.

Abu menambahkan, di Hari Raya Idul Adha ini dia mengajak masyarakat untuk berbagi. Di mana melakukan kurban dengan sebaik-baiknya. Dan dapat berbagi dalam kebaikan. Karena banyak masyarakat yang kemungkinan sehari-hari belum bisa makan daging.

Dalam salat Id di Stadion Brawijaya kemarin, yang bertindak sebagai imam dan khotib adalah H Ahmad Rifai. Dalam khotbahnya dia menekankan pesan penting ibadah kurban. Yaitu masyarakat diajarkan untuk mencintai sesama. Saling menolong, saling memberi, hingga terbentuk semangat kebersamaan yang kokoh.

Usai pelaksanaan salat Id, Wali Kota Abu menyerahkan sapi kurban kepada perwakilan PD Muhammadiyah Kota Kediri. Selain itu, Pemkot Kediri juga menyerahkan sebanyak lima ekor sapi dan 15 ekor kambing yang dibagikan ke masyarakat.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia