Minggu, 18 Aug 2019
radarkediri
icon featured
Events

Dua Ekor Sapi Ditemukan Cacing Hati

12 Agustus 2019, 13: 27: 41 WIB | editor : Adi Nugroho

kurban idul adha

LIHAT JEROAN: Kabid Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dwiwin meneliti bagian jeroan hewan kurban yang baru disembelih di Ngasem, kemarin. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Jumlah hewan kurban yang terpapar cacing hati tidak sebanyak tahun lalu. Dari hasil sidak yang dilakukan tim Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP), hanya ditemukan dua ekor kambing yang di dalam hatinya ada cacing.

“Ada beberapa tadi yang ditemukan cacing hati, namun tidak begitu parah,” kata Kabid Kesehatan Hewan dan Kesmavet drh Apriyanti Dwiwin Dyastuti

Jumlah itu jauh lebih kecil dibanding tahun sebelumnya. Sebab, saat itu hewan kurban yang terpapar cacing yang ditemukan mencapai 10 persen.

cacing hati

ORGAN DALAM: Hati sapi yang dicek oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Menurut Dwiwin, hewan kurban yang terpapar cacing hati tidak terlalu parah. Cacing tersebut masih kecil. Jumlahnya juga tidak banyak. “Hal seperti ini, dapat diketahui ketika sudan disembelih,” terangnya, di sela-sela memeriksa bagian jeroan hewan kurban yang telah disembelih di Masjid Jami Ash Solikin di Kecamatan Ngasem.

Pemeriksaan kemarin memang difokuskan pada organ dalam hewan kurban. Karena bagian itu yang g selama ini kerap ditemukan dalam kondisi tidak layak konsumsi.

Berdasarkan keterangan yang didapatkan, ketika dilakukan pemeriksaan terdapat beberapa hati yang diduga mengandung cacing hati. Hal tersebut terlihat dari penampilan hati. Yaitu ditandai dengan ciri-ciri terdapat bercak putih di hati hewan. Ketika bagian bercak tersebut dibuka maka akan terlihat lubang-lubang jalan cacing tersebut.

“Masih bisa dikonsumsi. Bagian bercak saja yang dibuang,” tutur Dwiwin, sembari menrangkan bahwa untuk melihat kondisi hewan tersebut sehat atau tidak dapat diketahui dari feses hewan tersebut.

Dwiwin kemudian menunjukan hati kambing yang terkena cacing hati dan hati kambing yang sehat. Perbedaanya terlihat mulai dari warna. Apabila hati itu sehat maka warnanya akan terlihat jernih dan mengkilat. Jika di pegang, hati akan terasa empuk dan tidak terdapat bercak putih. Namun apabila terkena cacing hati, akan sebaliknya.

“Cacing hati biasanya dari rumput-rumput yang dimakan hewan,” ungkap Dwiwin.

Tidak hanya cacing hati saja, beberapa penyakit lain juga bisa ditemukan pada hewan kurban. Seperti penyakit TBC dan kanker. Selain itu jika dibandingan dengan sapi, kambing lebih mudah terdapat penyakit cacing pita.

Dwiwin menambahkan, sebenarnya cacing hati tidak begitu berbahaya. Dengan catatan, apabila dimasak dengan baik. Namun, apabila sudah mengalami rusak berat tidak bisa dimasak. Tidak hanya karena terlalu keras, namun juga rasanya tidak enak. Diharapkan bila menemukan hati yang sudah rusak berat, lebih baik dibuang saja. Jangan diberikan ke penerima daging kurban.

Sementara, hati dalam kondisi normal tidak mengandung cacing hati, memiliki tampilan yang mengkilap, bersih, dan berwarna merah hati yang merata. Tidak pucat serta bertekstur lebih lembut.

Jika dilihat secara keseluruhan kondisi hewan kurban, penanganan pra dan paska-penyembelihan sudah lebih baik dari tahun sebelumnya. Menurutnya, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri terus memberikan sosialisasi ke masyarakat, peternak, termasuk panitia kurban.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia