Minggu, 18 Aug 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Kakek di Plemahan Tewas Terbakar saat Terlelap

Terpanggang karena Puntung

11 Agustus 2019, 12: 32: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

kakek terbakar plemahan

JADI ARANG: Reruntuhan rumah Sukian setelah terbakar si jago merah, kemarin. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Kebakaran yang mengakibatkan korban meninggal dunia terjadi di Desa/Kecamatan Plemahan, kemarin (10/8). Sang pemilik rumah, Sukian, 80, tak bisa menyelamatkan diri. Akibatnya, tubuhnya terpanggang hingga tewas.

Peristiwa tragis yang berlangsung sekitar pukul 02.30 WIB itu terjadi akibat keteledoran korban. Ada dugaan api bermula dari puntung rokok yang dibuang korban sembarangan. Api itupun membakar jerami yang memang ditaruh di dalam rumah.

“Kebiasaan korban suka merokok. Dan dia suka membuang puntung rokok sembarangan. Meskipun di dalam rumah,” terang Kasi Humas Polsek Plemahan Aipda Andhik Susilo.

plemahan kebakaran

Kebakaran di Plemahan (radarkediri.id)

Terlepas dari penyebab kebakaran yang menimpa kakek malang itu, suasana duka begitu terasa di keluarga itu. Apalagi saat jenazah tiba sekitar pukul 11.30 WIB. Para kerabat masih enggan untuk dimintai komentar. Pihak keluarga pun memilih segera memakamkan korban setelah menyalati terlebih dulu. Dengan diiringi kerabat dan warga, jenazah pun diberangkatkan ke tempat pemakaman umum (TPU) desa sekitar pukul 12.00 WIB.

Sementara, tidak jauh dari lokasi pemberangkatan jenazah masih terlihat puin-puing rumah. Di beberapa titik masih mengeluarkan asap. Tumbukan bambu yang sudah jadi arang itulah rumah Sukian.

“Kejadian kebakaran tersebut diketahui sekitar pukul 02.30 WIB,” terang Andhik Susilo.

Menurut Andhik, di dalam rumah memang ada tumpukan jerami. Jerami itu merupakan pakan ternak milik korban. Kandang sapi tersebut terletak persis di samping rumah. Atap kandang sapi itu juga terlihat menghitam seperti jelaga karena ikut terpanggang si jago merah.

Yang pertama kali mengetahui kejadian itu adalah Suparmi, 80, istri korban. Pagi itu Suparmi hendak melihat keadaan suaminya. Keduanya memang tak tidur serumah. Bila Sukian tidur di rumah berdinding gedek (anyaman bambu), Suparmi tinggal bersama sang anak. Rumahnya persis di samping rumah korban. Tapi sudah berdinding bata.

Nah, saat keluar rumah anaknya itulah Suparmi melihat rumah suaminya dalam keadaan terbakar. Sontak dia pun meminta tolong. Warga yang mendengar pun segera keluar rumah. Mereka berusaha memadamkan api dengan menggunakan perlatan yang ada.

Namun, api tak kuasa dipadamkan dengan cara sederhana. Kobaran api justru semakin menggila. Hingga membakar sebagian pohon mangga dan kandang sapi di sebelahnya.

Petugas pemadam kebakaran pun akhirnya datang. Namun, api sudah telanjur meluluh-lantakkan rumah tersebut. “Karena api cepat menyebar, ketika petugas datang rumah sudah tinggal sisa-sisa api diantara puing bangunan,” imbuhnya.

Karena takut api kembali menyala, petugas pemadam kebakaran Kabupaten Kediri kemudian langsung melakukan pembasahan, baik di lokasi kebakaran maupun di sekitarnya. Pada saat itulah petugas menemukan tubuh Sukian. Ditemukan dalam posisi tertidur di dipan. Tubuhnya menghitam karena gosong. Kondisinya juga mengenaskan.

“Tubuh korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara,” tutur Adhik.

Berdasarkan keterangan yang didapatkan, penyebab terbakarnya rumah gedek dengan ukuran 4 x 6 meter tersebut diduga karena putung rokok. Hal tersebut diketahui dari kebiasaan merokok yang dilakukan Sukian selama hidupnya. Bahkan sebelum meninggal Sukian terlihat membawa tiga korek di tanganya.

Selain menyebabkan korban jiwa, kebakaran itu diperkirakan juga menelan kerugian sekitar Rp 10 juta. Itu dihitung dari nilai bangunan sederhana tersebut. (ara/fud)

Ganasnya Si Jago Merah

02.30 Sunarmi melihat api membakar rumah yang didiami suaminya. Dia kemudian meminta pertolongan. Warga berusaha memadamkan api dengan peralatan sederhana.

03.00 Petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi kejadian. Sayang api sudah menghabiskan seluruh bangunan.

03.30 Saat melakukan proses pembahasan, petugas menemukan jenazah Sukian dalam posisi tertidur di ranjang. Jenazah kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara untuk otopsi.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia