Rabu, 11 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Features

Bripda Yolla dan Bripda Illa, Polwan Penyelam Polres Kediri

Biasakan Bernapas lewat Mulut

11 Agustus 2019, 11: 40: 02 WIB | editor : Adi Nugroho

penyelam polwan

SUKA TIRTA: Bripda Yolla VS sedang mengenakan kostum selam ketika bersiap mengikuti ajang pecah rekor di Manado. (YOLLA VIDYANA for radarkediri.id)

Share this          

Di Polres Kediri, Bripda Yolla VS dan Bripda Illa Hapsari dikenal andal menyelam. Terbaru, mereka terlibat dalam Most People Scuba Diving. Itu ajang pemecahan rekor penyelam masal terbanyak di Pantai Megamas, Manado, Sulawesi Utara.

HABIBAH A MUKTIARA

Di sela waktu istirahat siang, Bripda Yolla Vidyana Sesari, 22, bersama Bripda Illa Hapsari Dewi, 25, menyempatkan diri bertemu Jawa Pos Radar Kediri, Jumat kemarin (9/8). Ditemui di ruang SPKT Polres Kediri, keduanya masih mengenakan pakaian seragam resmi korps Bhayangkara.

polwan

SEMANGAT: Bripda Yolla (tengah) dan Bripda Illa (kiri) bersama Divers Polda Jatim. (YOLLA VIDYANA for radarkediri.id)

Dari 50 anggota Polri dari Ditpolair Polda Jatim yang dikirim ke Manado, Sulawesi Utara, Yolla dan Illa, ditunjuk mewakili Polres Kediri. Acara pemecahan rekor penyelam terbanyak tersebut digelar di Pantai Kawasan Megamas, Menado. “Nama acaranya Guinness World Records (GWR),” terang Yolla.

Pemecahan rekor tersebut digelar pada Sabtu, 3 Agustus 2019 lalu. Dalam kegiatan itu ribuan peserta dari berbagai penjuru Indonesia ikut serta. Mereka  meramaikan event bergengsi ini.

Ketika mengikuti pemecahan rekor tersebut, Yolla menghabiskan waktu selama empat hari di Menado. Selama di sana, anggota polisi kelahiran 1997 itu bersama dengan yang lain menginap di Hotel Ibis. “Karena penyelam butuh waktu istirahat yang banyak,” imbuhnya.

Bukan kali pertama Yolla menyelam di Pantai Kawasan Megamas, Menado. Pada 2018 dia juga mengikuti acara pemecahan rekor versi Museum Rekor Indonesia (MURI) bersama 913 anggota Wanita Selam Indonesia (WASI). “Sangat menyenangkan menyelam di lautan bebas,” tuturnya.

Tidak hanya memecahkan rekor penyelam terbanyak, namun juga diadakan pengibaran bendera sangsaka Merah Putih. Meskipun lelah, hal tersebut menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi Yolla dan Illa.

Ketika hari H-kegiatan, para peserta penyelam mulai berkumpul sekitar pukul 06.00 WITA. Sebelum melakukan penyelaman, sebanyak 3.100 peserta melakukan pemanasan. Mereka menggunakan tabung selam.

Baru pada sekitar pukul 08.50 WITA ribuan penyelam melakukan penyelaman dengan catatan waktu 15 menit. Mereka dinilai oleh para juri GWR. Lima belas menit berlalu, sorak sorai peserta pun pecah karena merasa telah mematahkan rekor penyelam dengan peserta terbanyak.

Jauh sebelum mengikuti pemecahan rekor tersebut, Yolla sendiri baru mempelajari selam pada 2017. Tepatnya ketika ia masih ditempatkan di Satsabhara Polres Kediri. Dilatih oleh AKP Yanuar dan Iptu Agus, Yolla berlatih selam pertama di kolam renang Pagora, Kota Kediri.

Ketika kali pertama belajar menyelam, banyak kendala yang ia alami. Salah satunya adalah cara pernapasan. Karena terbiasa bernapas menggunakan hidung, Yolla harus membiasakan diri untuk bernapas menggunakan mulut. “Karena saya suka air dari kecil, jadi nggak masalah,” aku Yolla.

Selain melatih pernapasan, dia juga harus melatih tekanan dalam air. Selama pengalamannya menyelam, anak kedua dari tiga bersaudara ini tidak pernah mengalami cedera. Hal tersebut dikarenakan sebelum menyelam, Yolla terlebih dahulu melakukan pemanasan.

Tidak hanya berlatih di kolam renang, namun Yolla juga pernah berlatih di pantai Pasir Putih. “Kalau menyelam di laut bisa melihat karang dan ikan yang indah,” terang perempuan lulusan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Barat (Jabar) ini.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia