Kamis, 14 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Desa yang Tak Siap Pilkades 2019 Bisa Ikut Periode Depan

11 Agustus 2019, 11: 15: 57 WIB | editor : Adi Nugroho

Pilkades Serentak Kediri

Pilkades Serentak Kediri (radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Maksimal yang akan mengikuti pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2019 pada 30 Oktober mendatang sebanyak 250 desa. Meski begitu, bila dari ratusan desa tersebut belum siap mengikuti tahun ini, tetap akan diakomodasi haknya. Hanya saja, pelaksanaannya baru pada periode depan.

Hal tersebut dikemukakan oleh Kabag Hukum Pemkab Kediri Sukadi kepada Jawa Pos Radar Kediri melalui sambungan telepon. Berdasarkan keterangannya, desa yang tidak sanggup menggelar pilkades tahun ini akan diakomodasi pada periode kedua gelombang pertama.

“Bagi desa yang belum siap menggelar pilkades akan diikutkan pada tahun depan. Jadwalnya pada 2020 setelah pelaksanaan pilkada (pemilihan kepala daerah),” terang pria yang juga menjadi petani semangka tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun koran ini dari beberapa sumber, periode kedua pilkades nanti akan jatuh pada sekitar Januari 2020. Dengan begitu, penyelenggaraan pesta demokrasi itu kemungkinan akan dibarengkan dengan desa yang masa aktif kepala desa (kades)nya habis pada tahun depan pula.

Apabila hal tersebut terjadi maka untuk mengisi kekosongan sementara posisi kades, Pemkab Kediri akan mengisinya dengan penjabat (Pj) yang melaksanakan tugas pemerintahan desa. Pasalnya, masa aktif 215 kades itu sendiri akan habis pada September hingga Desember nanti.

Oleh karena itu, jika telah habis masa jabatannya namun belum siap menggelar pilkades, maka desa tersebut akan dipimpin oleh Pj kepala desa. “Sementara akan diisi dengan Pj kades. Waktunya sampai desa yang bersangkutan memiliki kades definitif,” ungkap Sukadi.

Lantas siapa yang akan menjadi Pj kades itu? Sukadi mengungkapkan, Pj akan diisi dengan pegawai negeri sipil (PNS). Ia pun menilai bahwa PNS yang  menjadi Pj kades telah memiliki kecakapan tersebut.

Pilkades serentak pada tahun ini memang rencananya diikuti maksimal oleh 250 desa. Yaitu terdiri atas 35 desa yang sejak awal memang telah dijadwalkan. Lalu ditambah dengan 215 desa lain yang juga menginginkan untuk diserentakkan pelaksanaannya pada tahun ini pula.

Namun, dalam pelaksanaannya sendiri tidak menutup kemungkinan ada desa yang belum siap menggelar pemilihan. Di antara faktor penyebabnya, karena cakades di desa yang bersangkutan belum dapat memenuhi batas minimal. Pasalnya, dalam aturannya tercantum syarat minimal harus ada dua kandidat yang menjadi cakades di masing-masing desa.

Apabila di desa yang bersangkutan cakades hanya ada satu kandidat saja, maka akan dibuka pendaftaran lagi. Tetapi jika telah diberikan beberapa jatah pendaftaran tambahan lagi dan tetap satu kandidat, maka pilkades di desa tersebut akan diundur.

Terpisah, perwakilan pihak kades yang juga merupakan Kades Kwadungan, Kecamatan Ngasem, Abdul Khamid menegaskan, pihaknya telah siap. Ia menilai, apa yang menjadi syarat pelaksanaan pilkades tersebut dapat dipenuhi oleh desa secara umum.

“Teman-teman (kades) sekarang pun sedang berkomunikasi dengan BPD terkait pelaksanaan pilkades. Yakni untuk membentuk panitia pilkades. Itu yang sedang dilakukan teman-teman,” terang Khamid kepada koran ini, kemarin.

Terkait anggaran untuk pesta demokrasi itu, pihaknya menegaskan bahwa dari masing-masing desa telah mempersiapkannya. Khamid pun menyatakan bahwa dalam hal pelaksanaannya nanti, dipastikan bakal berjalan lancar. Tanpa adanya kendala yang berarti.

Untuk diketahui, untuk desa yang masa jabat kadesnya habis pada September hingga Desember harus melaksanakan tahapan pilkades dari awal. Yakni sejak masa pembentukan panitia pilkades hingga tahap penetapan nantinya.

Dinamika Pesta Demokrasi Desa

-         Desa yang belum siap gelar pilkades serentak tahun ini tetap diakomodasi haknya

-         Desa dapat mengikutinya pada pemilihan periode kedua gelombang pertama pada tahun depan (2020)

-         Pilkades 2019 rencananya diikuti 250 desa yang kadesnya telah habis masa jabatnya. Terdiri atas 35 desa awal dan ditambah 215 desa lain

-         Ada beberapa alasan yang membuat desa belum siap menggelar pilkades. Di antaranya cakades kurang dari dua kandidat dan panitia pemilihan belum terbentuk

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia