Senin, 16 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Events

Prodamas Award: Hobi Masak Itu Kini Terwadahi

11 Agustus 2019, 10: 47: 11 WIB | editor : Adi Nugroho

prodamas award dandangan

FUNGSIONAL: Ketua RT 03/RW 10 Dandangan Slamet Jumono menunjukkan lemari penyimpan inventaris prodamas saat penilaian Prodamas Award. (Endro Purwito - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Satu tahun silam, warga RT 04/RW 07 Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota, yang suka memasak dan bikin kue gundah. Keterampilan mereka terkendala peralatan. Padahal keinginan membuka usaha kuliner terburu menggebu.

Kushariyono selaku ketua RT pun memutar otak. Perhatiannya tertuju pada program pemberdayaan masyarakat (prodamas) Pemkot Kediri. Ada alokasi anggaran di situ yang dapat dimanfaatkan, Namun ia tak bisa memutuskan sendiri. “Saya lalu adakan pertemuan. Kami gelar rembuk warga. Akhirnya disepakati sebagian dananya (dari prodamas) untuk beli alat-alat memasak,” paparnya.

Di antaranya, perlengkapan pembuat kue, blender, wajan, dan kompor gas. Bahkan, warga juga langsung membeli rombongnya. Setiap hari, hasil olahan kue itu dipasarkan di depan gang Kedondong RT 04/RW 07 Dandangan.

resapan air prodamas

BERMANFAAT: Tim penilai Prodamas Award (kiri) saat mengecek resapan air di Betet. (Didin Saputro - radarkediri.id)

“Kami juga jual jajanan buatan ibu-ibu itu di lapak SLG (Simpang Lima Gumul) dan GOR Jayabaya. Juga saya tawarkan online di FB (Facebook),” ungkap ketua RT yang karib disapa Kus tersebut ketika menemui tim juri Prodamas 2019.

 Aktivitas usaha kuliner ibu-ibu itu pun lantas terwadahi dalam pembentukan kelompok usaha bersama (KUBE) pada 2018. Namanya Kajiro. Anggotanya terus bertambah. Dari lima orang kini menjadi delapan. Sejak menerima bantuan alat memasak dari prodamas, kapasitas produksinya meningkat.

“Kalau dahulu hanya bisa bikin lima jenis kue, sekarang sudah bisa lebih dari 15 macam. Di hari biasa, rata-rata penjualan 1.500 biji per hari. Kalau Sabtu-Minggu bisa sampai 3.000 kue,” kata Kus. Warga RT ini pun melayani katering.

    Kemarin, di Kelurahan Dandangan ada tiga RT dinilai. Selain RT Kus yang menonjolkan ekonomi, RT 03/RW 10 Dandangan mengandalkan bidang sosial. Yang menarik, dari hasil rembuk warga, Ketua RT Slamet Jumono mewujudkan dana prodamas untuk pengadaan alat musik keyboard.

    “Keyboard ini untuk menyalurkan bakat seni remaja di sini. Agar anak-anak muda ada kegiatan positif,” tuturnya. Sebelumnya, sudah ada warga yang punya gamelan. Sejak ada bantuan prodamas, kini warga RT tersebut bisa main musik elektone dan campursari. “Kami biasa tampil di pentas seni, acara ulang tahun, maupun Agustusan,” urai Jumono.

Terpisah, di RT 02/RW 05 Dandangan direalisasi pembangunan gapura dan tempat parkir Gereja Baptis Indonesia Getsemani, Jl Hasanudin, Kota Kediri. Dengan terwujudnya proyek itu, menurut Ketua RT Suyono, jemaat yang beribadah lebih nyaman, khidmat, dan aman. “Selain itu, hasil rembuk warga juga menyepakati proyek rehab saluran air,” terangnya.

Di Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren, rata-rata anggaran prodamas dimaksimalkan untuk infrastruktur. Paling banyak memperbaiki jalan dan mengatasi banjir. Seperti di RT 04/RW 02 direalisasi paving dan saluran air. "Yang dulu becek dan kumuh sekarang semakin bersih," kata Ketua RT Robinson.

Sementara, M Sulaiman, ketua RT 20/RW 08, mengaku, mewujudkan pavingisasi. "Untuk akses pertanian dan pemukiman. Sekarang lebih lancar dan tak ada jalan becek," ungkapnya. Selain itu, sebagian dana untuk memperindah musala wakaf di RT tersebut.

Sedangkan di RT 20/RW 09, menurut Ajmad Rifa'i, ketuanya, direalisasi pembuatan resapan air. "Alhamdulillah kini tidak banjir lagi," paparnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia