Minggu, 15 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Kecelakaan Adu Kambing, Satu Tewas

Truk Bermuatan Jeruk Terguling

10 Agustus 2019, 11: 29: 52 WIB | editor : Adi Nugroho

Kecelakaan

RINGSEK: Truk bermuatan jeruk terguling di sawah usai bertabrakan di Desa Kedungsoko, Sukomoro kemarin pagi. Akibat kejadian tersebut, sopir tewas. (Polres Nganjuk for radarkediri.id)

Share this          

SUKOMORO, JP Radar Nganjuk-Kecelakaan maut terjadi di jalur tengkorak Desa Kedungsoko, kemarin pagi.Tabrakan antara truk dengan truk di jalur Surabaya-Solo itu membuat Dadang Agustina, 27, asal Desa Buduran, Bagor tewas di tempat kejadian perkara. Benturan membuat sopir truk bernopol AG 8820 LV itu terjepit kemudi.

          Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.00 kemarin. Saat itu, Dadang yang mengangkut buah-buahan itu melaju dari arah timur ke barat. “Korban akan membawa barang (buah, Red) ke Jawa Tengah,” ujar Kasatlantas Polres Nganjuk AKP AM Ridho Ariefianto melalui Kanitlaka Ipda Sugino.

          Setibanya di Jl Raya Nglundo, Desa Kedungsoko, Sukomoro, Dadang hendak mendahului kendaraan di depannya. Diduga, saat itu dia tidak memperhatikan arus lalu lintas di depannya.

          Saat Dadang memacu kendaraannya dengan kencang, dari arah barat ke timur melaju truk bernopol P 8652 PN yang dikemudikan oleh Sugeng Wiyono, 47, asal Desa Kebondalem, Bangunrejo, Banyuwangi. Braaaaak! Tabrakan pun tak terhindarkan. “Tabrakan sama-sama dari arah depan. Adu kambing,” lanjut Gino.

          Akibat benturan yang keras, bagian depan truk sama-sama ringsek. Bahkan truk bermuatan buah yang dikemudikan Dadang terpental dan terguling di sawah. Ratusan kotak buah jeruk yang diangkut tumpah.

          Adapun Dadang terjepit di antara kemudi dan bagian depan truk yang ringsek. “Korban meninggal di tempat kejadian perkara,” terang Gino.

Kemudian, Sugeng yang mengalami luka-luka langsung dilarikan ke rumah sakit. Hingga tadi malam, Sugeng masih menjalani perawatan intensif. “Dua kendaraan yang terlibat kecelakaan kami amankan di Polres Nganjuk,” tutur Gino.

Ditanya tentang penyebab kecelakaan, Gino menduga Dadang lalai saat hendak menyalip. Diduga, dia mengemudikan kendaraan dalam kondisi kelelahan dan mengantuk. Sehingga, tidak konsentrasi dan memicu kecelakaan.

Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan dan visum, menurut Gino polisi langsung mengembalikan jenazah Dadang untuk dimakamkan. Atas kejadian tersebut, Gino mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat berkendara. “Patuhi rambu-rambu lalu lintas,” pintanya.         

Tidak hanya itu, Gino juga meminta masyarakat untuk tidak nekat  mengendarai kendaraan jika mengantuk atau lelah. “Beristirahat dulu. Jangan dipaksakan melanjutkan perjalanan karena akan membahayakan diri sendiri dan pengendara lainnya,” tegasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia