Kamis, 14 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Menangis, Mulut Bayi Dibekap

Tes DNA dan Cek Kondisi Kejiwaan

10 Agustus 2019, 11: 23: 05 WIB | editor : Adi Nugroho

Bayi

KEJAM: Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta (kanan) dan Kasatreskrim Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan (kiri) menggali keterangan dari Sumiatun (baju oranye) dalam rilis kasus pembunuhan bayi di Polres Nganjuk, kemarin. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Kekejaman Sumiatun, 27, menghabisi nyawa anak yang baru dilahirkannya semakin jelas, kemarin. Dalam rilis yang dipimpin Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta itu, perempuan yang tinggal di Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk itu mengaku khilaf hingga tega membunuh anak keduanya itu.   

Seperti diberitakan, Sumiatun melahirkan bayi perempuan pukul 02.30 Minggu (4/8) lalu di rumahnya. Tanpa bantuan sang suami, perempuan bertubuh gendut itu memotong sendiri tali pusar bayi seberat 2,87 kilogram tersebut. “Saya minta anak saya (anak pertama, Red) untuk mengambil gunting,” ujar perempuan berbaju oranye yang kemarin memakai balaclava itu.

Yang memilukan, setelah lahir ternyata bayi sepanjang 53 sentimeter itu juga menangis keras. Agar tak membangunkan M. Imam Shodiq, 27, suaminya, Sumiatun langsung membekap mulutnya. “Bayinya nangis, saya tutup mulutnya (pakai tangan, Red,” lanjut Sumiatun di depan sejumlah wartawan.

Dari sinilah kekejaman Sumiatun berawal. Mendengar tangisan anak yang tak dikehendakinya itu, dia panik. Selanjutnya, dia memukul kepala dan dada anaknya menggunakan asbak beton hingga lima kali.

Rupanya, cara itu belum membuat bayinya meninggal. Dia lantas menjerat leher bayi menggunakan celana dalam hingga tewas. Mayat bayi tak berdosa itu lantas dimasukkan ke dalam tas kresek dan disimpan di kolong tempat tidur. “Saya khilaf,” terang Sumiatun lirih.

Setelah memastikan bayinya meninggal, Sumiatun baru membangunkan Shodiq. Dia meminta suaminya untuk membuatkan teh hangat.

Mendengar keterangan Sumiatun, Dewa mengaku menemukan banyak kejanggalan. Karenanya, dia langsung memerintahkan penyidik untuk melakukan tes kejiwaan. “Dua-duanya (Sumiatun dan Shodiq, Red) akan diperiksakan ke psikiater,” tandas Dewa.

Bagaimana jika hasilnya menyatakan kejiwaan Sumiatun terganggu? Dewa menjelaskan, proses hukum kasus pembunuhan bayi itu akan tetap dilanjutkan hingga ke pengadilan. “Nanti putusan pengadilan yang akan menentukan,” imbuhnya sembari menegaskan polisi harus memastikan ada kepastian hukum dalam kasus tersebut.

Tak hanya melakukan tes kejiwaan, Dewa juga memerintahkan anggotanya untuk melakukan tes deoxyribo nucleic acid (DNA) terhadap bayi. “Kami akan dalami lagi perkara ini,” tegas Dewa sembari mengatakan polisi belum menemukan indikasi keterlibatan pelaku lain di kasus pembunuhan itu.

Terpisah, Kasatreskrim Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan menambahkan, tes kejiwaan untuk Sumiatun dan Shodiq akan dilakukan secepatnya. Demikian juga tes DNA yang rencananya dilakukan di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim. “Minggu ini tes labfor harus bisa selesai,” ungkap Nikolas.

Untuk diketahui, dalam rilis kemarin Polres Nganjuk juga menunjukkan barang bukti dalam kasus pembunuhan tersebut. Bahkan, beberapa kali Dewa menunjukkan kepada Sumiatun untuk memastikan barang bukti yang dibeber kemarin memang terkait dengan kasus pembunuhan bayi tersebut.

Dewa mengecek asbak cor atau asbak beton yang digunakan untuk memukul bayi. Dia juga mengecek gunting, baju, plastik kresek hingga celana dalam yang digunakan menjerat leher bayi. Terakhir, Dewa mengambil kain bekas spanduk yang digunakan untuk alas melahirkan.

Penanganan Kasus Pembunuhan Bayi:

-Kapolres menginstruksikan untuk melakukan tes DNA bayi

-Tes kejiwaan akan dilakukan kepada Sumiatun dan Shodiq

-Hasil tes kejiwaan tidak akan mempengaruhi proses hukum kasus pembunuhan bayi

-Polisi tetap akan menyelesaikan penyidikan dan menyerahkan hasilnya ke pengadilan

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia