Rabu, 11 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Tim BPCB Jatim Lanjutkan Ekskavasi Situs Candi Klotok, Ini Temuannya

09 Agustus 2019, 19: 23: 34 WIB | editor : Adi Nugroho

candi klotok kediri

TELITI: Anggota tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur ketika melakukan ekskavasi Candi Klotok di perbukitan wilayah Kecamatan Mojoroto. Pekan ini mereka akan melanjutkan aktivitas tersebut. (Didin Saputro - radarkediri.id)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melanjutkan ekskavasi Candi Klotok pekan ini. Aktivitas yang dilakukan tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur tersebut telah menampakkan bentuk bangunan candi secara utuh.

Kali ini tim ekskavasi Nonuk Kristiana menyampaikan bahwa tengah fokus pada penampakan candi sisi selatan dan timur. Melanjutkan ekskavasi September tahun lalu yang hanya menyingkap sebagian strukturnya. Yakni sisi utara dan barat. Namun hingga kemarin, tim masih membuka yang bagian selatan saja.

"Untuk yang sisi timur kita usahakan sampai hari Sabtu. Kalau Sabtu bisa membuka sisi ini, nanti kita coba membuka struktur lain di wilayah bawah," ujarnya.

Struktur wilayah bawah yang dimaksud adalah yang berupa gundukan batu bata. Lokasinya terdapat di bagian barat candi utama. Memang pada tahun lalu tim ekskavasi menyingkap hanya sebagian bangunannya saja.

Untuk tahun ini tim mencoba membuka keseluruhan candi utama." Kita akan mencoba menampakkan struktur utama bangunan candi yang dulu hanya terlihat seperti gundukan tanah," jelasnya.

Tak hanya itu, Nonuk menyebut, pada ekskavasi ini juga akan membersihkan bagian atas candi. Tujuannya, agar bisa mengetahui bentuk secara penuh bangunan yang selama ini tertimbun. Termasuk menampakkan sudut-sudut candi." Itu yang memang menjadi tujuan ekskavasi kedua ini," ungkapnya.

Dari hasil pengukuran, Candi Klotok tersebut berbentuk persegi. Itu dihitung tanpa penampil atau bilik kecil yang menjorok ke depan. Ukurannya adalah 8,4 meter persegi. "Sementara penampilnya sekitar 2,4 meter," imbuh Nonuk.

Ekskavasi di atas bukit memang menjadi tantangan tersendiri. Apalagi angin cukup kencang berembus di sana. Namun hal itu, menurut Nonuk, bukan kendala yang berarti. Hanya saja, saat melakukan pemetaan menggunakan drone harus benar-benar waspada dan menunggu angin stabil.

Lebih lanjut, Nonuk memaparkan, dari hasil ekskavasi ini, formasi keseluruhan candi utama telah tampak. Sehingga itu akan lebih mempermudah untuk melakukan identifikasi lanjutan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia