Minggu, 18 Aug 2019
radarkediri
icon featured
Features

Ketika ‘Crop Circle’ Dewi Cemara di Kedungmalang, Papar Dibuka

Tanaman Varietas Unggul Jadi Nilai Tambah

09 Agustus 2019, 19: 04: 07 WIB | editor : Adi Nugroho

khofifah dewi cemara papar kedungmalang

DESTINASI WISATA: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menikmati suasana di ‘Crop Circle’ Dewi Cemara, Desa Kedungmalang, Papar, kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

Kebun bunga yang sempat viral karena berbentuk crop circle di Desa Kedungmalang, Papar telah resmi dibuka untuk umum. Tak tanggung-tanggung, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang meresmikannya.

ANDHIKA ATTAR, Kabupaten, JP Radar Kediri

Warna-warni bunga dan tanaman varietas unggul menghiasi lahan seluas 2,6 hektare (ha) di Desa Kedungmalang, Kecamatan Papar. Lokasi yang dulu sempat viral karena menyerupai crop circle tersebut kini telah bertransformasi. Menjadi destinasi yang menarik hati. Memanjakan mata para penikmatnya.

Destinasi yang diberi nama Desa Wisata Cerdas, Mandiri, dan Sejahtera (Dewi Cemara) itu telah resmi dibuka. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa lah yang langsung meresmikannya.

Peresmian digelar bersamaan kegiatan Gelar Inovasi Teknologi Tanaman Pangan dan Hortikultura yang telah dilaksanakan sejak Rabu (7/8). Gubernur berharap, keberadaan Dewi Cemara dapat memberi nilai tambah dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Terutama bagi warga desa setempat. 

“Dewi Cemara ini menjadi pilot proyek Desa Wisata Cerdas, Mandiri, dan Sejahtera. Kami memilih beberapa varietas unggul untuk dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi,” jelas Khofifah.

Perusahaan pun diminta membangun kemitraan melalui riset bersama. Diharapkan sinkronisasi itu juga terungkap pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemprov Jatim. “Hari ini kita tidak bisa bicara daya saing tanpa inovasi. Tidak mungkin bicara daya saing tanpa memperbarui teknologi. Teknologi pertanian dan varietas bibit unggul akan jadi nilai tambah masyarakat,” jelasnya.

Setelah memberikan sambutan dan seremonial peresmian, Khofifah pun langsung beranjak ke lokasi taman tersebut. Dikawal dengan ketat oleh tim pengamanan dari provinsi, ia pun menyusuri jalan setapak Dewi Cemara.

Lokasi pertama yang dilihat adalah rangkaian kombinasi tanaman aneka jenis padi. Di mana tepat di tengahnya dapat dibaca tulisan CETTAR. Sebuah jargon yang memang telah diusung Gubernur Khofifah.

Tak berselang lama, ia lalu bergeser menuju rangkaian bunga dengan warna yang mencolok mata. Bunga dengan warna kuning, merah, ungu dan beberapa warna lainnya pun menghiasi taman tersebut.

Khofifah tampak menikmati keindahan bunga di sana. Ia pun turun dan menuju tengah taman bunga. Berada di antara mekarnya bunga, senyumnya merekah. “Ini bunga yang saya ceritakan dulu,” ujarnya pada timnya yang tak jauh lokasinya.

Setelah puas menikmati bunga-bunga di sana, Khofifah pun berpindah ke kebun semangka. Ia mencari beberapa semangka yang dirasa telah matang. Tak sendirian, ia mengajak empat bocah perempuan menemaninya memetik semangka.

Sempat mondar-mandir beberapa waktu, Khofifah akhirnya menjatuhkan pilihannya. Ia memberikan sinyal pada ajudan dan timnya untuk mencarikan pisau. Gerak tangannya menyiratkan bahwa ia ingin membelah semangka tersebut. “Ada yang mau, teman-teman?” tawarnya kepada awak media yang ada di sana.

Di sana memang terdapat banyak tanaman. Antara lain padi, jagung, sorgum, kedelai, labu madu, dan aneka tanaman lainnya. Rangkaian tanaman itu pun membentuk gambar menarik. Yang dirangkai dari penataan penanaman tanaman-tanaman tersebut.

Tak hanya keindahan tanaman yang ditawarkan. Terdapat pula landmark terkenal. Yakni replika menara Eiffel Paris yang terbuat dari pohon bambu. Menara itu dapat dinaiki. Hanya saja, kekuatannya terbatas. Sehingga tak boleh terlalu banyak orang yang menaikinya bersamaan. Selain itu, masih ada lagi beberapa gardu pandang lain yang bisa digunakan pengunjung untuk melihat keindahan lokasi tersebut dari jauh.

Sementara itu, Bupati Kediri Haryanti Sutrisno mengaku, sangat senang dengan keberadaan dan lahirnya satu lagi potensi wisata. Dia yakin melalui sektor pariwisata, pertumbuhan dan perkembangan sebuah desa dapat tercapai.

“Saya harap, Desa Kedungmalang dapat memaksimalkan potensi wisata ini. Pasalnya, dengan keberadaan destinasi ini akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sini,” harap Haryanti.

Seperti semut yang diberi gula. Begitu lokasi tersebut dibuka untuk umum, pengunjung pun langsung memadatinya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia