Rabu, 11 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Events

Prodamas Award: KUBE Makin Inovatif dengan Diversifikasi Usaha

09 Agustus 2019, 18: 41: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

prodamas award banjaran

TAMBAHAN: Kabag Pemerintahan Pemkot Kediri Paulus Luhur Budi (kiri belakang) menyaksikan warga RT 2 RW 7 Kelurahan Tinalan mengoperasikan mesin obras hasil Prodamas. (Adi Nugroho - radarkediri.id)

Share this          

     KOTA, JP Radar Kediri - Berbagai inovasi dilakukan warga untuk merealisasikan alokasi dana program pemberdayaan masyarakat (Prodamas) 2018. Di antara yang paling diminati adalah dengan membentuk kelompok usaha bersama (KUBE).

Salah satu daerah yang menerapkan KUBE adalah RT 01/RW 01 Kelurahan Banjaran, Kota Kediri.

“Kami gunakan Prodamas untuk pengadaan berbagai mesin jahit,” kata ketua RT Yulianto saat presentasi di depan juri Prodamas Award 2019 kemarin (7/8).

Prodamas Award

Prodamas Award (radarkediri.id)

Dalam Prodamas Award tahun ini, RT-nya tetap mengajukan bidang ekonomi sebagai unggulan. Yakni KUBE dengan jenis usaha penjahitan, border, dan konveksi. Meski masih sama dengan tahun lalu, KUBE yang diketuai Dyah Kustiana ini memiliki inovasi berbeda.

“Sekarang selain konveksi, juga mulai merintis usaha makanan ringan dan juga membuat jamu instan,” imbuh Yulianto.

Kini usaha yang dijalakan KUBE Melati Collection ini semakin berkembang. Mesin jahit juga bertambah. Menurut Dyah program tersebut sangat membatntu pemberdayaan masyarakat.

“Alhamdulillah dari Prodamas ini bisa menolong ibu-ibu yang tidak ada kegiatan bisa ikut dan mendapat pengghasilan tambahan,” ujarnya.

Daerah yang dijuri kemarin adalah RT 04/ RW 09. Di RT ini, warga memanfaatkan dana prodamas selain untuk pavingisasi, juga untuk mempercantik salah satu gang. Yakni dengan cara pengecatan. Sementara dari sisi sosial anggaran Prodamas diperuntukkan untuk pengadaan alat peraga pendidikan (APE) bagi balita di posyandu setempat. Juga untuk bantuan sosial.

Sementara itu, kemarin tim penilai Prodamas Award juga melakukan penilaian di Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren. Di kelurahan ini, penilaian dilakukan di RT 02/RW 07 untuk bidang ekonomi, RT 03/RW 03 untuk bidang sosial, dan RT 01/RW 11 yang berkaitan dengan bidang infrastruktur.

Di RT 02/RW 07, tim penilai mengecek pengadaan peralatan jahit dan bordir yang mendukung usaha kelompok usaha bersama (Kube) Mandiri. Yakni produksi tas dan sandal dari tali kur, serta usaha batik dan jahit baju. “Untuk tas ini juga butuh dijahit untuk dalamannya,” ujar Siti Khoiriyah, ketua Kube Mandiri.

Menurut Siti, diikuti oleh 15 ibu-ibu di lingkungan setempat, usaha yang digeluti KubeMandiri memang cukup menjanjikan. Apalagi, di sela-sela aktivitas ibu-ibu sehari-hari, pembuatan tas misalnya, tetap bisa dilakukan.

Ditunjang dengan pemasaran yang baik, Siti mengatakan ia berharap kube ini bisa makin berkembang. “Ya dari mulut ke mulut, lewat online di facebook, juga ikut beberapa pameran atau bazar,” paparnya.

Menurut M. Yasin, ketua RT, realisasi anggaran prodamas di RT 02/RW 07 salah satunya memang difokuskan untuk pengembangan ekonomi warga. “Di luar dana Prodamas, kami juga melakukan pelatihan sendiri,” bebernya.

Selanjutnya, tim penilai juga mengecek sejumlah pengadaan serta realisasi Prodamas di RT 03/RW 03. Diketuai oleh Sri Astutik, RT ini merealisasikan anggaran untuk membantu keluarga yang membutuhkan. Mulai dari lansia hingga anak-anak.

“Yang lansia ada PMT (pemberian makanan tambahan, Red) untuk 13 orang. Sedangkan yang anak-anak, sebanyak 19 anak diberikan bantuan tas dan sepatu,” ujar Sri.

Selain itu, ada pula 25 paket sembako masing-masing senilai Rp 200 ribu untuk keluarga miskin di lingkungan setempat. “Dari hasil rembuk, bantuan ini kami berikan kepada mereka yang membutuhkan,” tandasnya.

Sementara di RT 01/RW 11 yang berada di area perumahan Permata Jingga, anggaran Prodamas difokuskan untuk membenahi infrastruktur di lingkungan. Yang paling menjadi prioritas menurut M. Misbakhul Munir, ketua RT, adalah renovasi paving. “Sudah rusak-rusak. Makanya akhirnya diperbaiki dengan dana prodamas,” ungkapnya.

Selain itu, untuk mendukung lingkungan agar semakin nyaman dan aman, di RT ini juga ada pengadaan penerangan jalan umum (PJU) sebanyak 10 unit. “Dengan PJU ini, berbagai aktivitas di malam hari, termasuk kegiatan di bank sampah kami bisa dilakukan. Dulunya gelap, sekarang sudah terang,” sambungnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia