Sabtu, 25 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Tak Mampu Bentuk Panitia, Pilkades Bisa Batal

09 Agustus 2019, 18: 31: 41 WIB | editor : Adi Nugroho

Pilkades Serentak Kediri

Pilkades Serentak Kediri (radarkediri.id)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Ibarat sepak bola, kini penguasaan permainan sudah ada di tangan pemerintahan desa (pemdes). Bisa atau tidaknya mereka menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) sangat bergantung pada kesiapan mereka. Bila  tak mampu membentuk panitia pilkades hingga batas waktu, desa tersebut tak akan bisa menggelar ajang demokrasi enam tahunan tersebut.

Sesuai aturan, panitia pilkades itu dibentuk oleh badan permusyaratan desa (BPD) masing-masing. Dan BPD pula yang wajib melakukan pengajuan penyelenggaraan pilkades.

“Kalau BPD tidak mengajukan, tidak bisa menyelenggarakan pilkades,” ujar Kabag Hukum Sukadi melalui sambungan telepon kemarin.

Sukadi menegaskan bahwa hal itu telah tertuang dalam aturan yang ada. Pihak pemkab tidak ada niat mempersulit atau menghalang-halangi terlaksananya pilkades. Namun karena peraturannya seperti itu, maka menjadi sebuah kewajiban bagi desa melaksanakannya.

Selain soal pembentukan panitia yang harus segera dilakukan, Sukadi juga menerangkan ada hal lain yang perlu diperhatikan agar pilkades bisa berlangsung. Yaitu, pilkades dapat berjalan tatkala calon kepala desa (cakades) lebih dari satu. Serta kesiapan desa dalam menyelenggarakan pilkades. Kesiapan itu terutama terkait anggaran yang juga menjadi salah satu faktor terselenggaranya pilkades.

“Bola (kewenangan penyelenggaraan pilkades) sudah kami serahkan kepada pihak desa,” imbuh pria yang masih aktif bertani tersebut. Sukadi juga menambahkan, yang terpenting adalah jadwal tahapan pelaksanaan pilkades harus dapat dipenuhi dan ditepati.

Dalam kesempatan terpisah, perwakilan kades yang juga merupakan Kades Kwadungan, Kecamatan Ngasem, Abdul Khamid menegaskan secara umum bahwa desa-desa telah siap. Ia menilai bahwa apa yang menjadi syarat pelaksanaan pilkades tersebut dapat dipenuhi oleh desa secara umum.

“Teman-teman (kades) sekarang pun sedang berkomunikasi dengan BPD terkait pelaksanaan pilkades. Yakni untuk membentuk panitia pilkades. Itu yang sedang dilakukan teman-teman,” terang Khamid kepada koran ini kemarin.

Terkait anggaran untuk penyelenggaraan pilkades, dia menegaskan bahwa dari masing-masing desa pun telah mempersiapkannya. Ia menilai bahwa dalam hal pelaksanaannya nanti relatif akan berjalan lancar. Tanpa adanya kendala yang begitu berarti.

Sementara itu, terkait laporan pertanggungjawaban (LPj) dari kades yang akan berakhir masa jabatannya, ia pun menilai bahwa hal itu tidak ada masalah. Terutama bagi kades yang masa jabatannya habis sebelum pelaksanaan pilkades nanti. Yakni mereka yang habis masa jabatannya pada September dan Oktober.

“Bagi kades yang masa jabatannya habis sebelum pelaksanaan pilkades, maka wajib untuk menyelesaikan LPJ tersebut,” tegas Khamid. “Namun kalau masih belum habis, dan masih cuti maka belum ada kewajiban,” imbuhnya.

Berdasarkan keterangannya, masa jabatan kades yang habis sebelum pelaksanaan pilkades sendiri paling banyak jatuh pada bulan September. Dengan begitu, bagi para kades tersebut memiliki kewajiban untuk menyelesaikan LPJ tersebut.

Namun begitu, Khamid meyakini bahwa para kades yang bersangkutan pun telah memahami akan kewajibannya. Ia pun percaya bahwa para kades tersebut akan menyelesaikan laporan tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, untuk desa yang masa jabat kadesnya habis pada September hingga Desember harus melaksanakan tahapan pilkades dari awal. Yakni sejak masa pembentukan panitia pilkades hingga tahap penetapan nantinya.

Syarat Desa Gelar Pilkades

1.     BPD harus membentuk panitia pilkades di desa yang bersangkutan masing-masing

2.     Calon kades yang ditetapkan harus minimal ada dua kandidat

3.     Kesiapan dari desa yang bersangkutan untuk menggelar pilkades

4.     Anggaran untuk gelar pilkades harus dapat dipenuhi

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia