Jumat, 17 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Dana Rehab Sekolah Belum Bisa Terserap

Disdik Baru Menyalurkan DAK Minggu Ini

09 Agustus 2019, 12: 37: 24 WIB | editor : Adi Nugroho

Sekolah

TUNGGU PERBAIKAN: Siswa kelas III SDN Sekarputih, Bagor harus belajar di ruangan yang rusak. Meski mendapat dana PIK, hingga Agustus ini pembangunan belum bisa dilakukan. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk–Anggaran rehabilitasi sekolah di Kabupaten Nganjuk tahun ini belum terserap. Sebab, dinas pendidikan (Disdik) baru saja menyalurkan anggaran yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) itu ke SD dan SMP. Targetnya, setelah diterima rekening sekolah, pekerjaan secara swakelola itu tuntas dalam waktu 90 hari.

Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Kabupaten Ngajuk Suroto mengakui, penyaluran anggaran rehab SD dan SMP dari DAK baru dilakukan pada Senin lalu (5/8). Karenanya, anggaran perbaikan untuk sekolah rusak itu belum terserap sama sekali. “Kami baru saja salurkan. Sekarang anggaran ada di rekening sekolah,” ujar Suroto.

Suroto melanjutkan, pihaknya perlu membuat perencanaan lebih dahulu. Makanya, anggaran tidak langsung diserahkan kepada sekolah sebelum perencanaan selesai. “Perencanaan harus tuntas dulu,” ungkap mantan kepala SMPN 2 Ngronggot ini.

Dia menjelaskan, pelaksanaan rehab sekolah dimulai setelah 7 hari anggaran ditranfer ke rekening. Secara swakelola, sekolah ditargetkan untuk menuntaskan pekerjaan dalam waktu 90 hari. “Minggu ini sudah bisa dimulai pekerjaannya,” terangnya.

DAK pendidikan untuk rehab di tahap awal, kata Suroto,  disalurkan sekitar 70 persen. Setelah progres pekerjaan mencapai 50 persen, disdik akan menyalurkan lagi sisanya.

Untuk diketahui, tahun ini anggaran DAK pendidikan sebesar Rp 28,162 miliar. Dana tersebut dibagi untuk SD sebesar Rp 18,39 miliar dan SMP sebesar Rp 9,772 miliar.

Alokasi DAK di antaranya untuk rehabilitasi ruang kelas SDN, ruang perpustakaan SDN, ruang guru SDN, dan rehab toilet serta pembangunan ruang kelas baru (RKB) SDN. Di tingkat SMP, DAK digunakan untuk rehab ruang kelas, ruang laboratorium ilmu pengetahuan alam (IPA), ruang komputer dan perpustakaan sekolah.

Selain bersumber dari DAK, disdik juga mengalokasikan lewat pagu indikatif kewilayahan (PIK). Total ada dana Rp 13,766 miliar dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Untuk PIK, Suroto menyebut, pihaknya masih memprosesnya. Karena itu, sekolah belum bisa melakukan rehab. Selain perbaikan ruang kelas, PIK juga digunakan untuk pembangunan RKB, perpustakaan dan jamban. “Sekarang belum terserap,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu sekolah yang mendapat anggaran PIK tahun ini adalah SDN Sekarputih, Kecamatan Berbek. Di APBD 2019, ada bantuan sebesar Rp 210 juta untuk perbaikan ruang SDN.

Kepala SDN Sekarputih Titik Susilowati menuturkan, ada lima ruang kelas yang mengalami kerusakan sedang dan berat. Yang paling parah adalah ruang kelas III. Sampai kemarin, belum ada tanda-tanda untuk diperbaiki.“Kami masih menunggu (perbaikan),” papar Titik.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia