Minggu, 22 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Periksa Kejiwaan Sumiatun

Polisi Berencana Bawa ke Psikiater

09 Agustus 2019, 12: 32: 38 WIB | editor : Adi Nugroho

Bayi

(Grafis : Nakula Agie Sada - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Tersangka kasus pembunuhan bayi Sumiatun, 27, sudah mengakui terus terang perbuatannya. Meski demikian, Satreskrim Polres Nganjuk masih akan terus mendalami kasus yang melibatkan ibu dan anak itu. Di antaranya, dengan memeriksakan Sumiatun ke psikiater.

          Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta melalui Kasatreskrim Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan mengatakan, Sumiatun memang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan bayinya. Meski demikian, polisi tetap akan memeriksakannya ke psikiater. “Untuk mengetahui kondisi kejiwaannya,” ujar perwira dengan pangkat dua balok di pundak itu.

          Lebih jauh pria yang akrab disapa Niko ini melanjutkan, hasil pemeriksaan psikiater akan menjadi pendukung penyidikan polisi. “Ini (pemeriksaan psikiater, Red) akan tetap dilakukan,” lanjutnya sembari menyebut pemeriksaan ke psikiater diagendakan minggu depan.

          Dikatakan Niko, dua hari menjalani penahanan di Polres Nganjuk Sumiatun diduga mengalami depresi. Dia terlihat tegang saat menjawab pertanyaan penyidik. Meski demikian, menurut perwira asal Mojokerto itu Sumiatun tetap bisa diajak berkomunikasi.   

Seperti diberitakan, dalam pemeriksaan Rabu (7/8) lalu perempuan asal Jl Wolter Monginsidi, Kelurahan Payaman, Kota Nganjuk itu mengakui terus terang telah membunuh anak yang dilahirkannya pada Minggu (4/8) dini hari lalu. Alasannya, Sumiatun mengaku tidak ingin mempunyai anak lagi.

Setelah bayi seberat 2,87 kilogram itu lahir, Sumiatun memukul bagian kepala dan dadanya menggunakan asbak beton hingga lima kali. Melihat bayi sepanjang 53 sentimeter itu belum mati, dia memasukkan darah dagingnya itu ke dalam kresek hitam.

Agar sang bayi meninggal, dia menjerat leher bayi menggunakan celana dalamnya. Setelah bayi tak berdosa itu tewas, dia meletakkan mayatnya di bawah kolong tempat tidur. Setelah melakukan perbuatan sadis itu, perempuan bertubuh gemuk tersebut baru membangunkan M. Imam Shodiq, 27, sang suami.

Imam yang mengaku tidak mengetahui kehamilan istrinya itu terkejut melihat Sumiatun mengalami perdarahan. Kepada sang suami, Sumiatun mengaku keguguran. Selanjutnya, Imam mengantar Sumiatun ke RSUD Nganjuk untuk berobat. Dari sanalah, kecurigaan akan perbuatan keji Sumiatun muncul.

Apakah polisi sudah memastikan jika Sumiatun hanya beraksi sendiri? Ditanya demikian kemarin, Niko mengatakan, hingga kemarin polisi belum menemukan dugaan keterlibatan Shodiq. Apalagi, menurut pengakuan Sumiatun, dia melakukan pembunuhan anaknya sendiri. “Selama ini tersangka menyembunyikan kehamilannya,” imbuh perwira yang sebelumnya berdinas di Polda Jatim itu.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia