Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Targetkan Tutup Tiga Perlintasan Tahun Ini

Dapat Membahayakan Perjalanan Kereta Api

08 Agustus 2019, 13: 03: 53 WIB | editor : Adi Nugroho

KA

PERLINTASAN LIAR: PT KAI berencana menutup perlintasan di Desa Karangtengah, Bagor meski Selasa (6/8) lalu sempat mendapat penolakan warga. (Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk –PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menargetkan penutupan puluhan perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di wilayahnya, tahun ini. Tiga perlintasan di antaranya berada di Kabupaten Nganjuk.

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko mengatakan, total ada 45 perlintasan KA yang ditargetkan ditutup tahun ini. Penutupan di wilayah Daop 7 itu masuk dalam program quick wins. “Kami kelompokkan menjadi beberapa kategori,” ujar Ixfan kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Dari jumlah itu, dia menyebut ada 36 perlintasan yang tidak terjaga. Rinciannya, sebanyak 25 perlintasan tanpa early warning system (EWS) dan 11 perlintasan dengan EWS. Sisanya, ada sembilan perlintasan tidak resmi atau liar.

KA

(Anwar Bahar Basalamah - radarkediri.id)

Ixfan mengungkapkan, dua perlintasan yang berada di Kabupaten Ngawi sudah berhasil ditutup. Sedangkan perlintasan lain, Daop 7 merencanakan untuk mengalihkan ke underpass. Selain itu, mereka juga memasang EWS di beberapa perlintasan. Namun ada juga penolakan dari warga. “Jadi belum semua bisa ditutup,” ujar pria asal Surabaya.

Dia menargetkan, penutupan perlintasan liar bisa tuntas tahun ini. Sehingga, angka kecelakaan di perlintasan KA semakin menurun. Baik yang melibatkan sepeda motor, mobil maupun pejalan kaki. “Kami targetkan selesai tahun ini,” tandasnya.

Untuk di Kabupaten Nganjuk, ada tiga perlintasan yang direncanakan ditutup. Yakni, perlintasan di Dusun Pandansari, Desa Lambangkuning, Kecamatan Kertosono; Desa Kedungsoko, Kecamatan Sukomoro dan Desa Karangtengah, Kecamatan Bagor.

Dari tiga perlintasan tersebut, Ixfan menjelaskan, pihaknya sudah memasang EWS di Dusun Pandansari. Sedangkan dua perlintasan lain belum terpasang.

Sesuai amanah UU No. UU No.23/2007 tentang Perkerataapian, menurut Ixfan PT KAI akan menutup semua perlintasan liar di wilayahnya. Termasuk perlintasan di Desa Karangtengah, Kecamatan Bagor. “Kami tutup karena membahayakan bagi pengguna maupun kereta api,” imbuhnya.

Sementara itu, Sri Busono, warga Desa Karangtengah, Kecamatan Bagor, mengaku, warga di desanya hafal dengan jadwal KA yang melintas. Karenanya, selama ini, perlintasan di dusunnya tidak pernah memakan korban jiwa. “Kami tahu jam-jam kereta lewat. Sebab perlintasan sudah ada sejak dulu,” ujar pria 50 tahun yang akrab disapa Son ini.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia